20 January 2025
Dengan berat hati mengabarkan bahwa Milo sudah berpulang setelah sebelumnya sempat drop (dan langsung dibawa ke vet).
Terima kasih kepada para kakak-kakak yg sebelumnya sudah banyak membantu Milo.
Scroll thread keatas untuk melihat semua perjuangan Milo
❤️🕊🥀
A cat in Istanbul grabbed a plastic bag containing stale bread that had been left in front of a bakery and started walking away with it. This unusual sight caught the attention of a local resident, who decided to follow the cat out of curiosity.
The cat was dragging the plastic bag full of bread, which was almost bigger and heavier than itself, with great effort. From time to time, it stumbled and dropped the bag, but it never gave up. After a while, it entered an empty shop that was under renovation.
When the local resident followed the cat all the way inside, she experienced emotional moments after seeing what was there. It turned out that the cat had been making all that effort for her kittens 🥹
Motherhood is truly something sacred... No matter the species, a mother's struggle for her children touches the heart 😭❤️
4 yıl önce, hırsızların kapıyı açık bırakmasıyla Nacho kayboldu. Sahibi onu aramaktan hiç vazgeçmedi. Herkes “bırak” dedi ama o hep bir gün tekrar tanıyacağını biliyordu.
Birgün, hiç gidilmemiş bir sokakta turuncu bir kediyle göz göze geldiler. Sol kulağındaki küçük iz her şeyi anlattı. İsmiyle seslenildi, kedi yaklaştı… ve tanıdı.
Dört yıl sokaklarda yaşadı ama bugün evine döndü.
Bazı bağlar kopmaz. Ne kadar imkânsız görünse de.🥹♥️
Namanya Achmad Syahri As Siddiqi adalah anggota DPRD Kabupaten Jember periode 2024-2029 dari Partai @Gerindra.
Gimana nih min kadernya kek gini ?
@prabowo
Ingat baik-baik namanya, Nalince Wamang
Pelajar asli Papua, 17 tahun, tewas ditembak oleh tentara saat sedang mendulang emas di wilayah bekas aliran limbah tambang PT. Freeport demi mencari uang untuk kuliah
Dimiskinkan sistem, dibunuh aparat negara
Never forget, never forgive
baru aja nangisin Obie si walrus, video walrus ini lewat 🥲
buat yang belum tau, walrus (Odobenus rosmarus) itu salah satu hewan sosial, makanya di alam liar mereka selalu dalam kelompok besar.
kalo temen-temen lihat walrus lagi ngumpul berdempetan, nah itu mereka lagi main, hangatkan tubuh dan saling tukar informasi.
oiya, walrus bisa menyelam puluhan kali sehari. mereka menjelajahi lautan, berpindah mengikuti es, hidup dalam komunitas yang ramai dan penuh interaksi sosial.
kekgitu kehidupan walrus seharusnya.
di abad ke-19 dan awal abad ke-20, walrus diburu besar-besaran untuk diambil lemak, gading, kulit, dan dagingnya.
nah, di saat yang sama, beberapa walrus juga ditangkap hidup-hidup untuk dipajang di kebun binatang atau akuarium sebagai hewan eksotis dari arktik.
karna walrus mudah dilatih untuk menuruti perintah, mereka dimasukkan ke pertunjukan sirkus dan taman hiburan.
salah satu yang bernasib sama namanya Obie yang tinggal di SeaWorld. selama hidupnya dia sering nekan-nekan mulutnya ke kaca kolam, kadang juga muntahin makanan dan menelan kembali.
para ahli bilang, Obie kemungkinan mengalami semacam gangguan psikologis akibat kehidupan di luar habitatnya.
di penghujung hidupnya, Obie hampir buta, matanya rusak karna terus-terusan terpapar matahari pas atraksi menangkap ikan tanpa istirahat yang cukup atau berteduh.
oiya, Obie juga gapunya teman. dia walrus jantan yang hidup sendirian di akuarium. padahal di alam liar kek yang kubilang tadi, walrus gabisa hidup sendirian.
