Perkenalkan, Produk Gagal yang Bernama Budiman Sudjatmiko
Dulu, ada seorang aktivis bernama Budiman Sudjatmiko yang lantang menuntut Soeharto, ia juga terlibat dalam pelengseran Soeharto pada 1998 atau yang disebut dengan Reformasi 98. Dari waktu ke waktu, Budiman Sudjatmiko bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), katanya, dengan masuknya ia ke parlemen maka akan lebih mudah dalam memperbaiki sistem di Indonesia.
Namun bagai pungguk merindukan bulan, hingga hari ini ia tak mampu untuk mewujudkan cita-citanya. Bahkan menurutku, Budiman semakin jatuh ke dalam hingar bingar kekuasaan.
Orang seperti Budiman ini ada banyak, misalnya seperti Fahri Hamzah, Fadli Zon, Adian, hingga aktivis-aktivis yang menjabat di KPK seolah lupa dengan idealismenya dulu. Kekuasaan dan jabatan membuat otak mereka tumpul, hingga kebijakan-kebijakan yang berpotensi merugikan rakyat tak mendapat penolakan dari mereka.
Ya, mereka hanya bisa diam tak berdaya di dalam parlemen, senyap seperti mimpi mereka yang tak akan pernah terwujud tentang keadilan.
[Sebuah Esai]
Pada satu sesi sidang paripurna DPD RI di 2024.
*Komeng membuka sidang*
*Mikrofon sengaja dibalik ke bawah*
"KEBALIK PAK KOMENG, KEBALIK"
*Mikrofon dibetulin Komeng*
*gantian Komeng balik badan membelakangi hadirin"
"MASIH KEBALIK PAK KOMEEENG"
Komeng: "Ah ane salah mulu."
Si tukang kayu dari Solo :
2005 - Menang pilkada Solo
2010 - Menang pilkada Solo
2012 - Menang pilgub Jakarta
2014 - Menang pilpres
2019 - Menang pilpres
2024 - 'Menang' pilpres
Selalu menang, tokoh terhebat sepanjang sejarah Pemilu di Indonesia.. 🫵🏻😎🤯
Kehidupan warga yang mencari peruntungan di Jakarta tahun 1971. Umumnya berasal dari daerah-daerah di Jawa, berangkat ke Jakarta tanpa hunian, pendidikan, dan pekerjaan. Arus balik lebaran biasanya menjadi momentum kedatangan mereka bersama kerabatnya.
https://t.co/qcPKZhkdOs
Kok jadi norak sih Bima, malah pakai diksi "janda", jangan karena ngerasa dibela jadi gede kepala. Next yg kemaren belain bisa berbalik nyerang kalau terus-terusan tengil.
PARA TIKUS DI TANAH RELIGIUS
(Sebuah Utas)
Seolah meludahi muka temannya sendiri, reaksi Bupati Lampung Timur atas kritik Bima justru membuka pula borok korupsi bupati pendahulu. Inilah kisah para tikus di tanah religius itu.
Evan Dimas: “Seimbangkan Pendidikan dan Sepakbola”
"Saya juga pengalaman terpilih berlatih di Barcelona pas 2011, mungkin teman-teman bisa ambil hikmahnya, saya dulu berpikir sekolah nomor dua, tapi waktu di Barcelona, cuma saya yang nggak bisa Bahasa Inggris, jadi pendidikan dan sepakbola harus seimbang,"
Jadi udah tau kan kenapa pendidikan juga penting bagi para pesepakbola?
Ya karena pendidikan merubah pola pikir. Bukan hanya untuk di dalam sekolah tapi juga bakal di aplikasikan di luar sekolah.
Persib Bandung mendapatkan pengawalan dari korlap The Jakmania dan mendapatkan aplause dari sebagian besar The Jak.
NB: Semoga someday sudah tidak ada rantis lagi 🙏
Ini sebenernya sepakbola, alat hiburan untuk rakyat.