Kebiadaban ormas premanisme grib hingga merenggut nyawa seorang bapak bambang setiawan (60 thn) warga pejompongan
Beliau bukan pendemo, hanya seorang warga sedang lewat hendak pulang ke rumah setelah menolong tetangganya ke rumah sakit๐๐ฅ
Si Penakluk Hercules!
Hengky Haryadi, pria kelahiran
Palembang 16 Oktober 1974 ini
dikenal tegas dan tak pandang
bulu dalam hal memberantas
premanisme.
Sepak terjang jebolan Akpol 96
yang saat ini menjabat sebagai
Wakapolda Riau, tercatat 3 kali
membekuk Rosario de Marshal
alias Hercules:
1. Tahun 2013: Penangkapan di
kawasan Kembangan, Jakarta
Barat, ketika Hengky menjabat
sebabai Kasat Reskrim Polres
Metro Jakarta Barat.
2. Tahun 2017: Penangkapan di
Kalideres, Jakarta Barat, ketika
Hengky menjabat Kapolrestro
Jakarta Barat.
3. Tahun 2018: Penangkapan di
Kalideres, Jakarta Barat, ketika
Hengki masih menjabat sebagai
Kapolrestro Jakarta Barat.
Ujarnya:
"Saya tidak takut, sebab negara
tak boleh kalah oleh preman."
๐๐จ๐ ๐ ๐๐๐ก๐๐๐ฌ ๐ฌ๐๐ก๐ ๐๐๐ฅ๐๐ก๐
๐ฆ๐๐ ๐ ๐ฃ๐ฅ๐๐ ๐๐ก ๐๐๐ฅ๐๐จ๐๐๐ฆ
โ ๏ธIMAGINE!
Ada warga sipil tak bersalah yang dikeroyok, dipukuli, ditelanjangi, dianiaya dengan brutal, dan dib*nuh oleh ormas yang KETUA DEWAN PEMBINANYA ADALAH PRESIDEN YANG SAAT INI MENJABAT!
ONCE AGAIN, IMAGINE!
Ternyata orang tua Pak Gita Wirjawan beda keyakinan, namun saling menghargai, bikin adem dengernya.
>ayah berasal dari Jogja (islam), Ibunya berasal dari Manado (kristen)
>saat nikah, kakek Pak Gita dari Ayahnya bilang ke ibu untuk tidak usah pindah agama
>jika musim puasa tiba, yang bangun pertama kali, menyiapkan makanan adalah ibunya, bahkan juga turut serta berpuasa
>ibunya gemar menyuruh anak anaknya menemani sholat taraweh dan Sholat Jumat bapaknya
>pun dengan bapaknya, gemar menyuruh anak anaknya menemani ibunya ke gereja, bapaknya juga ikut nganterin.
>Pak Gita dan kakak-kakaknya memeluk islam, namun Ibunya juga tidak pernah memarahi keputusan mereka, bahkan yang mengingatkan untuk sholat dan puasa adalah ibunya.
Adem bener liat toleransi keluarga Pak Gita, saling menghargai satu sama lain
Pak Gita juga bilang bahwa perselisihan perbedaan agama yang marak terjadi sebenarnya adalah dari individunya bukan agamanya.
Semoga toleransi yang demikian banyak ditiru oleh keluarga keluarga yang lainnya โค๏ธ
Sepertinya ada janggal
versi botok tempui pemimpin @DPR_RI
versi Fatimah adu argumen @DlVHUMASPOLRI
Kenapa tuan @bang_dasco tidak mengundang Fatimah, saat demo
Waktu lalu ?!?
Sekarang botok jadi seleb sementara
Fatimah di kuliti oleh para pemuja pemerintah
Oslo vs rky?
Beliau seorang Negarawan asli, kalau beliau mau bisa mengerahkan massa, masih banyak pendukung beliau, tapi itu tidak beliau lakukan karena tidak mau ada pertumpahan darah.
Saya payah ?
Mhn maaf sombong dikit ya, saya lulus S3 dg IP 4,0 dg predikat Summa Cum Laude-kerja dibawah Pak Habibie lbh 20 tahun.
Anak saya lulus ITB umur 19 tahun dan lulus S2 di Australia umur 23 tahun.