18 tahun lamanya Obie di SeaWorld, sampai akhirnya mati di tahun 2015.
bayangin ya, kalo kita jadi Obie keknya selama 18 tahun itu kita tiap hari berharap besok bakal ketemu teman, atau bisa berpindah tempat, tapi ternyata sampe mati pun di situ.
sumber bacaan:
https://t.co/tIQfN6UhNi
https://t.co/VKl83uSen4
baru aja nangisin Obie si walrus, video walrus ini lewat 🥲
buat yang belum tau, walrus (Odobenus rosmarus) itu salah satu hewan sosial, makanya di alam liar mereka selalu dalam kelompok besar.
kalo temen-temen lihat walrus lagi ngumpul berdempetan, nah itu mereka lagi main, hangatkan tubuh dan saling tukar informasi.
oiya, walrus bisa menyelam puluhan kali sehari. mereka menjelajahi lautan, berpindah mengikuti es, hidup dalam komunitas yang ramai dan penuh interaksi sosial.
kekgitu kehidupan walrus seharusnya.
di abad ke-19 dan awal abad ke-20, walrus diburu besar-besaran untuk diambil lemak, gading, kulit, dan dagingnya.
nah, di saat yang sama, beberapa walrus juga ditangkap hidup-hidup untuk dipajang di kebun binatang atau akuarium sebagai hewan eksotis dari arktik.
karna walrus mudah dilatih untuk menuruti perintah, mereka dimasukkan ke pertunjukan sirkus dan taman hiburan.
salah satu yang bernasib sama namanya Obie yang tinggal di SeaWorld. selama hidupnya dia sering nekan-nekan mulutnya ke kaca kolam, kadang juga muntahin makanan dan menelan kembali.
para ahli bilang, Obie kemungkinan mengalami semacam gangguan psikologis akibat kehidupan di luar habitatnya.
di penghujung hidupnya, Obie hampir buta, matanya rusak karna terus-terusan terpapar matahari pas atraksi menangkap ikan tanpa istirahat yang cukup atau berteduh.
oiya, Obie juga gapunya teman. dia walrus jantan yang hidup sendirian di akuarium. padahal di alam liar kek yang kubilang tadi, walrus gabisa hidup sendirian.
18 tahun lamanya Obie di SeaWorld, sampai akhirnya mati di tahun 2015.
bayangin ya, kalo kita jadi Obie keknya selama 18 tahun itu kita tiap hari berharap besok bakal ketemu teman, atau bisa berpindah tempat, tapi ternyata sampe mati pun di situ.
sumber bacaan:
https://t.co/tIQfN6UhNi
https://t.co/VKl83uSen4
🚨 Un bebé ballena se niega a dejar el cuerpo de su madre muerta 🐋💔
Se queda a su lado durante días. La llama, la empuja con el hocico buscando leche, se niega a abandonarla.
Hasta que él también se debilita.
No somos la única especie que se rompe cuando perdemos a nuestra madre.
El duelo es más universal de lo que creemos.
#Naturaleza #Ballenas #Duelo
Guys, ada kasus yang menurut gue adalah salah satu yang paling menggemparkan dan paling penting untuk dibahas dengan kepala dingin karena ini menyangkut keselamatan anak-anak di institusi yang paling dipercaya oleh orang tua di Indonesia.
Kasus pelecehan seksual oleh oknum pengasuh pondok pesantren di Pati, Jawa Tengah.
Kasusnya seperti apa:
Seorang pendiri dan pengasuh pondok pesantren di Dipati, Pati berinisial AS kini sudah berstatus tersangka per tanggal 28 April 2026 setelah dilaporkan sejak 2024.
Korban yang berani melapor adalah santriwati yang masuk pesantren sejak 2016-2017 pada usia sekitar 14 tahun.
Modusnya bertahap dan sangat terstruktur dimulai dari disuruh memijat, lalu diajak ziarah dan selawatan, kemudian diarahkan ke praktik yang lebih jauh dengan dalil "terapi batin" dan "perintah guru tarekat."
Yang paling mengerikan adalah justifikasi yang digunakan: korban diberitahu bahwa mereka memiliki "penyakit batin" seperti iri dan dengki, dan "obatnya" adalah menemani oknum tersebut tidur.
Ketika korban menolak atau mencoba cerita ke orang lain diancam sanadnya diputus, artinya jalur keilmuannya terputus dari guru.
Skala dugaan kejahatan ini:
Dari keterangan yang disampaikan, dugaan jumlah korban mencapai sekitar 50 santriwati dari berbagai daerah termasuk Jakarta dan Kalimantan.
