Gak ada yang lebih ironis dari kisah Prof. Bambang Hero Saharjo. Ilmuwan yang berjuang nyelametin hutan Indonesia dari kebakaran, malah digugat Rp510 Miliar di negeri sendiri oleh korporat sawit.
Tahun 2018, dosen IPB ini dituntut dengan angka fantastis itu cuma karena beliau jadi saksi ahli KLHK buat ngebongkar kasus pembakaran hutan di Riau. Analisis ilmiahnya yang akurat malah dibalas teror hukum yang nyaris ngehancurin kariernya.
Tapi plot twist-nya bikin nampar muka hukum kita: Di saat dalam negeri beliau ditekan habis-habisan, tahun 2019 lembaga internasional di London, Inggris, justru menganugerahi beliau John Maddox Prize—salah satu penghargaan tertinggi buat ilmuwan paling berani di dunia.
Bukti nyata kalau di negeri ini, jujur dan pakai ilmu buat bela alam itu taruhannya bisa miskin tujuh turunan digugat mafia.
Obituari ttg @andiepeci:
https://t.co/PDb7jqDB7T
Peci tak benar2 memiliki jamnya sendiri. Waktu yg ia tinggali adl sisa waktu milik orang lain: beberapa jam yg terselip di antara kelelahan, perjalanan pulang, dan pagi yang segera datang lagi menuju shift pabrik berikutnya.
Sebuah obituari mendalam dari ZenRS mengulas sisi lain dari Andie Peci, sosok pengorganisir sejati yang menghabiskan seluruh detak hidupnya demi buruh dan Bonek Persebaya.
Mundur dinihari banget nih? Bukan karena lembur ngurus korupsi timah, batu bara, atau MBG, kan?
Karena rumah Sentul digeledah, ketemu 74 kilogram emas + uang segunung?
Padahal, kita masih menunggu emas dan uang itu milik siapa ya?
Soekarno temenan sama Hatta dan Sjahrir di awal-awal kemerdekaan. Temenan sama Aidit dan Subandrio menjelang kejatuhan. Sjahrir malah udah dipenjarain.
Soeharto bertandem dengan Nasution menggulingkan Orde Lama. Nasution dicekal di kemudian hari karena petisi 50.
Prabowo selalu ditemani Fadli Zon, dari zaman dia kalah berulang-ulang. Begitu menang dia naik mobil sama si Teddy, Fadly Zon dibiarin kepanasan sambil ngos-ngosan jelasin Prambanan ke PM Modi.
Pemimpin kita kesulitan mendeteksi siapa teman beneran mereka sepertinya.
Selamat kpd POLRI yg tlh menjebol tembok penyembunyian harta2 yang diduga hasil korupsi di sebuah kafe dan beberapa titik lainnya. Selamat kpd KEJAGUNG yang terus memburu koruptor di BGN dan MBG. Silahkan berlomba utk saling bongkar korupsi. Itu bagus utk pemberantasan korupsi.
Gila, ketimpangan kita separah ini!
Direktur Kebijakan Fiskal CELIOS (Center of Economic and Law Studies), Dr. Media Wahyudi Askar, menjelaskan hasil studi terbaru mereka:
1. Studi CELIOS mengungkap ketimpangan ekstrim: di saat pejabat/orang super kaya merayakan ultah mewah di Paris, anak-anak miskin berjuang keras hanya untuk bisa makan hari itu jg.
2. Indonesia kini punya 2 wajah ekstrem. Wajah pertama diisi oleh 1.700 orang super kaya, dimana kekayaan 50 orang terkaya di antaranya sudah setara dg total kekayaan 55 juta penduduk.
3. Oligarki ini menyetir harga pasar (ojol, LPG, properti) dan "membeli" demokrasi lewat pendanaan parpol. Sebaliknya, rakyat biasa harus berdesakan di transportasi publik yang buruk meski taat bayar pajak.
4. CELIOS mendorong Pajak Kekayaan (Wealth Tax) sebesar 2% untuk aset di atas Rp84 M. Didukung 89% rakyat, pajak ini bisa menghasilkan Rp142 T/tahun untuk menggratiskan layanan kesehatan, KRL, hingga beasiswa sampai bangun rumah layak warga rentan.
Nonton full di youtube nya Watchdoc Dokumentary nya disini 👇
https://t.co/cSzAPhXCd8
- Kementerian PU Cari Pembocor Surat Dinas Perkantoran Menteri PU ke New York (bersama anak & istrinya)
- Pegawai yg diduga membocorkan surat dinas tsb DIMUTASI JAUH KE PELOSOK
- Menurut Ferry Irwandi, Bagian paling gk enak dr ASN/PNS itu kalo dapat pimpinan yg dzolim ke anak buahnya sendiri.
- Menteri PU peranh memarahi & mempermalukan anak buahnya di depan media
- Menteri PU mengangkat keponakannya menjadi Komisaris PT PP & Staf Ahli Kementerian
"Ketika pegawai biasa menemukan penyelewengan atasannya, dan melapor, yg didapat malah mutasi."
Just info, orang orang yang akan dimutasi gegara kasus viral menteri PU semua top level, bukan anak baru.
