Gw punya banyak kenalan orang tua, paman, tetangga yang kalau diajak diskusi soal investasi digital langsung geleng kepala.
Reksadana? Tidak percaya.
Obligasi online? Tidak percaya.
Nabung di bank digital? Jangan-jangan besok kabur.
Tapi properti? Langsung percaya.
Emas? Percaya.
Bukan karena mereka bodoh.
Tapi karena mereka butuh sesuatu yang bisa dipegang.
Secara harfiah.
Tanah bisa diinjak.
Emas bisa digenggam.
Kos-kosan bisa dilihat ada orangnya atau tidak.
Instrumen digital sebagus apapun fundamentalnya buat mereka tetap terasa seperti uang yang ada di udara.
Dan ini yang bikin edukasi investasi di Indonesia itu susah.
Bukan karena kurang konten.
YouTube penuh.
TikTok penuh. T
api konten tidak bisa menggantikan pengalaman langsung yang membentuk kepercayaan.
Generasi yang pernah kena tipu arisan berantai.
Yang pernah lihat bank bangkrut.
Yang pernah lihat orang kaya tiba-tiba jatuh miskin karena investasi yang tidak kelihatan wujudnya mereka tidak akan percaya hanya karena ada grafik yang bagus di layar.
Jadi Raditya Dika benar soal yield.
Secara angka memang begitu.
Tapi investasi terbaik tetap yang bisa lu tidur nyenyak karenanya.
Dan buat sebagian orang tidur nyenyak itu harganya ya kos-kosan di pinggir kampus.
Gw dukung deh apapun keputusan PSSI terkait STY, tapi kalo performa timnas setelah STY dipecat lebih buruk dan ga lolos round 4 kualifikasi pildun gw maki-maki sampe kiamat tu Asosiasi 😊
Aku setuju sty di ganti jika gagal ke round 4 , ingat kalau gagal round 4 !!
Tapi saat ini sorry, aku masi di barisan percaya sama sty sampai tahun depan.
Dan jika nati dia gagal dan out, dia tetep tercatat di ingatan ku sebagai pelatih terbaik Indonesia yang perna ada.
📷:GR