LUHUT SOAL MBG: INI SEMUA TIDAK PERLU TERJADI
***
Kita terpaksa memperbaiki yang sebenarnya nggak perlu diperbaiki
Kalau kita mulai dari nol, di daerah 3T misalnya.
Jadi kita habis waktu bertengkar sesama kita yang sebenarnya nggak perlu terjadi.
Kalau dari awal perencannanya studinya dilakukan dengan proper.
Jadi masalah kita adalah ide-ide besar Presiden tidak kita siapkan perencanaan yang matang.
Itu salah kita semua.
Setiap ditanyain/omongin soal pernikahan ada beban di dada gue yang gue gabisa jelasin. Bukan soal males ditanyain. Tapi lebih kayak, โemang gue bisa ya jalanin pernikahan?โ. Gue tuh udah bahagia bgt sama hidup gue sekarang.
Dokter bikin telat ada ga? Ya ada, mungkin ternyata dia praktek di beberapa tempat lain. Kita gatau kondisi di tempat lainnya gimana.
Cuma emang masalah manusia modern, mau apa-apa mudah dan cepat. Apalagi kalo ngerasa udah ngeluarin uang banyak.
Semenjak kerja di medis gue jadi tau orang tuh emang ga paham cara kerja dunia medis.
Pernah diamuk di klinik karena dia telat masuk 5 menit. Sedangkan telatnya bukan karena dokter males/suster males tapi tindakan pasien sebelumnya ternyata kompleks.
kak bilang โkamar penuhโ ga bisa ranap sama mau ke VIP itu ga ada selisih hari lo
mgkin paling lama menit atau jam..
knp ga bilang aja nunggu bentar atau kek gmn gt, pasien bilang setuju naik kelas baru bilang ada kamar kelas 1 kosongnya? yaa pokoknya gt laah
praktiknya emang benar2 ada โkamar kosongโ tp bilang โpenuhโ
Dikatain, "ngga menghargai waktu" "udah bayar mahal tapi telat". Ada pasien yang pain tolerance kecil bgt jadi tindakan harus pelan-pelan. Ada pasien yang dianastesi ga mempan jadi kudu nambah terus. Banyak hal di luar kendali suster dan dokternya yang bikin telat.
Gue sama Harry pernah ngobrolin hal yang sama. Ternyata kita masih sama-sama bingung. Di point of view kita, kita takut. Takut dia hidup susah. Hidup ga sesuai norma masyarakat pasti susah.
Ngga sengaja nemu ini di Thread, dan.. topiknya ngena banget. Aku juga punya anak cowok, masih 2 tahun.. tapi aku dan mas pernah bahas masalah ini juga.
"Kalau anak kita nanti gay, gimana??"
Si mas, yang emang orang sini ngerasa pertanyaanku kaya aneh. Dia bilang, "Ya gak gimana-gimana. Kalau dia gay dan mau nikah sama pasangan cowoknya, ya udah. Yang penting dia bahagia dan sehat."
Aku diam, jujur aja ngga tahu harus bilang apa. Di Jerman, ini memang bukan masalah. Mau kamu gay, lesbi, atau aseksual sekalipun.. masyarakatnya open banget. Walikota Mรผnchen yang baru aja juga gay. Dan kota ini juga punya rainbow parade tiap tahun, ada pasar natal yang temanya gay.. pokoknya udah normal di sini.
Bagiku, mungkin itu terlalu open minded. Bagiku ini masih topik sensitif. Aku ngga peduli kalau orang lain. Asal mereka gak ganggu aku, silakan.. itu hidup mereka dan bukan urusanku.
Tapi pertanyaannya, gimana kalau anakku yang begitu??
Jujur.. aku tidak sanggup. Di titik ini, aku masih punya agama yang kupercaya dan kupegang kuat. Dan agamaku, pun kulturku dimana aku lahir dan dibesarkan.. membuatku melihat sisi lainnya.
Aku bilang sama si mas, "Aku bakal sedih banget. Tapi apa yang bisa kita lakukan selain ngerasa sedih?"
Dengan si mas, topik ini ngga akan bisa ketemu di jalur yang aku mau. Jadi aku cuma bisa berdoa, di setiap malamku ketika ngelus si pumpkin yang tidur, "Semoga Allah selalu melindungimu, nak."
Emak gue banget nih wkwkwkwk. Menurut gue bukan "gaenak" tapi beda lidah aja. Dia lebih suka manis n 'healthy' jadi di lidah gue yang gurih garis keras ga masuk
Nga.
Ibuku masakannya ga ada yang enak.
Tapi ya ga ngurangi value beliau jadi Ibu juga.
Lah aku ga pernah tau rasanya dimasakin enak sama Ibu. Makanya ga pernah merasa kurang.
Ga relate sama cowo yang bosen ditanya cewenya "kamu sayang aku ga?" Karena Harry pun selalu tanya gue,
"Kamu happy gak?"
"Aku udah jadi pacar yang baik belum sih?"
"Kamu sayang aku ga?"
I loveeeeee my relationship with him. Mau 4 tahun tapi tetep intimate n gemas
Setiap liat kelakuan aneh cowo-cowo selingkuh yang ada aja idenya, gue bersyukur sifat AVOIDANT gue ini selalu nyelametin gue. Sebelum lebih jauh jadi tolol, gue cut off duluan. Gue pergi duluan.
Masturo Rohili, Kiyai terkenal di Bekasi yg merupakan Ketua Yayasan Arrohiliyah YAHIB dan Ketua FPAU (Forum Penjaga Alim Ulama) melecehkan anak angkatnya dan keponakannya sendiri. Tolong ramein, semoga korban mendapatkan perlindungan dan pelaku dapat sanksi @txtdrbekasi