Tadi petang saya menyempatkan diri untuk melihat langsung 41 mahasiwa disabilitas netra yang diusir dari tempat belajar & asramanya oleh Kemensos. Sampai saat ini mereka msh bertahan di sana. Tidur & berkegiatan di dpn trotoar jalan. Jd lebih baik mana? Buta mata atau buta hati?