Lewat di tl langsung bikin diem bentar. Merinding beneran denger doanya
“Jika bapak mengkhianati rakyat, maka saya orang pertama yang bersaksi di hadapan Allah SWT dan meminta melipat gandakan siksaan Bapak di Neraka”
UAH Kepada Prabowo.
Ngeri bgt, urusan amanah rakyat emang taruhannya langsung akhirat. Jangankan jd pemimpin, jd rakyat yg denger kalimat ini aja langsung deg-degan bgt 😭
jadi ibu ini mewakili anaknya ke lokasi #demo karena anaknya yang sedang kuliah di luar negeri, KALO ADA BUZZER bilang massa hari ini bayaran, orgilll luu !!
masa pake tas chanel mau nerima 70k 😭😭😭
Buat Klean dan jajaran yang dipilih sebagai pelayan setiap 5 tahun
Hentikan logika Klean untuk menyalahkan Rakyat
.
.
.
Orasi Menggetarkan dari Mahasiswa
👇Realitanya, semua harus tau...
Demo di Bundaran HI ini unik, karena biasanya demo ke lembaga pemerintahan tertentu
Tapi bundaran HI itu sumber traffic: masyarakt dan sosial media
peluang media ngeliput naik
peluang sosmed divideoin orang juga naik
orang aware-> tujuan demo terpenuhi dengan cara baru
@KapudS640 Suka gemes ama ibu guru yg ga aware segampang aneh anak pulang ga pake tas yo ditanya, pantesan buly ada mulu orang masih pada ga aware masih suka nganggep hal kek gini biasa aatau becanda. Aku guru btw
waktu gue kecil nyokap suka marah-marah, “punya 2 anak gadis ga bisa bantuin mama,” “anak gadis harus bisa blablablabla,” didikan nyokap keras ke anak perempuannya.
sekarang 2 anak gadisnya udah nikah, sisa adek gue yang bungsu laki-laki doang di rumah, keluyuran mulu sepulang kerjanya.
lalu nyokap ngeluh ke gue, “adek kamu kerjanya bangun siang, mandi, pergi kerja, pulang tengah malem tidur gitu lagi, ga pernah bantuin apa gitu di rumah.”
gue jawab aja, “ya lagian yang dimarahin anak perempuan mulu sih.”
“kok kamu jawabnya gitu sih?”
lah…..
Biadab.. !! 😡😡😡 Dari kemarin gak viral2 ini kasusnya!! Bantu UP gaesshh.. !! Sampe pelaku di hukum seberat2nya!
Seorang siswi sekolah dasar (SDN) berinisial AKS (12), yang diduga menjadi korban pencabulan oleh oknum TNI di wilayah Kodim 1417/Kendari, Sertu Majid Bone, dilaporkan mengalami depresi. Korban cenderung mengurung diri di dalam kamar, kerap melukai tubuhnya dengan cara mencakar, serta sering menangis histeris karena ketakutan.
Tante korban berinisial VN mengungkapkan bahwa korban sebelumnya tinggal bersama keluarga di perumahan milik terduga pelaku di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Namun, sejak kasus ini mencuat, keluarga memutuskan pindah dan kini tinggal di rumah nenek korban di Kota Kendari.
Selama berada di rumah neneknya, korban disebut enggan keluar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. Saat bersama keluarga, korban cenderung diam dan tidak ingin bercerita.
VN menuturkan, kondisi korban justru memburuk saat berada sendirian. Korban kerap menangis histeris, menunjukkan rasa takut berlebihan, bahkan melukai tubuhnya sendiri hingga menimbulkan luka.
“Kondisi korban semakin memprihatinkan karena mengalami depresi berat. Ia sering mencakar tubuhnya dan menangis histeris karena ketakutan,” ujar VN, Minggu (3/5/2026).
Baca selengkapnya di https://t.co/sQhrdmxzRA