@mhuseinali Betul banget wkwk. Peraturan di luar negeri dibuat dengan asumsi semua orang itu jujur, sedangkan peraturan di Indonesia dibuat dengan asumsi semua orang itu maling. Semua itu ada sebabnya.
Ngeliat demo MBG kemarin, bisa kebayang gambaran kampanye pemilu 2029 nanti ketika prabowo memutuskan lanjut periode kedua
MBG & KDMP itu produk populis yang nyentuh buanyak lapisan akar rumput yang ga kita temui di X
Dalam konteks demo kemarin saja, mereka sudah dikerahkan buat mecah massa dan opini medsos, yang gen z ikut turun banyak. Kebayang seberapa cepat basis dukungan itu dimobilisasi
Apalagi menjelang pemilu 2029 nanti, MBG & KDMP bisa jadi instrumen marketing powerfull nyentuh lapisan bawah (entah bagaimana mengemasnya)
Banyak raja2 kecil di daerah yang menikmati produk inj, dan raja2 kecil ini berpotensi bergerak secara organik mempertahankan apa yang sudah dinikmati
Yg begini yg membuat para koruptor terus terpilih lagi dan lagi. Begitu murah upah mobilisasi massa untuk mendukung kebijakan yg jelas2 korup dan ngambil dana pendidikan.
please normalisasi ngetreat seragam ijo dan coklat seperti layaknya rakyat biasa. mereka itu gak lebih tinggi dari kita,gak ada yang perlu dispesialkan dari mereka. udah muak liat "oknum" yang arogan gini 👋🏻
Saya lihat banyak yang marah pada @tempodotco karena mengangkat isu kekerasan dan kriminalisasi terhadap LGBT. Sebaiknya kita pahami dulu pesannya sebelum memboikot.
Membahas kekerasan terhadap suatu kelompok tidak sama dengan mendukung perilaku menyimpang kelompok tersebut.
Orang boleh menolak praktik LGBT karena alasan agama, budaya, atau keyakinan pribadi. Itu haknya.
Namun, tidak ada yang boleh menjadi korban kekerasan, persekusi, pengeroyokan, atau penghinaan hanya karena identitas atau orientasinya.
@Kevin80626306@ini_ayye aku gk bilang image ku terganggu karena mendukung/tidk mendukung kak. aku hanya masih belajar isu marjinal dan mencari tau stand point ku ke depannya di mana. but okayy I'll try my best
@ini_ayye hmm I see. soalnya dlm benak ku tadi, ada bbrp org yg memang memiliki orientasi seksual non-hetero tetapi tidak mencari hak sipil yg setara dgn hetero. subkelompok ini yg aku maksud tidak mendiskriminasi tetapi juga tidak mendukung queer yg mencari kesetaraan--
gak akan pernah lupa sama salah satu cerita di buku suara perempuan korban tragedi 65, jadi perempuan ini dituduh gerwani terus ditanam hidup" (sampe kepala) berhari" ga dikasih makan sampe suatu ketika ada monyet yg ngeliatin dia dan krna kasian ngebagi pisangnya ke si perempuan