Prabowo paling takut sama siapa?
Bukan 9 naga, pas ketemu di Hambalang katanya ada yg dibentak.
Bukan pengusaha, semua kebijakannya belakangan gak pro pengusaha
Bukan TNI, itu sudah dikuasai. Dan bukan rakyat jelata juga
Dia paling takut mahasiswa karena konon mertuanya lengser karena mahasiswa. Semangat buat yang demo, jangan sampai anarkis dan salah sasaran. Ingat sekali lagi, yg diperjuangkan jelas, yg disasar juga jelas. Jangan sampai salah sasaran karena kena provokasi mereka
Pulang ngelesin, niatnya cuma mau istirahat sebentar sambil melegakan tenggorokan di salah satu gerai minuman China yang sempat hits beberapa waktu lalu. Badan sudah capek, suara mulai serak karena seharian mengajar, jadi yang aku cari cuma suasana tenang sebelum pulang.
It's late, too late for hope and too early for sleep. Feel my energy draining, my thought twisting in circles, and the city outside seems to whisper of my helplessness
Basarnas dan para first responders ini yang anggarannya harus ditambah, kecepatan, presisi, serta peralatan terbaik sangat diperlukan utk menyelamatkan nyawa. Bukan malah bayar langganan Zoom miliaran rupiah.
Jani begidi; Sudah 16 tahun rejim NDX melayani warga dengan penghargaan WTP, sebuah kehidupan yang "wajar tanpa pengecualian" bagi nasib kawula:
1. Lahir ceprot wes dititipke daycare ilegal dan jahat
2. Wayah gede remaja dadi pemuda bergelut rebutan parkiran atau jadi buruh upah murah
3. Saatnya jadi kepala keluarga stres dan sakit2an mati di jalanan
4. Tidak ada hiburan sedikitpun selain merayakan hajat kerajaan.
😎🔥
Nyesaaaaaak bos !
Stop foya2 keluar negeri
Rampingkan kabinet, pecat 50 % menteri/ pejabat tinggi
Stop MBG goblok itu
Tarik kembali uang pajak rakyat di Danantara
Hentikan kekuasaan dayang2 SPRI
Di kondisi ekonomi sesulit sekarang, berikut anggaran yang dihamburkan BGN sejauh ini :
-langganan zoom meeting 5,7 miliar
-pakaian 623,3 miliar
-pelatihan & sosialisasi 464,6 miliar
-perangkat teknologi 1,26 triliun
-motor listrik 1,2 triliun
-event organizer 113 miliar
Gw punya temen, sebut aja dia orang yang paling gak suka ngomongin uang.
Bukan karena dia kaya. Justru sebaliknya.
Dia pernah cerita, waktu SMA dia sering nongkrong sama geng yang ortunya rata rata berada. Dan ada satu momen yang sampe sekarang masih dia inget.
Waktu itu mereka makan bareng di mall. Biasa aja, bukan tempat fancy. Tapi waktu ngeliat menu, temen temennya langsung pesan tanpa mikir. Ini itu, tambahin ini, minta yang ukuran besar.
Sementara dia diem diem ngitung. Milih yang paling murah. Mastiin uang di dompetnya cukup.
Dan gak ada yang sadar. Gak ada yang notice. Semua ketawa ngobrol seperti biasa.
Tapi dia bilang ke gw 'itu momen pertama gw beneran ngerasa, oh, kita emang beda.'
Bukan beda yang bikin dia minder. Tapi beda yang bikin dia sadar bahwa cara orang ngeliat uang itu dibentuk dari kecil tanpa mereka sadari.
Yang satu pesan makanan kayak napas natural, gak dipikirin.
Yang satu pesan makanan kayak ngambil keputusan penting.
Duduk di meja yang sama. Tapi sebenernya dua dunia yang berbeda.
Guys kencengin ikat pinggang. Gw sama suami bener2 memutuskan di rumah aja pas liburan nanti. Meskipun ada rejeki lebih baik disimpan or dibagi ke orang tua dan adik2.
Tough time ahead. Tapi semoga semua ini bisa kita lewati sama-sama.
Jangan lupa momen2 ini guys pas pemilu 2029 nanti. Beneran deh, gw pun mengingatkan ke diri gw sendiri. Selalu edukasi diri.
Polesan kamera itu menyakitkan. Uda stop justifikasi2 orang baik, politik itu harus damai, pilih pemimpin yg punya pengalaman. STOP.
Next time, gw cuma mau milih yg mendorong perubahan sistem. Ga ada lagi ngomong2in program kerja. Capek. Banyak banget program kerja, tapi ujung2nya mental juga kondisi ekonomi kita.
Kalo institusi bener2 jalan, at least kita ga ngerasa clueless kaya gini. Kita ga harus saling blaming each other. Kita ga harus dipaksa mikir setiap saat untuk issue yg seharusnya tugas yg menjalankan pemerintah.
Kuat2 semua. Apalagi sandwich generation, I feel you. 🫶🏼
Plot twist Indonesia: di tengah jalan ada calon korban tilang panik karena lupa bawa helm… tiba-tiba abang ojol datang bukan buat jemput penumpang, tapi jemput pahala. Helm dipinjemin, polisi lewat, semua selamat.
Negara +62 memang kadang nggak diselamatkan sistem, tapi diselamatkan solidaritas dan helm cadangan abang ojol. 🫡