Kasus ini dilaporkan sejak 2024 tapi sempat stagnan tanpa perkembangan yang jelas. Baru setelah ada pendampingan hukum dari kuasa hukum baru dan dukungan ormas lokal perkara ini naik ke penyidikan dan tersangka ditetapkan.
Penyidikan sudah didukung oleh bukti yang cukup kuat: visum, keterangan korban, rekaman percakapan di WhatsApp yang memuat pesan seperti "temani Bapak tidur kalau tidak mau saya ganti yang lain," serta dua HP yang disita sebagai barang bukti.
Modus yang perlu dipahami agar tidak terulang:
Ada pola yang sangat sistematis di sini yang perlu dikenali oleh semua orang tua.
Pertama grooming bertahap.
Tidak ada pelecehan yang terjadi di hari pertama. Selama 3 tahun pertama semua berjalan normal. Kepercayaan dibangun pelan-pelan sebelum penyimpangan dimulai.
Kedua doktrin ketaatan digunakan sebagai senjata.
Di lingkungan pesantren, tawadu atau kepatuhan kepada guru adalah nilai yang sangat dihormati. Oknum ini mengeksploitasi nilai tersebut untuk membuat korban tidak berani menolak atau melapor.
Ketiga ancaman spiritual.
Ancaman "sanad diputus" atau "berkah ilmu hilang" adalah ancaman yang secara psikologis sangat berat bagi santri yang menghargai jalur keilmuannya. Ini membuat korban terdiam bahkan ketika ingin bercerita.
Keempat isolasi korban.
Korban yang mencoba bercerita kepada kakaknya justru dipanggil dan dimarahi.
Orang-orang di sekitar yang mengetahui pun diam karena takut atau percaya oknum tersebut "sakti."
Yang membuat kasus ini akhirnya terbongkar:
Ayah korban yang tidak menyerah.
Sudah dua kali ditawari uang pertama Rp300 juta, kedua Rp400 juta dan dua kali menolak.
Diancam, diintimidasi, disuruh cabut laporan tetap tidak mundur.
Kuncinya juga ada pada pergantian tim penyidik. Dengan Kapolres, Kasatnya, dan penyidik yang baru dalam 3 bulan berkas sudah bergerak dan tersangka ditetapkan.
Sesuatu yang tidak terjadi selama bertahun-tahun sebelumnya.
Yang perlu dikawal ke depan:
Pertama — ancaman hukuman harus maksimal. Pasal perlindungan anak dengan lebih dari satu korban seharusnya memberikan tuntutan minimum yang jauh lebih berat.
Kuasa hukum mendorong minimal 15 tahun, bukan 3 tahun.
Kedua — ketua yayasan yang diarak dalam demonstrasi 2 Mei statusnya belum jelas dan masih akan dikembangkan penyidikannya.
Apakah dia mengetahui dan membiarkan praktik ini berlangsung bertahun-tahun itu adalah pertanyaan yang harus dijawab.
Ketiga — tujuh dari delapan pelapor masih bekerja di pondok pesantren tersebut.
Mereka perlu perlindungan nyata agar tidak diintimidasi lebih lanjut.
Satu hal yang sangat penting untuk digarisbawahi:
Kasus ini bukan tentang pesantren sebagai institusi. Pesantren adalah tempat yang baik dan dipercaya jutaan keluarga Indonesia untuk mendidik anak-anak mereka.
Yang bermasalah adalah satu oknum yang menggunakan jubah keilmuan untuk menyembunyikan predasi.
Justru karena pesantren adalah institusi yang begitu dipercaya hukum harus sangat tegas terhadap siapapun yang mengeksploitasi kepercayaan itu.
Bukan untuk menghancurkan nama pesantren, tapi untuk membersihkan sistem dari orang-orang yang mencemarkannya.
Dan cara satu-satunya agar hal ini tidak terus terjadi adalah transparansi, keberanian melapor, dan penegakan hukum yang tidak bisa dibeli dengan Rp300 juta atau Rp400 juta.
resign ga dapet apa apa?
mintain hak kamu!! semua itu diatur di Pasal 50 PP 35 tahun 2021
kalo resign nya:
-1 month notice
-tidak terikat dalam ikatan dinas
-tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal mulai pengunduran diri;
kamu berhak dapet :
-Uang pergantian Hak
-Uang Pisah