Ini yang dimutasi orang top-top:
- Tegar Rizkiadi = Head of International Cooperation Administration Team, bekerja 15 tahun
-Indri Damayanti = Associate of Government PR Officer, bekerja 15 tahun
- Listya Adi A. = Public Relations Officer, hampir 17 tahun bekerja
- Indra Daswandi = Expert Public Relations and Social Media Strategist, 11 tahun bekerja
Melaporkan dugaan penyelewengan Menteri PU yg akan dinas ke New York bersama Anak & Istrinya, malah mereka yg "dihukum" halus, DIMUTASI JAUH KE PELOSOK.
Kalo hari ini sering liat suporter turun ke jalan (dg ragam cara, bendera & metode) dlm isu2 kerakyatan: di situ Andi Peci (sedikit banyak) yg memulai.
Baliknya Persebaya 1927 ga cuma kemenangan Bonek, tapi ttg: sepakbola emang alat perjuangan.
Malah budhal disek kon iku, Cok!
April, 13 tahun yang lalu, Andie Peci dibacok dan dipukuli sekitar 12 orang berbadan besar.
Peci dianiaya beberapa saat setelah ia mengikuti aksi damai mendukung Persebaya Surabaya 1927 yang tak diakui eksistensinya oleh PSSI.
Karena sepak bola, pria2 beringas itu hendak menculik Peci. Namun Peci menolak, melawan, dan menangkis sabetan2 celurit pelaku. Tangan Peci berdarah, beberapa bagian tubuhnya lebam. Di rumah sakit, Peci menerima 29 jahitan pada tangannya.
Teror itu tidak pernah menghentikan Peci. Dia bersuara semakin lantang, semakin aktif turun ke jalan. Sampai hari ini, para pelaku pembacokan itu tidak pernah terungkap. Siapa otak di balik penyiksaan itu tidak pernah tersingkap.
Hari ini, Peci meninggal dunia, meninggalkan jejak kenangan berupa keberanian dan idealisme pilih tanding.
Peci, sebuah kehormatan bisa mengenalmu. Selamat jalan. Semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Innalillahi wa innailaihi rojiun.
siapapun yg membocorkan surat tugas perjalanan dinas luar negeri menteri PU @KemenPU adalah pahlawan.
kalau kamu tahu siapa dia/mereka, tolong LINDUNGI.
keberanian ini perlu agar kegilaan-kegilaan para pejabat-politisi macam ini bisa dihentikan.
yg waras jangan takut melawan.
Inilah tampang NURIDIN (50 tahun) 🤬
Ajun Inspektur Polisi Satu, anggota Polres Tegal Kota, mantan Kanitreskrim Polsek Tegal Selatan, Jawa Tengah yang selama 2,5 tahun menjadikan istri sirinya:
- budak seks
- dipaksa konsumsi & meracik narkoba sabu
- disiram air keras hingga luka bakar 47% tubuh
- dipukul gagang pistol & kekerasan fisik lainnya
- diintimidasi & ancaman sebarkan video asusila
- disekap dalam rumah, dll
😭😭😭
(1)
Kebijakan Luar Negeri Indonesia sangat buruk di mata masyarakat Mayoritas Muslim Indonesia, khususnya yang memiliki sikap membela Palestina dan mendukung Negara Islam Iran dalam konfliknya dengan negara Zionis Israel dan Amerika Serikat.
Indonesia sebagai pelopor negara Non Blok dan Negara berpenduduk Muslim terbesar dunia, ternyata Presiden atau Wapresnya atau pejabat senior utama yg dikenal bereputasi internasional, tidak ada yang diutus resmi untuk mewakili Indonesia hadir di acara pemakaman Pemimpin tertinggi Iran Ali Khameini yang dibunuh oleh agresor AS.
Harusnya kalau Presiden gak bisa datang, bisa diwakili Wapres atau mantan Presiden, ya minimal menteri senior. Ini hanya diwakili pejabat setingkat Duta Besar. Seolah tidak menghargai negara Besar di Persia itu. Makanya logis kalau Iranpun gentian tidak menganggap penting Negeri ini.
Padahal pejabat Tinggi hadir dalam upacara melayat secara langsung itu tidak berarti bermakna dukungan politik luar negeri pada negara yang sedang berduka tersebut. Itu lebih merupakan etika diplomatik untuk saling menghargai antar negara.
Terlebih faktanya Iran itu adalah sahabat lama Indonesia, hubungan masa lalu selalu terjaga dengan hangat dan saling menghormati, dan tidak pernah ada konflik antar kedua negara. Tiba tiba saja di era Presiden Prabowo Indonesia seolah tanpa reserve menjadi anak buah Amerika, sehingga harus ambil jarak dengan Iran yang sedang jadi lawan AS belakangan ini.
Padahal moment ini harusnya jadi pembuktian diplomasi Indonesia yang masih berhaluan bebas aktif. Bukan berslogan Bebas aktif tapi sikapnya nampak terlalu takut dengan AS. Ini kesan yg terbaca dilakukan oleh Penguasa RI di Jakarta.
Peristiwa aksi pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei yang merupakan aksi ilegal melanggar hukum dan norma internasional, oleh Pemimpin Indonesia seolah dianggap tidak penting untuk disikapi dengan tegas.
Kali ini Prabowo kembali menunjukkan kebijakan Luar Negeri yang tidak sensitif. Kebijakan Luar Negeri yang mengabaikan opini publik dalam negeri, terutama dari suara masyarakat muslim yang merupakan warga mayoritas.