Pusinggg 😵💫
Besok, tagihan WhatsApp-nya Kledo bakal melonjak dari Rp 0 jadi hampir Rp 470 juta setahun.
Bukan gara-gara chat-nya nambah. Tapi gara-gara Meta ngubah satu aturan mulai 1 Oktober 2026. Dan ini bakal ngefek ke hampir semua bisnis yang pakai WhatsApp. 🧵
Bagus banget!
Video ini menjelaskan bahwa kehidupan itu sebenarnya permainan strategis. Bukan sesederhana rajin, kerja keras, atau punya bakat. Pemenang itu yang paham aturan permainan dan bisa beradaptasi.
Tonton deh.
Thank me later!
yoo gess
ada yg baru dari tencent, ini konsepnya desktop agent gitu, namanya WorkBuddy
buat nyobainnya kali ini gue coba pake real project beneran yakk, kalo ngikutin TL gue pasti nyadar gue lagi bikin AI web builder, namanya formance studio
Mendagri Tito Ubah Batas Pendapatan Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Kini Rp8,5 Juta per Bulan, di DKI Jakarta Rp12 juta per Bulan
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyepakati sejumlah penyesuaian dalam Program Pembangunan 3 Juta Rumah. Salah satu perubahan yang dilakukan adalah revisi kriteria masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) guna memperluas jangkauan penerima manfaat program perumahan.
.
Tito menjelaskan, batas maksimal pendapatan MBR untuk kategori lajang dinaikkan dari sebelumnya Rp7 juta menjadi Rp8,5 juta per bulan. Sementara di zona DKI Jakarta menjadi Rp12 juta. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membuka akses kepemilikan rumah bagi lebih banyak masyarakat yang selama ini belum masuk dalam kategori penerima bantuan.
.
Selain penyesuaian batas pendapatan, pemerintah juga memberikan kepastian hukum terkait domisili calon penerima manfaat. Melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani bersama Menteri PKP, masyarakat tidak lagi diwajibkan memiliki KTP sesuai lokasi rumah yang dibeli untuk memperoleh berbagai fasilitas dalam program perumahan.
.
Asahat Edi/PRMN
#mendagri #PKP #masyarakat #rumah
Kalo masih ada yg bilang petamax kan cuma buat org yang mampu wkwkwk eitss menurut gua akan ada efek domino yang muncul setelahnya.
Dan efek domino ini justru bisa nyampe ke orang yang bahkan nggak pernah isi Pertamax sekalipun.
1. Orang langsung cari alternatif yang lebih murah Ini perilaku manusia paling normal.
Kalau Pertamax naik, sebagian orang bakal pindah ke Pertalite. Masalahnya, Pertalite itu kuotanya terbatas. Kalau yang ngantri makin banyak, tekanan ke stok juga makin besar.
2. Pertalite makin rame
Kalau permintaan naik terus, antrean makin panjang. Yang biasanya isi santai jadi rebutan.
Yang nggak kebagian?
Ya terpaksa beli BBM yang lebih mahal.
3. Biaya transportasi dan logistik pelan-pelan ikut naik
Di negara kepulauan kayak Indonesia, hampir semua barang harus diangkut. Begitu biaya energi naik, biaya distribusi ikut naik. Dan biaya distribusi yang naik itu biasanya nggak berhenti di jalan.
Ujung-ujungnya diterusin ke konsumen.
4. Harga barang ikut naik seperti Beras. Sayur. Makanan. Jasa kirim. Ojol.
Bahkan UMKM kecil pun bisa kena. Karena modal operasional mereka ikut naik.
5. Daya beli makin tertekan
Ini yang menurut gua sering diremehin.
Gaji nggak naik setiap bulan. Tapi pengeluaran bisa naik pelan-pelan. Awalnya mungkin nggak kerasa.
Tapi lama-lama orang mulai mikir dua kali sebelum belanja. Mulai nahan konsumsi. Mulai batal checkout.
6. Yang kena bukan cuma orang kaya
Narasi "yang pake Pertamax kan orang mampu" menurut gua terlalu sederhana.
Karena ekonomi itu saling terhubung.
Ketika biaya di satu titik naik, efeknya bisa nyebar ke mana-mana.
Kadang yang kena justru orang yang nggak pernah isi Pertamax sekalipun.
Makanya menurut gua yang perlu dilihat bukan cuma siapa yang pakai Pertamax?
Tapi juga: apa yang terjadi setelah Pertamax naik?
Karena sering kali yang bikin berat bukan kenaikan harganya. Tapi efek domino nya.