Semua ijazahnya asli
SUKA BGT SAMA GAYA BICARA IBUNYA, KAYAK NETIZEN YG LAGI CURHAT
beberapa point yg disampaikan ibunya:
๐ฅ ga percaya RUU perampasan aset kalau ga ada hukuman mati. nanti bisa diboong-boongin asetnya
๐ฅ pengedar narkoba bisa dihukum mati, kok koruptor ga dihukum mati?
๐ฅ ga percaya DPR
๐ฅ koruptor bikin rakyat Indonesia sengsara. hukum mati para koruptor kalau pingin lihat rakyat sejahtera
๐ฅ kalau hukum mati gamau disahkan, gimana kalau koruptor digebukin aja sama seluruh rakyat Indonesia?
๐ฅ marahin wakil rakyat yg enak-enak ngadem di ruangan ber AC tapi rakyat di luar sana sengsara
Tadi saya nonton persidangannya Nadiem Makarim. Sebelumnya ia divonis penjara 10+ tahun, kemudian memilih banding. Nadiem dituduh merugikan negara gara-gara belanja Chromebook kemahalan.
Yang bikin lucu itu beginiโฆ
Salah seorang saksi dari PT. Acer Indonesia didatangkan di persidangan. Nadiem bertanya padanya:
โKalau di waktu itu principal akan membeli laptop (Chromebook) dari Anda seharga Rp4,3 juta, apakah Bapak mau menjualnya?โ
Dua jaksa saya lihat menginterupsi (dan memang jaksa di persidangan ini suka menginterupsi). Katanya, Nadiem berandai-andai karena memakai kata โkalauโ.
Setelah ribut-ribut itu, akhirnya hakim menengahi dan membiarkan saksi menjawabโ jika dibeli dengan harga segitu, apakah mau?
โJika dibeli dengan harga segitu, di waktu itu, saya tidak akan mau.โ demikian jawab saksi dari PT Acer Indonesia.
Jawaban ini penting karena klaim kerugian negara yang didakwakan kepada Nadiem itu, kan, mudah dimengerti: dia membeli Chromebook kemahalan.
Kenapa?
BPKP bilang harga seharusnya adalah Rp4,3 juta per item, sedangkan Kemendikbudristek, di masa Nadiem, membelinya sekitar Rp5,6 juta.
Harga itulah yang dipakai kementerian maupun daerah: rata-ratanya Rp5,6 juta. Selisilh antara Rp5,6 juta dikurangi Rp4,3 juta, dikali 1,2 juta laptop, itulah yang disebut jaksa sebagai โNadiem telah merugikan negara sebesar Rp1,5 triliunโ.
Masalahnya, harga Rp4,3 juta itu adalah ongkos produksi. Pertanyaannya: mungkinkah sebuah perusahaan menjual barang mereka sebesar ongkos produksinya? Mungkinkah Anda menjual es teh seharga Rp1000, padahal itulah ongkos produksinya?
Tentu saja tidak.
Karena jika dijual dengan harga segitu, pastilah mereka rugi. Dan karena itulah PT Acer tadi bilang bahwa mereka akan menjual di kisaran Rp6 s/d Rp7 juta per item.
Tak kurang dari itu, Nadiem membawa hasil survei dari 40 item Chromebook yang dijual di masa sebelum ada pembahasan mengenai Chromebook atau Windows.
Dari survei itu, di tahun 2020-2021, tidak ada satupun Chromebook yang dijual seperti harga yang disampaikan jaksa, yaitu Rp4,3 juta. Di masa itu, rata-rata Chromebook yang spesifikasinya seperti yang dibeli Kemendikbudristek di era Nadiem itu sekitar Rp6,3 juta.
Jaksa masih ngotot. Salah satu di antara mereka bilang bahwa Chromebook yang dibeli Nadiem, ketika dilihat di Shopee/Tokopedia (saya kurang tahu persis), ternyata Rp1 juta.
Tahu yang dikatakan advokatnya Nadiem?
โMaaf, yang Anda lihat itu Chromebook bekas.โ
Jaksa kocak!
Tak kurang dari itu, jaksa juga mengatakan bahwa angka-angka yang dibawa Nadiem dari hasil survei 40 item itu hanya mengada-ada.
