MEMPERBAIKI MBG BERSAMA PROF. SUMITRO.
Oleh: Fahri Hamzah.
Alumni FE UI Angkatan 1992.
Kasus dugaan korupsi yang mulai menyeret pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesungguhnya tidak boleh hanya dilihat sebagai persoalan hukum. Tentu saja aparat penegak hukum harus bekerja dan setiap penyimpangan harus ditindak. Namun jika kita berhenti pada urusan penangkapan pelaku dan perhitungan kerugian negara, kita berisiko kehilangan kesempatan untuk memahami masalah yang lebih mendasar. Sebab pengalaman panjang pembangunan di Indonesia menunjukkan bahwa hampir semua program besar yang mengelola anggaran dalam jumlah sangat besar pada akhirnya menghadapi persoalan yang sama: ketika desain kelembagaannya lemah, program yang lahir dari niat baik perlahan berubah menjadi arena perebutan rente.
Padahal MBG lahir dari salah satu gagasan paling mulia yang pernah dimiliki negara. Tidak ada bangsa yang dapat menjadi besar jika anak-anaknya tumbuh dalam keadaan kekurangan gizi. Tidak ada strategi pembangunan sumber daya manusia yang lebih mendasar daripada memastikan setiap anak memperoleh asupan yang cukup untuk tumbuh sehat, belajar dengan baik, dan mengembangkan seluruh potensinya. Karena itu, saya termasuk orang yang percaya bahwa tujuan besar MBG harus dijaga dan dipertahankan.
Justru karena saya percaya pada tujuan itulah saya merasa program ini perlu dievaluasi secara serius. Sebab ancaman terbesar bagi MBG bukanlah kritik dari luar, melainkan ketika program ini perlahan kehilangan ruh yang melahirkannya. Ketika perhatian kita hanya tertuju pada jumlah porsi yang dibagikan, besarnya anggaran yang terserap, atau banyaknya dapur yang dibangun, kita bisa lupa pada pertanyaan yang lebih penting: ekonomi siapa yang sebenarnya sedang dibangun melalui program ini?
Pertanyaan itu mengingatkan saya pada pemikiran Prof. Sumitro Djojohadikusumo. Dalam banyak tulisan dan kebijakannya, Sumitro selalu melihat pembangunan dari sudut yang berbeda. Ia tidak memulai dari negara, melainkan dari rakyat. Ia tidak memulai dari belanja pemerintah, melainkan dari kemampuan masyarakat untuk berproduksi. Bahkan ketika menulis disertasi terkenalnya tentang kredit rakyat pada masa depresi ekonomi, perhatian utamanya bukanlah bagaimana negara membagikan bantuan, melainkan bagaimana rakyat tetap dapat bekerja, menghasilkan, dan bertahan di tengah kesulitan.
Cara berpikir seperti itulah yang menurut saya perlu dibawa ke dalam evaluasi MBG. Sebab jika dilihat lebih dalam, MBG sebenarnya bukan sekadar program pemberian makanan. MBG adalah pasar. Bahkan mungkin salah satu pasar terbesar yang pernah diciptakan negara Indonesia. Setiap hari jutaan porsi makanan harus tersedia. Setiap hari harus ada beras, telur, ikan, ayam, sayuran, buah-buahan, susu, dan berbagai komponen gizi lainnya. Di balik setiap porsi makanan terdapat rantai produksi yang sangat panjang dan melibatkan jutaan orang.
Masalahnya adalah kita belum cukup serius bertanya kepada siapa pasar raksasa itu diberikan. Ketika negara menciptakan permintaan pangan dalam skala yang begitu besar, sesungguhnya negara sedang menentukan siapa yang akan memperoleh manfaat ekonomi dari perputaran uang tersebut. Jika yang menikmati peluang itu adalah petani lokal, nelayan kecil, peternak rakyat, koperasi desa, dan UMKM pangan di berbagai daerah, maka MBG akan menjadi instrumen transformasi ekonomi yang luar biasa. Tetapi jika sebagian besar manfaatnya justru terkonsentrasi pada rantai pasok yang panjang, kelompok pemasok besar, atau perantara yang semakin jauh dari rakyat, maka kita sedang menyia-nyiakan kesempatan bersejarah.
Setelah beristirahat untuk pulihkan kondisi fisiknya, Jokowi ๐ฎ๐ฉ memastikan kesehatannya telah pulih dan siap menyapa langsung rakyat di daerah. #lampung#jabar#ntt
Cihuy.. Jokowi ๐ฎ๐ฉ jalan2 keliling Indonesia bersama PSI. #jalan2#healing
Mengapa imigran Yaman doyan makan gratisan ?
Klo nggak bikin dongeng khufarat ya bikin habis hidangan orang hajatan.
Sudah datang gak diundang.
Rakusss pula.
#raibadokan
Ingat ya SPPG, MBG bukan sekedar formalitas memberi makan tetapi menambah gizi, sehingga anak2 tumbuh sehat kuat cerdas
Dg gizi cukup memudahkan menyerap pelajaran dan hati riang karena perut kenyang
Menurut penelitian pagi banyak anak2 tidak makan cukup karena terburu sekolah
Klo gw jadi 08, wAbah bakal gw jadiin ketua BGN. Iming2in renumerasi yg gede, scr doi mata duitan.
