Jangankan besok, sampe alam semesta ini kiamat dan langit dirobek-robek hingga malaikat turun dan berdiri bersaf-saf di hadapan seluruh makhluk, semuanya sudah tercatat.
Ter-maktub. Artinya? Sudah terjadi, dalam perspektif Allah, semua sudah terjadi.
Dari perspektif manusia? Belum Terjadi. Lalu kenapa kontradiktif? Kalau begitu tidak ada kehendak bebas? Untuk apa beribadah?
Di sini biasanya orientalis memelintir iman kepada qada dan qadar yang tidak utuh.
Ter-maktub (Ter-tertulis), di Lauhul Mahfuz, Al-Qalam mencatat seluruh event sampai final season tanpa sedikitpun luput. Kata kuncinya adalah "mencatat seluruh event". Bukan malah "menetapkan event"
Al-Qalam tidak mengetahuinya, itu adalah pengetahuan Allah. Al-Qalam hanya mencatatnya, sama seperti notulen rapat yang kerjanya cuma mencatat hasil rapat.
Lalu, dalam pengetahuan Allah yang tiada hulu dan muaranya ini,
1. Allah telah mengizinkan segala sesuatu terjadi pada saat kejadian tersebut terjadi, real time, kalau dalam bahasa kerennya, "ini adalah penciptaan dan penghancuran yang terus berulang"
2. setiap kejadian yang terjadi atas pilihan manusia, yang lalu membuat cabang kemungkinan pilihan lain yang terjadi karena manusia memilih, semuanya telah Allah ketahui dan Allah izinkan.
3. Allah telah mengabulkan segala doa yang dipanjatkan, bahkan doa di masa depan yang belum kamu katakan, rintihan yang belum terjadi. semuanya telah Allah kabulkan.
Di sisi Allah, semua telah final. Di sisi manusia, belum. Kenapa?
1. Karena di sisi manusia, ini belum terjadi.
2. Cabang selanjutnya dari pilihan yang kita ambil, kita tidak mengetahuinya
3. Masa depan dan doa yang kita panjatkan, kita juga belum mengetahuinya.
Untuk lebih singkatnya, bayangkan sebuah buku.
1. Chapter pertama berjudul The Creation of Universe.
2. Chapter kedua berjudul The War of Angel and Demon.
3. Chapter ketiga berjudul The Creation of Khalifah.
4. Chapter keempat berjudul The Betrayal of Heaven Above Heaven, The Birth of Heavenly Demon.
5. Chapter kelima berjudul Chaos on Earth, War on Djin.
6. Chapter keenam berjudul Noah's ark.
7. Chapter ketujuh berjudul Post Apocalyptic Era, The Rise of Civilization
8. Chapter kedelapan berjudul The Tower of Babel, Humanity Against the God
9. Chapter kesembilan berjudul, Ibrahim
10. Chapter kesepuluh berjudul, The Era of Apostle
11. Chapter kesebelas berjudul, The Turbulence of Truth, The Birth of Humanity Most Evil Enemies
12. Chapter keduabelas berjudul, The Last Apostle
13. Chapter ketigabelas berjudul, The Interim
14. Chapter keempatbelas berjudul, The Coming of Mahdi
15. Chapter kelimabelas berjudul, Malhamah Qubra, The Armageddon
16. Chapter keenambelas berjudul, The Coming of Dajjal the Anti-Christ
17. Chapter ketujuhbelas berjudul, Dead Man Tell no Tales, The Dead of Anti-Christ
18. Chapter kedelapanbelas berjudul, Ya'juj Ma'juj (Gog and Magog) and the era of destruction
19. Chapter kesembilanbelas, Second Post Apocalyptic Era, The End Times
20. Chapter keduapuluh, The Death of the last believer and the destruction of Ka'bah
21. Chapter keduapuluhsatu, The Apocalypse
22. Chapter keduapuluhdua, The Judgement Day
Kita adalah karakter dari buku tersebut. Bagi sang pemegang buku, cerita sudah final. Tapi bagi karakter di dalamnya? belum, Karena instead of novel-novel yang akhir karakternya ditentukan oleh Penulis, Buku Lauhul Mahfuz ini berisi catatan kejadian yang nasib karakternya dipilih dan ditentukan oleh mereka sendiri.
Pilihan nasib tersebut diizinkan oleh Sang Pencipta, dan permintaan pertolongan tersebut diberikan olehNya. Semuanya tercatat dan akan dipertanggungjawabkan.
Tidak ada ruang dan waktu bagi Sang Pencipta dan Sang Penulis, karena ruang dan waktu tersebut ada di dalam genggamannya.
Btw, kita lagi dichapter ketiga belas.
acts of service men are dangerously attractive.
fixing problems, making sure you’ve eaten, charging your phone, carrying your things... that’s romance to me
Aku baru baca artikel dari neurosaintis Dr. Dominic Ng tengah malam, dan rasanya kayak ditampar realita. Judulnya "How to Trick Your Brain into Doing Difficult Things". Tapi isinya? Kayak buku panduan otak yang nggak pernah diajarin di sekolah. Ternyata selama ini otak kita punya mekanisme proteksi diri yang bikin kita nunda dan ada 7 cara buat ngakalinnya.
Tapi ini memang beneran terjadi sama temen-temenku. Yang sudah kuliah ke Taiwan, biasanya akan keliling dunia. Yang sudah ke Jepang, biasanya bakal dapet opportunity buat kerja di negara lain juga setelah itu.
Makanya berharap banget, semoga kesempatan itu dateng ke aku juga 🥹
Whenever I have to do something that makes my heart dagdigdug serrrrrrrr, panik, ga yakin sama diri, and deeply uncomfortable.. I try to be grateful for it now.
That discomfort usually means I’m entering unfamiliar territory, which means there’s something new for me to learn :')
Kata kata yang bikin salting selain "I love you".
Ini buku kosmos by Carl Sagan ya. Terus Annie itu istrinya dia ngungkapin rasa cintanya di buku dengan satu kalimat yang bikin klepek klepek 🥰. Love language kayak gini tuh bikin kesemsem, padahal gw bukan bini nya 😂
@vdkcrnbry My father in law is an islamic studies professor di salah satu PTN and he is one of the most open minded,level headed, wise, and smartest man I know. The final form of understanding islam is love and kindness to all.