โTerdakwa (Nadiem) menarasikan enam juta, delapan juta, kami kira itu fakta yang dibuat-buat, Yang Mulia.โ
Justru di tahun 2020-2021, tidak ada satu pun Chromebook yang dijual dengan harga yang dikatakan jaksa (dan dengan harga itulah Nadiem dianggap membeli Chromebook kemahalan).
Ketika hakim bertanya kepada saksi PT Acer berapa Chromebook terjelek yang dijual 2020-2021, jawabannya: sekitar Rp6 jutaan.
Kenapa jaksa bisa terlampau percaya diri mengatakan itu, ya?
Sekarang pindah ke perkara Gus Yaqut.
Awalnya, Gus Yaqut, lewat kebijakan mengubah kuota tambahan dari 92:8 menjadi 50:50, KPK menuduh kerugian negara mencapai Rp1 triliun. Sudah ada vonis ini di media, dan orang-orang pun langsung percaya.
Pada dakwaan, angkanya berubah menjadi Rp622 miliar. Angka Rp622.090.207.166,41 di dakwaannya berasal dari Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif BPK Nomor 06/SR/LHP/DJPI/PKN.01/02/2026 tanggal 20 Februari 2026.
Saya kutip persis dari berkas dakwaan.
Angka itu belum pernah melewati tanya jawab seperti yang dialami Nadiem. Pada persidangan Jumat 21 Agustus 2026 kemarin, jaksa KPK mengaku tidak membawa berkasnya, advokat Gus Yaqut belum, dan hakim pun mengaku belum diberi laporannya.
Nadiem butuh sampai tingkat banding untuk bisa menghadapkan angka auditor kepada orang yang tahu harga sebenarnya. Perkara Gus Yaqut baru berjalan, jadi masih ada waktu bagi Njenengan untuk melihatnya.
Besok, setelah LHP itu dibuka, siapa yang akan dihadirkan jaksa untuk menjawabnya?
Bagi yang sudah memvonis Gus Yaqut koruptor, ada baiknya besok menonton persidangannya. Karena seperti Nadiem, Gus Yaqut sudah divonis korupsi jauh sebelum terjadi persidangan.
Bagi yang selalu bertanya kenapa ngoceh begini di media sosial, bukannya bertanding di persidangan, perlu diketahui: tanpa media sosial, hal seperti ini mungkin tidak akan ketahuan siapa pun!
Boleh membenci Nadiem atau Gus Yaqut. Tapi kalau ada orang didakwa sekonyol ini, kan, ya hukum kita jadi ajang komedi.
Saya mengambil tangkapan layar dari video yang saya tonton. Di sana, di pojok kiri, adalah ayah dan ibunya Nadiem yang setiap persidangan tidak pernah absen.
Saya juga melihat keluarga Gus Yaqut, khususnya Ning Eny, yang menemani suaminya yang sedang mengalami nasib apes seperti Nadiem.
Berkat media sosial, akhirnya Nadiem dan Gus Yaqut tidak sendirian.
Bila Akademisi takut suarakan kenyataan, Tokoh Agama enggan mengingatkan, Politisi diam tak melawan, Aktivis Pergerakan ditekan, Pengusaha dalam kecemasan, ASN risau dengan kebijakan, dan kaum muda galau akan masa depan...
Pertanyaan wajib kita ajukan: Apakah kita merdeka sungguhan??
๐ฟ Sudirman Said
Fenomena KDM perlu dilihat secara lbh objektif, bkn dg kacamata sinis.
Slm ini, rakyat Jabar spt kehilangan figur pemimpin yg benar-benar terasa dekat dgn kehidupan mereka. KDM muncul dengan gaya kepemimpinan yang berbeda: turun ke lapangan, menyapa rakyat @hermansuryatman
GUBERNUR YANG BIRAHI NYAPRES๐คฃ
HITUNG BERAPA BANYAK BELIAU BAWA TEAM KAMERAMEN.
KERJA GAK BISA MAKA BANGUN CITRA DENGAN KONTEN SAMPAH YANG SANGAT DI SUKAI SDM RENDAH.
Orang yang bisa berpikir dan berlogika tidak akan mungkin memilih pemimpin seperti ini.
Beliau lebih layak jadi youtuber dibandingkan jadi gubernur.