Jangan-jangan kita boleh menduga kalau misi Pak @erickthohir adalah memutus praktik idolatri yang hanya menguntungkan sedikit pihak untuk membangun fondasi sepak bola yang ajeg for the greater good.
Biasanya kacamata pebisnis bisa lihat hal ini, sih.
[ga bismillah komisaris ya]
Tanpa pergantian kepelatihan, Sepakbola Indonesia gak bakal dapat:
+Dirtek Fulltime pertamanya sejak Danurwindo (IS hanya Plt) dari sosok Alexander Zwiers
β’Dirtek Timnas pertama PSSI (Jordi Cruyff)
+Kepala Pencari Bakat Sepakbola Indonesia di PSSI (Simon Tahamata)
+Kepala Departemen Pendidikan and Pengembangan PSSI (Allstair Smith)
β’Pelatih Tim Garuda United (Pelatih Asing pertama Timnas U-17) - David Nascimento
Terlepas hasil yang didapat Tim Kepelatihan yang dipimpin PK (justice for Gerald Vannenburg & Frank van Kempen), keberadaan para tokoh yang difokuskan aktif di Ekosistem Sepakbola Indonesia secara keseluruhan terutama Ekosistem Sepakbola Usia Muda di Indonesia.
Sesuatu yang tidak pernah diberikan kontribusi langsung oleh pelatih sebelumnya ketika melatih Timnas Indonesia dan justru membuat potensi pesepakbola muda dari ekosistem sepakbola usia muda Indonesia
Meskipun sekarang John Herdman membawa pakem yang serupa dengan pelatih sebelum PK, namun keberadaan Dirtek & Pelatih Garuda United membuat peluang untuk pemaksimalan potensi dari pemain muda Indonesia ke Timnas K.U terutama Timnas U-16/17 kembali terbuka karena Timnas U-16/17 arahnya kembali memainkan pakem 4 bek.
Kan lucu kalau pemain potensial yang selama di SSB/Akademi dididik main dengan pakem 4 bek karena kondisinya mendukung dengan jam belajar pendidikan formal nya di daerah nya, lalu moncer di Kejuaraan Sepakbola Usia Muda kelompok umur seperti Piala Soeratin atau dari Akademi Sepakbola non SuperLeague tidak terlirik main di Timnas K.U hanya karena gak bisa mainkan pakem 3 bek?
*Mereka yang benci dengan realitas dari ekosistem sepakbola usia muda di Indonesia pada benci kenyataan ini
Tanpa pergantian kepelatihan, Sepakbola Indonesia gak bakal dapat:
+Dirtek Fulltime pertamanya sejak Danurwindo (IS hanya Plt) dari sosok Alexander Zwiers
β’Dirtek Timnas pertama PSSI (Jordi Cruyff)
+Kepala Pencari Bakat Sepakbola Indonesia di PSSI (Simon Tahamata)
+Kepala Departemen Pendidikan and Pengembangan PSSI (Allstair Smith)
β’Pelatih Tim Garuda United (Pelatih Asing pertama Timnas U-17) - David Nascimento
Terlepas hasil yang didapat Tim Kepelatihan yang dipimpin PK (justice for Gerald Vannenburg & Frank van Kempen), keberadaan para tokoh yang difokuskan aktif di Ekosistem Sepakbola Indonesia secara keseluruhan terutama Ekosistem Sepakbola Usia Muda di Indonesia.
Sesuatu yang tidak pernah diberikan kontribusi langsung oleh pelatih sebelumnya ketika melatih Timnas Indonesia dan justru membuat potensi pesepakbola muda dari ekosistem sepakbola usia muda Indonesia
Meskipun sekarang John Herdman membawa pakem yang serupa dengan pelatih sebelum PK, namun keberadaan Dirtek & Pelatih Garuda United membuat peluang untuk pemaksimalan potensi dari pemain muda Indonesia ke Timnas K.U terutama Timnas U-16/17 kembali terbuka karena Timnas U-16/17 arahnya kembali memainkan pakem 4 bek.
Kan lucu kalau pemain potensial yang selama di SSB/Akademi dididik main dengan pakem 4 bek karena kondisinya mendukung dengan jam belajar pendidikan formal nya di daerah nya, lalu moncer di Kejuaraan Sepakbola Usia Muda kelompok umur seperti Piala Soeratin atau dari Akademi Sepakbola non SuperLeague tidak terlirik main di Timnas K.U hanya karena gak bisa mainkan pakem 3 bek?
*Mereka yang benci dengan realitas dari ekosistem sepakbola usia muda di Indonesia pada benci kenyataan ini
The World Cup begins tomorrow, and many will watch the matches. Soccer reminds us of something we must not forget: life is not a race to show off on our own, but a path we learn to walk together. Anyone who does not know how to pass the ball, even if they have talent, has not yet understood the game. Anyone who does not know how to live with and for others has not yet understood life. #ApostolicJourney
With Ramadan and Lent starting on the same day, Church leaders in the Philippines see the moment as a rare opportunity for Muslims and Christians to deepen prayer, solidarity, and mutual understanding.
https://t.co/JcdxC3OtMX
rumor transfer, diseriusin.
pemain diaspora, diseriusin.
main di event, diseriusin.
sepak bola mah dibawa senangβ aja. ini olahraga hiburan masyarakat. jangan dibawa serius.
kalo mau serius mah weightlifting, wall climbing, panahan, dayung, yg beneran olahraga prestasi.