ᅠᅠᅠᅠ
ᅠᅠ
Sentinel clouds with delicate reflections escort the wandering moon as she gently sweeps the universe.
She shines on me—𝒅𝒐𝒆𝒔 𝒔𝒉𝒆 𝒂𝒍𝒔𝒐 𝒔𝒉𝒊𝒏𝒆 𝒐𝒏 𝒚𝒐𝒖?
ᅠᅠ
@quelpersonne Ini bukan kali pertama ia menjalani sesi bersenang-senang bersama Bhumi, tentulah tuan telah memahami apa yang dapat membuatnya merekah penuh cinta, bukan?
@quelpersonne
@quelpersonne Rona kemerahan menjalari rupa sang Keita tanpa tahu malu kala rungunya menangkap jawaban manis dari tuan yang dicinta. Kelopak bunganya kini telah teteskan nektar; putiknya tak lagi tersembunyi di balik helai lembut melainkan unjuk gigi dengan keberanian penuh.
Bersamaan dengan isak yang lolos, punggungnya menegak angkuh seolah-olah hendak tunjukkan betapa elok maujudnya dalam balut cahaya kemerahan yang nyaris mati oleh kelam.
“Bhumi—!”
@quelpersonne
Adanna menggerakkan jemarinya, meniti permukaan di hadapannya bak seniman yang mengamati dalam-dalam kanvas nan hendak dilukis. Rekah kelopak nan tertawan dalam genggaman Masego buahkan tangis kecil dari mulutnya.
Kedua lutut menopang raga─melekat erat di sisi terluar jisim tuan Masego─sementara telapak tangannya menangkup sisi wajah sang kasih dengan tamak. Tubuhnya sedikit membungkuk guna memuaskan hasrat netra 'tuk berlabuh pada manik yang amat ia sukai.
@quelpersonne
@quelpersonne Jalin temali teronggok tak berdaya, menyisakan raga nan menguarkan panas berlebih kendati tiada lagi pembatas antara permukaan dan udara. Sesekali nyonya tampak tercekat, tersedak akan limpahan kasih sayang yang seolah-olah merangsek masuk tanpa permisi ke dalam tenggorokannya.
Kedua telapak tangannya kini melekat pada bahu tuan; ia sedikit memberi dorongan agar pria yang berstatus pasangannya itu dapat terduduk pada kursi berlapis busa empuk di belakangnya. Berikut, ia merubuhkan diri pada rengkuh si pemikat hati.
@quelpersonne
@quelpersonne Tak kuasa atas untai cumbu yang menguar dari bibir tuan, Adanna sedikit menarik diri dari rengkuh sosok tersebut. Jari telunjuknya menggapai puncak hidung Bhumi; ia menyentuhnya bak tengah menggodai anak kecil, “kau merayuku lagi.”
“Kuharap kau tidak terkejut saat melihat cermin nanti,” ia berkata setengah merayu, matanya mengerling nakal pada rupa yang di depan muka.
@quelpersonne
Adanna melontarkan tawa kecil saat menyadari noda gincu melekat pada maujud di hadapannya. Berikutnya, ia melekatkan kecup-kecup lainnya pada garis leher sang belahan hati; meninggalkan lebih banyak jejak pewarna bibir hingga tiada lagi yang tersisa pada bibirnya.