@tanyakanrl Aku lulusan SPd, pernah ikut PPG prajab juga dan berakhir kerja kantoran. Aku bisa bilang kesempatan switch career itu selalu ada, tapi kalo boleh kasih saran kamu ambil dulu tawaran ngajar sembari belajar skill Excel dll untuk persiapan switch careernya. Semangat ya nderr
Karena di sini banyak yg muda, gua cuma kasitau. Hati2 di umur 27-29. Akan banyak rintangan, kejadian dan keputusan2 berat. Dalam hal apapun.
Gua gatau ini berlaku di setiap org atau gak, tapi banyak kejadian dan keputusan2 besar buat gua, terjadi pada rentang waktu itu.
@rubychordeva@smasocheetos@AkatsukiAlpha88 1. pencet tanda gear
2. kartu/rekening bank
3. pengaturan pembayaran otomatis
4. metode pembayaran pilihan
5. ubah
6. klik tanda x di pay laternya
udah. waktu itu jg nyoba canva premium trial, masa trial udh abis tbtb ditagih. spay 0, alhasil malah masuk ke paylater. hati2 aja
HP temen gue hilang. Besoknya syok berat, tagihan Paylater Rp12 juta dari transaksi yang gak pernah dia lakuin.
Aplikasinya dengan enteng bilang, "Pelaku masuk pakai PIN asli, berarti kelalaian user."
Temen gue sampai depresi. Gue langsung turun tangan.
3 hari kemudian, tagihan itu resmi jadi Rp0. Total biaya jadi Rp0.
Ini yang gue lakuin:
Bukan nyari HP lewat GPS. Prioritas utama adalah, amankan semua akun finansial dari perangkat lain. Login dari device cadangan, force logout semua sesi aktif. Terus telpon operator, blokir SIM card sementara. Ini krusial biar pelaku gak bisa terima OTP via SMS.
Yang paling penting dan kebanyakan orang gak tahu yaitu, minta log IP address + Device ID dari semua transaksi. Email resmi ke CS, minta data lengkap. Ini bukti kuat kalau transaksi dilakuin dari perangkat dan lokasi yang BEDA dari lo.
Buat laporan polisi (STPL). Banyak orang males ke polisi, padahal ini bukti hukum resmi bahwa lo korban, bukan pelaku yang pura-pura hilang.
Kirim surat sanggahan resmi via EMAIL, bukan chat CS biasa. Lampirkan kronologi, foto STPL, permintaan pembekuan tagihan selama investigasi. Chat CS gampang diabaikan, email formal punya kekuatan hukum.
Mereka masih nolak? Lapor OJK. https://t.co/vDQmTDwwDW atau telpon 157. OJK punya wewenang penuh buat nindak platform yang abai perlindungan konsumen. Begitu laporan OJK masuk, respons mereka biasanya berubah 180 derajat.
Alasan "PIN asli = kelalaian user" itu gak valid secara hukum. POJK 6/2022 bilang perusahaan WAJIB punya verifikasi berlapis untuk transaksi tak wajar. Kalo sistem mereka gak bedain pemilik asli vs pelaku, itu kegagalan MEREKA.
Hasilnya, hari 1 laporan polisi + sanggahan. Hari 2 eskalasi OJK. Hari 3 tagihan Rp12 juta DIHAPUS jadi Rp0.
Btw, stop nyatet PIN di Notes HP lo.
Haha, menarik ya 😂
Btw ini ada penjelasannya secara psikologis kenapa pas jatuh cinta rasanya jadi mendadak punya energi super power.
Jadi pas dapet notif dari dia yang kita sukai, otak akan memproduksi serotonin yaitu hormon rasa senang. Ga cuma itu, otak juga memproduksi dopamin, ini tuh zat kimia yang menumbuhkan motivasi dan semangat.
Efeknya gegara dopamin melonjak maka akan memicu energi fokus dan semangat. Kenapa tiba-tiba bisa jadi ngepel dan nyapu? Karena bawah sadar kita butuh menyalurkan energi berlebih biar tubuh ga merasa ‘gelisah’ karena terlalu seneng.
Ada lagi nih selain efek dopamin yaitu ‘mood congruence’, atau kesesuaian suasana hati, dimana ketika seseorang cenderung mengingat, merasakan atau memperhatikan informasi sesuai dengan suasana hatinya saat itu. Jadi cara kerjanya pada kondisi jatuh cinta itu kaya melihat segala sesuatu lewat kacamata positif gegara moodnya lagi di titik tertinggi.
Makanya aktivitas yang biasanya dianggap ngebosenin kaya menyapu atau nyuci itu akan "terwarnai" oleh perasaan senang tadi. Akhirnya jadi melihat kerjaan itu bukan sebagai beban, tapi sesuatu yang menyenangkan atau gampang diselesaikan karena pikiran kita sedang berada di frekuensi "keberhasilan dan kebahagiaan".
Gituuuu 🫶🏻✨
@NetflixID it takes a village (bahkan senegara) to raise a kid alias pendidikan itu kalo mau berhasil hrs komprehensif dari stakeholder paling atas alias pemerintah yg membuat kebijakan, guru di sekolah, dan orang tua di rumah. semuanya hrs bersinergi dan bukan saling serang.
dulu gua mengejar gaji.
dulu gua mengejar jabatan.
dulu gua bangga kalau kalender penuh meeting.
sekarang gua lebih menghargai waktu kosong.
lebih menghargai tidur nyenyak.
lebih menghargai makan malam tanpa notifikasi Teams.
tahun kelima jadi titik balik.
suatu pagi gua lagi duduk sendiri di depan laptop.
kalender penuh warna-warni.
meeting bertumpuk.
email belum habis dibalas.
tiba-tiba gua mikir:
"kalau hidup gua masih seperti ini lima tahun lagi, apa gua bakal bahagia?"
gua diem cukup lama.
dan jawaban yang muncul ternyata sederhana.
enggak.
malam itu gua buka file resignation letter yang sudah lama tersimpan di folder desktop.
jujur aja, file itu udah ada hampir setahun.
cuma belum pernah gua kirim.
malam itu gua edit sedikit.
gua baca ulang.
lalu gua klik send.
sesimpel itu.
nggak ada drama.
nggak ada marah-marah.
nggak ada pidato panjang.
cuma satu email.
setelah email terkirim, gua malah bengong beberapa menit.
bukan karena takut.
lebih karena nggak percaya.
hampir 5 tahun hidup gua ada di perusahaan itu.
5 tahun bangun pagi untuk login.
5 tahun mengejar target.
5 tahun menghadiri ratusan meeting.
5 tahun bekerja dengan orang-orang dari berbagai negara dan budaya.
5 tahun yang terasa panjang sekaligus cepat.
hari terakhir kerja, beberapa teman mengirim pesan.
kenji bilang semoga suatu hari bisa bertemu lagi di jepang.
raj bercanda kalau akhirnya gua "kabur dari corporate prison".
david bilang keputusan terbaik sering kali adalah keputusan yang paling menakutkan.
dan waktu laptop kantor resmi gua kembalikan, ada perasaan aneh.
tempat yang dulu gua anggap tujuan ternyata cuma persinggahan.
waktu keluar dari gedung kantor hari itu, gua lihat ke belakang satu kali.
lalu jalan ke parkiran.
untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, gua pulang tanpa memikirkan email yang harus dibalas besok pagi.
rasanya aneh.
tapi lega.