lagi denger musik pake Headset,
trus temen nanya : "Bang, asik denger lagu apa tuh?"
Gue jawab: Bang Haji Rhoma Irama - Manusia Bodoh
eeh ... bingung dia, gak percaya😐
Di balik hutan itu ada percabangan kali Hariñjing yang sering menyusahkan warga sekitar 1242 tahun lalu karena sering membanjiri lahan dan pomahan. Karena itu seorang pemuka agama (bhagawanta) berinisiatif membendung kali dan dibuatkan dawuhan serta sodetan untuk mengurangi volume air dan kanal-kanal irigasi (dharmma kali) untuk mengairi persawahan warga.
Upaya ini ternyata sampai juga ke Istana Mêdang dan mendapat anugerah status sīma dari Śrī Mahārāja Rakai Panaraban yang baru sehari naik tahta. Penetapan status sīma ini didasarkan pada surat ketetapan raja (śāṣana), mungkin berupa daun lontar (ripta prasasti) dan baru dibuatkan prasasti batu sekitar 143 tahun kemudian.
Melihat daftar para pejabat desa yang direkam dalam prasasti, daerah ini sudah cukup ramai secara sosial kemasyarakatan meskipun berada di daerah terpencil.
Ada pejabat pengawas hulu (tuhaḍihulu), pejabat perbatasan (awatas), kepala pasar (apêkan), pejabat urusan pengairan (huler), jurubicara (parwuwus), kepala pengawas perburuan (tuha buru), kepala pengawas hutan (tuhālas), kepala kalang (tuha kalang), pejabat wadahuma (tidak diketahui tugasnya), bahkan semacam rukun tetangga (kulapati).