Sidang sahabat saya, Nadiem Makarim, baru saja dimulai.
Nadiem dan saya bekerja bersama di Gojek dari 2015–2018, dan saya telah mengenalnya sejak kami masuk universitas pada usia 17 tahun.
Nadiem Makarim adalah orang yang sebersih-bersihnya.
Saya ingat ketika kami menjalankan kampanye rekrutmen pengemudi secara nasional di Gojek pada masa-masa awal. Kami mulai menerima masukan dari beberapa calon pengemudi bahwa tim rekrutmen lapangan kami meminta uang agar bisa masuk ke Gojek. Saya terkejut dan sangat kecewa hal ini terjadi. Dengan misi berdampak sosial, para pengemudi seharusnya bisa bergabung ke platform kami sepenuhnya gratis.
Saya segera menyampaikan kepada kepala operasional pengemudi saya bahwa jika hal ini tidak dihentikan dalam semalam, akan ada konsekuensinya. Saat saya mendengar masukan serupa dalam beberapa hari berikutnya, saya tahu kami harus mengambil tindakan tegas, namun saya penasaran bagaimana Nadiem akan merespons ketika saya menyampaikan fakta-fakta ini kepadanya.
“Pecat seluruh tim.”
Dan dalam waktu 24 jam, kami memecat para kepala operasional pengemudi dan menunjuk yang baru, mengirimkan pesan integritas yang sangat kuat.
Seperti yang ditunjukkan oleh momen krusial ini, saya yakin sepenuhnya akan integritas Nadiem. Sama sekali tidak mungkin ia melakukan apa yang dituduhkan kepadanya.
Google berinvestasi di Gojek karena kami membangun produk yang luar biasa dan dicintai oleh para pelanggan.
Kementerian Pendidikan memilih Chromebook karena Google membangun produk yang luar biasa dan dicintai oleh siswa K12 serta para pendidik.
Itu saja.
Tidak ada “konflik kepentingan”.
Hanya 2 perusahaan yang menghadirkan produk yang sangat kompetitif dan dicintai oleh para penggunanya.
Dan membayangkan bahwa Google, sebuah perusahaan dengan valuasi kapitalisasi pasar triliunan, akan mencemari namanya dengan terlibat dalam kesepakatan konflik kepentingan yang bagi mereka hanyalah setetes air di lautan, sungguh sulit untuk dipahami.
Selain integritas—yang dimiliki Nadiem berlimpah—sifat lainnya adalah sifat hemat. Berorientasi pada misi, bukan pada materi, bahkan ketika ia mengumpulkan kekayaan, ia selalu berhati-hati dengan uang. Saya tak terhitung berapa banyak momen kecil ketika ia mengatakan “tidak” pada hal-hal yang tidak melampaui manfaatnya.
Jadi maafkan senyum kecut saya ketika ia dituduh menyebabkan “kerugian negara”.
Sikap dan sifat hemat Nadiem pasti memastikan timnya bernegosiasi secara agresif untuk mendapatkan kesepakatan terbaik (baca: termurah) yang memungkinkan.
Silakan lihat halaman 4–5 dari presentasi IDC ini yang membandingkan biaya perangkat lain vs Chromebook di seluruh dunia.
https://t.co/Ko1uD9f5sA
Tergantung bagaimana Anda melihatnya, Chromebook menghasilkan penghematan sebesar 44–61%. PENGHEMATAN.
Saya mendorong semua orang untuk membaca presentasi ini yang menyoroti banyak manfaat lain Chromebook dibandingkan perangkat lain untuk ranah pendidikan.
Mohon bantu sebarkan ini seluas-luasnya, agar kita bersama-sama mendukung perkara Nadiem menuju pembebasan, sehingga ia dapat kembali ke rumah, tempat ia seharusnya berada, bersama istrinya dan keempat anaknya yang luar biasa.
Sebuah video mengharukan yang memperlihatkan pertemuan seorang ibu dengan buah hatinya di balik jeruji tahanan, viral di media sosial.
Ibu tersebut, Tina Rambe, terlihat memeluk erat anak balitanya. Ia ditangkap karena menolak pengoperasian pabrik kelapa sawit di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, pada Senin (20/5/2024) lalu.
Kala itu, ratusan warga Kelurahan Pulopadang, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, melakukan aksi menolak pengoperasian Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT PPSP karena lokasinya berdekatan dengan pemukiman mereka. Warga khawatir pabrik itu menyebabkan pencemaran lingkungan dan kebisingan dari mesin-mesin yang dioperasikan.
Dalam video yang viral itu, terlihat Sang Ibu (Tina Rambe) menahan tangis sambil mencium dan memeluk buah hatinya, sambil tetap berusaha menenangkannya. "Jangan sedih," ucapnya seraya menghapus air mata di pipi sang anak.
| Narasi Daily
Disini saya jelaskan kenapa saya di diskualifakasi dari London Olimpiade 2012. Zaman itu uda ada twitter, saya dihujat netizen bukan cuma dari +62 tapi hampir dari seluruh dunia karena berita itu jadi skandal internasional.
#Menjagamerahputih
Salah seorang pahlawan terpenting Indonesia saat mengalahkan Vietnam tadi malam, Ernando Ari, nyaris saja pensiun dini.
Empat tahun lalu, saat mengikuti TC Timnas U-19, Ernando mengalami cedera bahu cukup parah. Dokter Timnas U-19 saat itu, Elwizan Aminudin menyarankan agar Ernando istirahat saja. Nggak perlu operasi.
Saat pulang ke Persebaya, setelah cukup lama beristirahat karena pandemi Covid-19 menghentikan aktivitas sepak bola, kondisi bahu Ernando terlihat baik2 saja.
Karena sudah dianggap sembuh, pelatih Timnas Shin Tae-yong kembali memanggil Ernando. Tetapi alangkah terkejutnya STY saat melihat Ernando kembali cedera saat latihan.
Ternyata, kondisi bahu Ernando makin memburuk. STY bertanya kepada Ernando apakah dia sudah operasi? Ernando menggeleng. STY marah dan menyuruh Ernando lekas naik ke meja operasi. Perintah STY inilah yang menyelamatkan Ernando dari ancaman pensiun dini.
Belakangan terungkap bahwa Elwizan Aminudin alias Amin adalah dokter gadungan. Ijazah Amin dari Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, ternyata palsu.
Mengerikan.
📸: Ahmad Khusaini/Jawa Pos
MENANGGG!!!!!!!
Kemenangan pertama Indonesia pada laga kedua sepanjang partisipasi di Piala Asia.
Kemenangan ketiga Indonesia di Piala Asia.
Kemenangan yang sangat tidak mudah. Tapi atas kerja keras, kengototan, keberanian yang ditampilkan, Indonesia layak mendapatkan 3 poin ini.
Vietnam tersingkir. Indonesia akan bertarung hidup dan mati melawan Jepang (24/1).
Berat hati saya mengonfirmasikan kepada keluarga pasien.
"Bapak, Ibu, ini tabung oksigen terakhir kami. Dengan penggunaan sekarang, bapak hanya akan bisa dibantu oksigen dalam 3 jam kedepan." Seraya saya memasangkan masker oksigen dengan kecepatan 10 liter permenit di kepalanya.