Melepas satu dan mendapat satu. Tidak tahu apa ini akan disebut untung atau rugi.
Dalam kendaraan yang membawa pergi, Euijoon memasang borgol besi ke tangan bandit yang kini tertangkap seorang diri.
Mengendap dari belakang, kain hitam yang membalut tubuh dicengkeram diikuti sentak menarik sosok yang diincar ke belakang. Dalam sekejap ia mengunci gerak tangan tanpa memberi kesempatan berhadapan.
“Jangan meronta, kami akan membawamu selamat dari mereka.”
— [@ripensoul_Z]
Hampir tiba, ia melanjutkan langkah menghampiri sosok bertudung hitam yang kini hanya terpisah beberapa meter darinya. Euijoon sempat melihatnya di layar ruangan tempatnya tadi berada, menyadari masih ada kartu tersisa yang mampu mengendalikan kemungkinan terburuk dari ini semua.
Senyum melengkung di wajah Ryu Euijoon. Sudah lama ia tidak merasa seperti ini sejak kekacauan tempo hari saat Emerald terguling dari tahta tertinggi.
“Ramai sekali. Apa saja benar-benar bisa terjadi di sini.”
— [@AVAL0NE]
Panik tergambar dari tiap kata ditemani suara-suara kericuhan dari luar yang melengkapi seolah membenarkan ucapan.
Tepuk di punggung diberi pada anggotanya yang mengambil ancang-ancang bergerak lebih cepat. “Kita pernah mengalami ini. Tergesa tak akan membuat situasi berbeda.”