@lessomero "Jangan terpengaruh, Neira-AAAAAA-!⸺"
"Surgam-UuUuUuUUUU⸺ di depan mata."
Kau makin bingung. Siapa yang harus dipercaya? Mengapa pula kau harus memilih antara mereka?
Pembantaian kembali terjadi. Pakaian terbaik yang pernah kau pakai selama berada di Essomero bernoda merah. Wajahmu lengket dengan darah yang bukan milikmu.
Kematian semakin dekat. Dan kau bahkan tidak tahu siapa lelaki pemegang rahasia⸺
Jika Rubah Oranye tidak bisa menemukan siapa Antonius yang hingga saat ini masih dicari, maka tidak ada salahnya meniadakan semua Neira. Toh, tujuan sebenarnya dari semua ini adalah kematian, bukan?
Sebelum kau sempat mencerna pertanyaan yang bersarang di benakmu baru-baru ini, kepala lain⸺atau apa pun yang tersisa dari mereka⸺telah duluan menghiasi lantai dansa dengan kemerahan.
Dan kau bertanya, "Mengapa?!"
Karena Rubah Oranye hanya ingin menghabisi kecurigaan.
Beberapa kepala kemudian ikut meledak, membuahkan suara-suara dan gaduh ketakutan.
Kau juga salah seorangnya. Kau tidak tahu kapan kau diledakkan, atau apakah ia cukup beruntung untuk diampuni.
@lessomero "Selamat malam, Neira." Rubah Oranye kembali mengambil alih. "Utopia sudah berada di depan mata. Jangan menyerah dengan kenyataan tersebut. Kalian adalah pemenang. Kalian adal⸺AAAAAhhhh⸺"
Dan Rubah Oranye kembali menghilang dari panel di atas kepalamu.
"... pria itu bebas, membawa segala rahasia yang ia ketahui. Namun harganya besar, lebih luar biasa daripada sebuah kehilangan."
Suara berat itu menyayat hati, namun mengerikan.
"Kakaknya hilang kepala, keluarganya habis dibantai, sementara dirinya sendiri menjadi buron."
@lessomero "Selamat Ma-AAAAA-lam." Untuk pertama kalinya, kau merasa lega dengan hadirnya suara Rubah Oranye di kepalamu, yang saban hari dahulu kau benci.
"Kami Mengal-AaaaaA-mi gangguan sementara. Maka dari itu⸺"