Gaurav Srivastava "menyusup" ke keluarga Prabowo Subianto dan elite di Indonesia untuk mendapatkan kontrak pertahanan.
Pura-pura menjadi agen Central Intelligence Agency (CIA).
#TempoPlus
Pagi ini kita cerita seruan melalui tweet seorang pelajar 16 tahun di Hongkong bernama Joshua Wong
---
"THEY CAN LOCK UP MY BODY, BUT THEY CAN'T LOCK UP MY MIND!]
In today's (16 May) last year, I was jailed because of the Umbrella Movement. I could not imagine more than 2 million HKers could take to the street during my jail terms to against the controversial extradition bill."
---
Joshua adalah motor penggerak:
Umbrella Movement (Gerakan Payung)
salah satu protes demokrasi terbesar dan paling ikonik di Hong Kong, terjadi pada 26 September – 15 Desember 2014 (berlangsung 79 hari).
Latar Belakang
Pada 31 Agustus 2014, pemerintah China mengeluarkan keputusan bahwa pemilihan Chief Executive (pemimpin Hong Kong) tahun 2017 boleh dilakukan secara “universal suffrage” (semua orang boleh memilih), tapi kandidatnya harus disaring dan disetujui dulu oleh Beijing.
Banyak orang Hong Kong melihat ini sebagai “demokrasi palsu” yang mengkhianati janji otonomi tinggi (“One Country, Two Systems”).
Protes dimulai dari class boycott (mogok sekolah) oleh pelajar, lalu berkembang jadi Occupy Central demonstran menduduki jalan-jalan utama selama berbulan-bulan.
Kenapa Disebut “Umbrella”?
Polisi menggunakan pepper spray dan gas air mata untuk membubarkan massa. Demonstran spontan membuka payung (banyak yang kuning, warna simbol demokrasi) untuk melindungi diri. Gambar payung kuning jadi ikon global gerakan ini.
Tokoh Utama (Leaderless tapi ada wajah-wajah kunci)
Joshua Wong (saat itu baru 17-18 tahun, founder Scholarism), wajah paling terkenal. Dia remaja yang vokal, sering pidato di tengah kerumunan.
Alex Chow & Lester Shum (Hong Kong Federation of Students)
Benny Tai, Chan Kin-man, Chu Yiu-ming (Occupy Central with Love and Peace) Nathan Law, Agnes Chow, dll.
Puncak Aksi
28 September 2014: Polisi tembak gas air mata tapi massa justru semakin banyak (dari ribuan jadi puluhan ribu). Jalan Harcourt Road di Admiralty, Mong Kok, dan Causeway Bay diduduki total.
Demonstran mendirikan tenda, belajar bersama, nyanyi, dan buat seni protes. Sangat damai di awal, meski ada bentrokan sesekali.
Puncak jumlah demonstran mencapai ratusan ribu orang.
Akhir Gerakan & Dampak
Desember 2014: Polisi dan pemerintah bersihkan lokasi secara paksa. Tidak ada konsesi dari Beijing.
Dampak jangka panjang:
Meningkatkan kesadaran politik generasi muda Hong Kong.
Melahirkan gerakan lokalisme dan independen yang lebih kuat.
Gerakan ini simbol perlawanan damai generasi muda Hong Kong yang takut kehilangan kebebasan.
Meski gagal mencapai tujuan langsung, ia mengubah politik Hong Kong selamanya.
Ingat baik-baik namanya, Nalince Wamang
Pelajar asli Papua, 17 tahun, tewas ditembak oleh tentara saat sedang mendulang emas di wilayah bekas aliran limbah tambang PT. Freeport demi mencari uang untuk kuliah
Dimiskinkan sistem, dibunuh aparat negara
Never forget, never forgive
Banyak machoist sama homofobik yang triggered karena orasi Jem Siow di Hamnersonic kemarin, padahal kebanyakan yang kontra ngga lebih maskulin dari dia bjir wkwkwkk
agak sulit diterima logika saat mengetahui fakta bahwa pak campo tidak pasang cenblu dan followersnya masih <10 ribu
beliau lebih berjasa dalam bidang sejarah nusantara (terutama jawa) daripada menteri kebudayaan sekalipun
Para ayah/laki2 tidak disalahkan atas kekerasan terhadap anak mereka di daycare jogja adalah bentuk privilese atau perlakuan istimewa yang dinikmati laki-laki.
Kejadian unik!
Klenteng Kwan Sing Bio dipaksa buka oleh warga muslim di Tuban karena salah satu pengurus vihara mau menguasai tempat ibadah dengan menutup akses sehingga umat tidak bisa beribadah secara umum.