Dengan begitu pemerintah bisa dapetin 2 hal sekaligus:
1. Serangan dari para anak wAbah berkurang
2. Buktiin ke khalayak klo wAbah bisanya cuma omon2.
๐
Yaelah jadi Wamenlu cuma 3 bulan, udah merasa mampu bikin video atas nama rakyat. @dinopattidjalal kelas elu cuma pengamat, bukan siapa2 di Republik ini. #ngawur
Di era media sosial, yang paling mudah adalah membuat keributan. Yang paling sulit adalah menghasilkan capaian.
Pertanyaannya sederhana: lebih menghargai suara yang paling keras, atau hasil yang paling nyata?
Teddy vs Dino gw anggap kayak liat komen maia vs dani komen di idol vs icon๐
Jaka kembung semua....Gak nyambung
Dino komen sambil bawa2 soal sahabat yg akan bilang kejujuran bukan menyetujui semua yg dilakukan (tapi kok pake video org lain sih parahnya lagi video tsb digunakan sebagai legitimasi menempatkan diri sebagai "sahabat" Presiden @prabowo hanya karena sudah diberi bintang Mahaputra)
Pd sekali dino mengkritik kebijakan kunjungan LN presiden seolah sedang ngajar seminar apa2 yang harus dilakukan presiden yg ujung2nya utk menekan biaya perjalanan luar negeri dgn hal2 yg masih bisa diperdebatkan.
Ambil contoh aja dino mengusulkan pake teknologi komunikasi ketimbang datang ke negara, memanfaatkan forum internasional pertemuan antar kepala negara sampe ngundang kepala negara ke Indonesia.
Sebagai pendukung presiden Prabowo, gw cuma mau komen dia kritik atau mau show off ke presiden utk attetion seeker ๐
Lupa kah dia (terkait dgn usulan dia ke pak prabowo) waktu dia menjabat jadi wamenlu yg kata si teddy hanya 3 bukan ya. Skandal tentang presiden SBY yg konon disadap komunikasinya oleh intelegen Australia. Harusnya dr sini tau kan kenapa presiden lebih pilih kunjungan LN pertemuan G to G
Balik lagi ke teddy, sebagai pendukung presiden mungkin sudah waktunya kasih kritik agar setiap tau posisi tupoksi jabatannya. Dino ini kritik presiden dan yg seharusnya punya wewenang utk menjawab ya BAKOM. Kemana fungsi badan ini kenapa diam aja seolah magabut ngang nging setiap ada yg hal yg membutuhkan komunikasi ke masyarakat agar tidak menjadi polemik.
Harusnya BAKOM yg menjelaskan fungsi dan manfaat kunjungan LN presiden.... Gak ada yg dilakukan BAKOM kemana pejabatnya.... ๐ค
Ini seolah diam aja biar masyarakat apriori pada pemimpinnya (jd julid kan BAKOM ini diisi siapa๐)
Blunder teddy yg menjawab kritik dino ke presiden prabowo yg melebar seolah "menyerang" Prestasi juga gak banget deh justru yg dilakukan teddy ini akan membuat para perawat ddk semakin gencar menyerang presiden. Udhlah hrsnya dia kerja sesuai tupoksi nya sebagai setiap gak usah personal branding sendiri dgn mengambil alih fungsi BAKOM.
Ngapain juga bandingin anggaran presiden prabowo dgn presiden sebelum2nya sampe jumlah rombongan. Yg diliat masyarakat itu sejauh mana hasil capaian kerja. Bukan waktunya bandingin kinerja dgn presiden sebelumnya....
@KerjaHasil_id Kata kata seperti ini kayaknya sdh diatas 1jt kali ditulis TERMUL
SAKIT HATI
KALAH PILPRES
harap maklum yg punya ternak tak berIJAZAH
https://t.co/6L7WZIkCsb
Yuk KITA BALIK:
MENGAPA MEREKA TAKUT MELIHAT IJAZAH JOKOWI dalam GELAR PERKARA DI BARESKRIM POLRI?
Ada 3 yang TAUBAT: Egy-Damai-Rismon
๐๐คฃ๐
Tobat itu memang SUSAHโฆPanciiiii
Mungkin ini 'pembalasan' paling cantik ala Seskab Teddy terhadap Amien Rais ๐
Siapa sangka Masjid Fatahillah yg lokasinya dekat rumah Amien Rais menerima qurban sapi seberat 1,1 ton dari Seskab Teddy.
Smg Mbah Amien tetap semangat ya, meskipun ga berguna buat warga disana.
@Valhallaah GONGGONGAN KALIAN GDA PENGARUHNYA BAGI AGAMA ISLAM...
SEBAB SUDAH DARI ZAMAN DAHULU MANUSIA MACAM KALIAN...DAN AKHIRNYA BINASA !
https://t.co/FP61bE0X6B
Said Didu Dkk tidak mengerti apa itu oligarki dan secara konstitusi, negara memang hanya dipimpin segelintir orang..
Video Selengkapnya di
SERANGAN MASIF KEPADA JOKOWI, SIAPA YANG MERANCANG? || OTT
https://t.co/kmK09v55Rh