Seorang Presiden, tidak shalat idul Adha bahkan tidak shalat sama sekali, itu bukan sebuah pelanggaran perUUan, bukan pelanggaran apapun dalam tugasnya sebagai Presiden. Bukan juga termasuk perbuatan tercela.
Bahkan saat pencalolan dan pemilihan Presiden pun, indikator ketaatan menjalankan agama itu tidak jadi ukuran.
Yang ada hanya syarat KOSMETIK berupa syarat Bertaqwa kepada TYME, tanpa ukuran apapun, tanpa pebuktian apapun. Bagi yang belajar hukum Tata Negara ini namanya syarat MAKNAWI.
Jadi ndak usah lah dipersoalkan.
Kalau mau mempersoalkan, coba dorong perubahan UU dalam persyaratan Presiden, wajib orang yg menjalankan perintah agama dan menjauhi yang dilarang (Arti Taqwa sebenarnya).
Jika UU tak melarang, tak patut kita persoalkan. Paling jauh kita hanya bisa mempersoalkan saja saat pemilihan, untuk tidak dipilih calon yang beragama tapi tak menjalankan perintah agama, alias agama KTP.
DOUBLE-DOUBLE TRACK, OON. Jujur kirain DDT itu udh sampe Cikampek, atau minimal Cikarang. Ternyata emang negara gak mau fokus benahi transportasi rel, padahal duit ada. Jangan harap transportasi rel bisa dibangun di Papua kalo yg di Jawa aja masih pake jalur warisan Belanda. Gak usah jauh-jauh deh sampe Papua, itu Nambo-Cikarang aja gak jadi-jadi sampe sekarang.
Jangan salah, setelah kemerdekaan banyaaaak jalan dibangun.
TAPI jalannya kayak gini: cuma buat lingkungan perumahan masing-masing. Gak tersambung satu sama lain.
Jalanan seperti ini banyaknya, maaf di daerah pinggiran.
@itbfess_x Dulu ketika uang beasiswa masih disalurkan langsung oleh pemberi beasiswanya, terbilang selalu lancar.
Giliran diambil alih penyalurannya jadi sama Ditmawa, ada aja masalahnya.
Sudah saatnya penyalurannya dibalikin lagi jadi langsung oleh pemberi beasiswa.
(3/12)
Presiden Indonesia Suharto bersama Wakil Presiden B J Habibie (kiri) dan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Faisal Tanjung (kanan) pada saat kedatangan dari KTT G-15 Kairo di bandara,Jakarta (14 Mei 1998).
#habibie
DR. Mahathir Mohamad menjawab soalan pemberita selepas mempengerusikan mesyuarat pertama Majlis Tindakan Ekonomi Negara (MTEN) yang turut dihadiri Datuk Seri Anwar Ibrahim (Menteri Kewangan) dan Daim Zainuddin (Pengarah Eksekutif MTEN) di Kuala Lumpur pada 1998.
@sjfi_twider PMX, Tun M, Najib. Mostly itu sahaja yg ramai tahu. Tambah Zahid, arwah Bung Moktar, Saddiq.
Pudin Tion pun tak ramai tahu.
Rayer Jelutong & Sani Hulu Langat sama mcm arwah Bung, sbb video2 Parlimen dekat Youtube.
Topek anak speaker sebab mengaji dekat universiti Bandung 😂