“Tragedi kemanusiaan di tiga provinsi di ujung Sumatera itu adalah merupakan korupsi, state capture corruption. Dilakukan dengan cara political corruption dalam bentuk membuat undang-undang yang melegalkan sesuatu yang illegal," tegas antan Wakil Ketua KPK periode 2010–2015, Busyro Muqoddas.
Baca di: https://t.co/8KWdDItJbr
| #Korupsi #BencanaSumatera #BusyroMuqoddas
Jadi makin mengerti kenapa buku-buku dibiarkan dibajak, industri buku dibiarkan lamban berkembang. Banyak orang masih mengganggap sekolah dan pendidikan tidak penting. Judol makin menjamur, pinjol seperti tanpa kontrol. Soalnya kalau pintar semua bisa makin merepotkan. Sulit dibodohi.
@horanggoo dan kalo bocah playdate, ortu2 tolol stop ngejodoh2in sampe disuruh peluk cium segala trus dicie2in. lucu? gemes? otak lu gue remes sini, ege. ini salah satu root cause kenapa anak sd uda bisa pacar2an, mana sambil ngumpet2 dan kadang keluar kata2 dewasa
@whoopziiy Inget kata Ustad Felix : Pacaran itu adalah kedok dari laki2 pengecut yang pengen merasakan HAK layaknya suami, tapi tidak mau melakukan KEWAJIBAN sebagai mana suami.
Jadi perempuan jangan mau dibodohi sama kata cinta!
Perjalanan Rifda begitu panjang, terjal, sulit, menyakitkan.
2017: cedera siku
2018: cedera lutut
2019: cedera paha dalam
2020: patah tulang kering
2022: cedera di kedua lutut, di kaki kiri, di bahu kanan
2023: berlomba dengan cedera lutut kanan di Kejuaraan Dunia 2023. Tetapi di sanalah Rifda mencatat sejarah sebagai pesenam Indonesia pertama yang lolos ke Olimpiade.
2024: Sudah operasi meniskus, tetapi memilih untuk tidak operasi ACL agar bisa tampil di #Paris2024 .
2024: Tiga pekan sebelum berangkat ke Paris lututnya bengkak. Padahal sebelumnya dia sudah bisa memainkan semua alat. Rifda menjadi sangat stres.
2024: Tiga hari sebelum berangkat ke Paris, kondisinya sudah baik dan bisa main 4 alat. Tetapi sesampainya di Paris, saat latihan kedua, dia cedera lagi.
Hari ini, Rifda harusnya tampil pada nomor all around (empat alat). Tetapi dia hanya bisa memainkan satu saja yakni palang bertingkat.
Rifda tampil dengan menahan rasa sakit akibat cedera meniskus dan ACL. Untuk tampil di Olimpiade, Rifda bahkan harus dibantu oleh Eva Novalina, pelatihnya, untuk naik dan mendarat di palang bertingkat.
"Saya ingin sekali tampil di Olimpiade karena ini cita-cita saya. Saya mau buat bangga semua yang sudah mendukung saya," katanya via NOC Indonesia.
"Sekarang rasanya lebih tenang, saya sudah bisa membuktikan bisa tampil di Olimpiade. Saya senang bisa menahan rasa sakit sampai kompetisi selesai."
Hormatku padamu Rifda Irfanaluthfi.
Terima kasih!