Selasa masih di level Polda Metro Jaya, selasa malem ada telfon, status naik ke Mabes Polri 🤣, match lokal mendadak naik ke Mabes Polri. Jis langsung diblokir katanya faktor keamanan 🤣. Stadion di ujung Jakarta aja sampe kena. Hebat tuh yg nelpon Mabes
🚨Two days ago, Persis Solo posted a poster featuring lots of suckermouth catfish, which have been a recent issue in Jakarta, to promote their upcoming match against Persija Jakarta.
Today, Persija Jakarta responded in style, beating Persis Solo 4–0 at GBK. Their social media then fired back in the psywar by uploading an animation of the “Tembok Ratapan Solo” 😂
Great banter from both clubs!
Tapi pak, pemilihan tempat penginapan tim taMU bukan dari Panpel maupun tim Tuan RUMah.
Panpel hanya bisa merekomendasikan dan mengkoordinasikan jika tim taMU meminta bantuan untuk mencarikan hotel.
SCBD: potret ketimpangan sosial kecil dibalik megahnya gedung-gedung pencakar langit.
Banyak yg cuma karyawan kontrak bergaji UMR, cari parkir liar di senopati, makan di warlong.
Di sisi lain banyak juga yg gaji ratusan juta sebulan, monthly groceries di grand lucky, lunch di ashta / PP tiap hari.
Semalem legend kita, Tan Liong Houw yang pencapaiannya di cela cela dianggap piala tarkam, piala karatan, piala ciki, dapet penghargaan tuh dari PSSI 🙂
Grup ultras Dortmund resmi memboikot laga tandang vs Atalanta nanti malam‼️
Mereka menyatakan ga akan hadir di stadion, karena adanya intervensi berlebihan dari kepolisian Italia. Sekitar 300 suporter Dortmund kabarnya tertahan di bandara, setelah Atalanta melabeli sejumlah grup ultras sbg ancaman bagi keamanan
Bahkan fans yg udah tiba di Bergamo juga banyak yg hotelnya dihampiri polisi setempat dan diperlakukan sewenang2 tanpa pemberitahuan
Grup ultras Südtribune Alliance: "kami tidak pernah mendapat perlakuan separah ini dalam 16 tahun kami berlaga di Eropa" [via @GGFN]
🤦
Seorang bintara remaja Direktorat Sabhara atau Ditsamapta Polda Sulawesi Selatan, Bripda DP (19), meninggal dunia di barak pada Minggu (22/2). Korban diduga menjadi korban kekerasan oleh seniornya. Jenazah Bripda DP saat ini berada di RSUD Daya Makassar.
Kabid Propam Polda Sulsel, Zulham Effendy, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Autopsi juga belum dilakukan karena masih menunggu persetujuan dari pihak keluarga.
Terkait dugaan keterlibatan senior, Propam Polda Sulsel telah memeriksa sejumlah anggota polisi yang diduga mengetahui kejadian tersebut. Pemeriksaan mencakup rekan seangkatan korban serta beberapa seniornya, dan jumlah saksi yang diperiksa berpotensi bertambah seiring pendalaman kasus.
Zulham menegaskan bahwa hingga kini pihaknya belum dapat memastikan apakah korban mengalami kekerasan secara bersama sama atau bentuk lainnya. Seluruh kemungkinan masih didalami melalui proses penyelidikan yang berjalan.
Polda Sulsel memastikan penanganan perkara ini dilakukan secara profesional dan transparan. Propam berkomitmen mengungkap peristiwa tersebut sesuai fakta dan ketentuan hukum yang berlaku.
📸: Dok. Istimewa.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | oneliner | R176 | R120 | E053
#bicarafaktalewatberita #kumparan
🚨 PEMBANTAIAN GAJAH DI LAHAN KONSESI 💔🥀
TOLONG UP🆙🆙🆙🔝🔝🙏🙏🙏
Kami, rakyat Sumatera, menuntut dengan tegas kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, CABUT SEGERA izin konsesi yang menjadi sarang pembunuhan berulang!
Kembalikan tanah itu menjadi hutan sejati, bukan kuburan gajah Sumatera! Ini bukan kejadian biasa, ini sudah PULUHAN KALI terjadi, gajah dibantai sadis di areal konsesi, kepala dipenggal, gading dicuri, nyawa gajah harusnya dilindungi negara justru direnggut di bawah izin perusahaan!
Kami patut curiga keras, ada keterlibatan atau setidaknya kelalaian fatal dari pemegang izin yang membiarkan, atau bahkan memfasilitasi, pembantaian satwa dilindungi ini berulang-ulang. Sudah cukup darah tumpah!
Hentikan pembiaran ini sekarang juga, atau rakyat Sumatera akan anggap negara turut menjadi pembunuh gajah kami!”