Punya pasangan yang mau sukses bareng, berproses bareng, berkembang bareng, kalo satunya gagal satunya bantu untuk bangkit, saling support is another level of lucky.
Raisa said:
"Aku memilih melepaskan yang membingungkan, karena aku tidak se-kurang itu untuk diragukan. Aku layak dicintai dengan jelas, sepenuh hati dan tanpa ragu."
Nyari status pacaran mah gampang banget, nyari yg mau tumbuh bareng dalam segi emosional, karir, dll itu yg susah.
It’s not just about having fun together.
It’s about you being able to lay your head on me, and me on you 😌
Gue kemarin baca novel Crazy Rich Asians. Ada ucapan dari Eleanor Young yang nyantol di kepala:
Bahwa momentum itu lebih menentukan jadi/tidaknya sebuah hubungan ke pernikahan. Dari sekadar besaran rasa cinta itu sendiri.
Misal, pas sekolah / kuliah suka banget banget sama seseorang. Tp lu ga siap mental, pikiran, ekonomi, dsb. Pokoknya ga ready aja. Segimanapun berdua saling suka, kalau momentumnya ga pas, ya bisa aja bubar. Misal, pacaran tp jadi posesif atau suka berantem krn blm siap utk difficult conversation.
Tp kalo udh nemu momentumnya, misal udah stabil kerjaannya, udah lebih dewasa, dsb, maka lu bs aja nikah sama seseorang yang cinta-nya "just ok", ga harus menggebu2 kayak pas first love jaman muda dulu.
hidup cuma sekali.
so it's okay kalau kita pernah salah.
salah pilih, salah percaya, salah langkah, it's part of learning.
asalkan you learn and move forward, that's already brave. that's how you take responsibility for your life.
Ini serius, cewek sekarang rata-rata lagi asik sendiri, royal sama diri sendiri, bisa beli apa-apa sendiri, kemana-mana cuma bawa temen cewek buat nongkrong.
Jadi kalo lo mau masuk, pastikan lo itu bukan beban yang cuma modal pertanyaan : "udah makan belum sayang"
pada akhirnya, bukan lagi
"if he want, he would"
tapi "if Allah has written it for you, it will find its way to you, at the right time, in the right way"
inget, apa yang emang buat kamu, pasti akan jadi milikmu, dan gaakan jadi milik orang lain.
dalam Islam, perempuan tidak diwajibkan untuk bekerja, dia menjadi tanggung jawab ayahnya saat masih lajang, setelah menikah dia menjadi tanggung jawab suaminya, tapi di jaman sekarang, seolah bekerja adalah harga diri setiap orang bahkan perempuan.
masuk akal juga sih alesan orang gak pacaran karna gak ada waktu
senin-jumat kerja
sabtu beres2 nyuci segala macem
minggu istirahat buat persiapan hari senin
damn😭