my grown ass might actually cry cause max really showed formula one levels of domination beyond imagination and drove a legendary rocketship but when it came to bidding farewell to his home he has to do it in sum fake shit called aarbeetwentytoo
Orang" ngira redbull problem bisa selesai klo mekies dengerin max lagi😂 enggak, itu tuu cuman tip of the iceberg doang. Dri petinggi" redbull sendiri yang malah neken max dan maksa dia buat bolehin mereka beli klausul exit dia (something yg semua driver punya mind you) sampe
Aneh banget bangsat. Masukin “PENCEGAHAN” LGBT+ ke kurikulum pendidikan but sex education, “how not to be a rapist”, and how to respect differences—ethnicity, race, religion, skin color, language, culture, beliefs, and sexuality.
The people blaming Max Verstappen for the 3 crashes this year are fucking braindead.
Max literally hasn’t crashed a single time since Saudi 2021. That’s FIVE FUCKING YEARS ago!! You seriously think he just forgot how to drive overnight?
Every single crash this year was an obvious car failure. The commentators clocked it immediately every time, and anyone with even a shred of F1 or motorsport knowledge could see those incidents were completely abnormal. None of them were driver errors.
@versbrina The day he shows up to the paddock holding an emotional support cup of iced coffee instead of a Red Bull can would be one I will celebrate like Christmas
rbr pake bahas bank accountnya max, tai lah lo semua emang kalo max ga wdc bakalan banyak sponsor masuk apa. waktu itu lo pada kebanjiran sponsor semenjak max wdc setannnnnn
Waited 6 seasons to get a competitive car for a title, carried the team to 2 titles it wouldn’t have otherwise won, broke every conceivable record he could in his good years, stuck by and lead the way in 2025 nearly snatching an additional title
These fans forget he existed pre 2022
@TearOffFR@Planet_F1 "Red Bull estime avoir suffisamment investi sur Max Verstappen pour mériter un engagement plus fort de sa part"... Sérieux ? 4 titres de champion de monde et 2 constructeur sur ses épaules c'est pas suffisant pour eux ?
jadi fans max tuh gue ngerasa safe bgt karena gue tau kualitas pembalap gue. even kl dia milih buat cabut dr rbr pun gue ga ketar ketir karena yaudah??? terserah dia nanti mau masuk mana i believe in his decision. bahkan kalo dia mau jd supir truk lintas sumatra pun gw dukung
Sebenarnya dengan status sebagai empat kali juara dunia dan label 'pembalap dengan talenta terbaik' di grid saat ini, Max Verstappen bisa dengan mudah mau ambil kursi di tim mana saja.
Siapa yang tidak mau jasa dari seorang pembalap dengan skill anomali seperti dia?
Masalahnya ada tiga faktor yang jadi hambatan jika tim ingin merekrut Verstappen: gaji, politik, dan akomodasi.
Gaji Verstappen adalah yang termahal di F1 saat ini, otomatis pilihan dia jadi lebih sempit. McLaren ogah bayar gaji pembalap mahal-mahal. Jadi pilihannya ada di Mercedes & Ferrari yang punya kekuatan finansial.
Lalu politik ada sosok Jos Verstappen & Raymond Vermeulen yang terbukti cukup vital di Red Bull untuk mendorong tim supaya lebih prioritaskan Verstappen. Wajar karena mereka berdua tentu inginkan yang terbaik bagi sang pembalap.
Mercedes terganggu dengan faktor politik ini. Mereka ingin kontrak tiga tahun untuk Verstappen, tapi ditolak karena tak sesuai dengan preferensi Toto Wolff yang lebih suka kontrak jangka pendek. Apakah Ferrari sanggup handle politik semacam ini? Pada 2024 mereka menolak rekrut Adrian Newey karena takut terlalu intervensi internal.
Terakhir ada akomodasi di mana Verstappen bukan cuma seorang pembalap juara dunia F1, tapi juga merupakan sebuah aset & brand. Tim harus bisa akomodasi kebutuhan marketing personal sang pembalap, terutama tim balapnya di ajang ketahanan/simracing & ambisi besarnya di sana.
Alasan kenapa Verstappen awet di Red Bull karena mereka bisa berikan akomodasi & kebebasan kepada sang pembalap untuk eksplorasi brand. Bahkan sampai mendukung sponsor serta operasional. Tim lain belum tentu sanggup berikan akomodasi semaksimal Red Bull kepada Verstappen.
McLaren, Ferrari, & Mercedes, siapa yang tidak mau mobilnya dikemudikan oleh seorang Max Verstappen?
Tapi gaji mahal, tahan dengan tekanan politik di internal, dan akomodasi brand adalah tiga faktor yang akan jadi penghambat negosiasi Verstappen jika ingin pindah dari Red Bull.