tau gak saking so sweetnya ibunda Khadijah ke Rasulullah dan saking hebatnya beliau dlm membuat suaminya merasa nyaman, tentram, aman, dst
Rasulullah bilang apa coba?
“inni ruziqtu bihubbihaa”
Rasul gabilang “aku dikasih dia nih rezeki banget!”. tapi Rasul bilang “aku mencintainya adalah sebuah anugerah dan rezeki dari Allah untukku”
COIIII AU MANAPUN JUGA LEWAT😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
mudahkan hamba jadi istri sesolihah bunda Khadijah yaRabb🥹
to the point aja, di pernikahan:
yg suami butuhkan:
- segs
- waktu sendiri kadang2
- diberi pengertian dan disupport
- enggak dibanding2in
- didukung tanpa ditekan terlalu keras
- kepercayaan
yg istri butuhkan:
- uang
- suami inisiatif bantuin kerjaan rumah dan anak tanpa diminta
- suami dengerin curhat istri
- partner diskusi 2 arah dan terbuka, bukan 1 arah
- kesetiaan
ya tentu bisa sama/gantian kebutuhannya tergantung kondisi dan orangnya, tapi kira2 itu bukan ya gaes???
Selain bikin tidur nyenyak, puterin murotal itu bisa jadi media anak untuk mengenal surat, yang mana kalau rajin diputarkan lama-lama akan hafal tanpa dia baca.
Pengalaman aku di anak 4 tahun dia sekarang hafal beberapa ayat al-baqarah karena saking seringnya diputar setiap malam
Anak gue di putarin murotal sama ayahnya,
10 menit gak protes, tetap didengerin.
15 menit udah mulai keluar manggil ayahnya "Ayah, bukan itu."
Gue jawab aja "Na, masuk kamar lagi, dengerin ngajinya dan hafalin biar setan pada pergi."
Nurut dia masuk lagi ke kamar tapi sambil minta di buatin susu.
Gak lama malah tepar bocilnya 😅
Berarti biar cepat tidurnya nih toddler di putarin murotal aja.
tapi emang kalo anak kecil diajarin dari kecil soal batasan ke lawan jenis non mahrom tuh mereka ngerti dan aware tau
ponakan ponakan gue, kalo ada anak laki yg mulai deket deket atau nyentuh, langsung ngomong “ih kamu gaboleh tau laki laki pegang perempuan”
trus yg anak laki laki jg jd aware dan auto jaga jarak.
main bareng mah main. jalan jalan di komplek. main sepeda bareng bareng juga. tapi gaada yg sampe berani pegang2 dgn sengaja gitu👏🏻🥰
@lilaccountz Suami tidak paham agama = tidak pernah memberikan nasihat kepada anak-anaknya sehingga anak-anaknya hilang arah, terjebak dengan pergaulan bebas, susah dikendalikan karena egonya yang tinggi juga hatinya keras daaan fatherless.
@axdwin halo kak, izin promo jualanku yaah☺️
Buat yang mager masak tapi tetap pengen makan masakan rumahan boleh dicoba nihh ikan marinasi yg aku jual, semuanya pakai ikan segar pilihan. Pengiriman via paxel/lalamove yahh🥰
Dikirim dari Jagakarsa Jakarta Selatan
Kalau mau menikahi seseorang, penting untuk melihat dia tumbuh di lingkungan keluarga seperti apa.
Bukan untuk menghakimi latar belakangnya, tapi untuk memahami pola pikir, kebiasaan, dan cara dia memandang hubungan.
Keluarga adalah tempat pertama seseorang belajar tentang komunikasi, cara menyelesaikan masalah, cara mengekspresikan emosi, dan bagaimana memperlakukan orang lain. Dari situ biasanya terbentuk karakter dasar yang akan terbawa sampai dewasa. Misalnya, orang yang tumbuh di keluarga yang terbiasa terbuka cenderung lebih mudah diajak berdiskusi, sementara yang tumbuh di lingkungan penuh konflik mungkin punya cara bertahan yang berbeda, seperti menghindar atau menahan perasaan.
Bayi berisik, balita rewel, nenek kakek yg jalannya lambat etc adalah dinamika wajar di ruang publik. Orang-orang yg nggak siap keluar rumah untuk menghadapi dinamika semacam itu dipersilakan gak usah keluar rumah sama sekali 👍
Pasangan adalah satu2nya orang yg bisa kita pilih. Kita gak bisa milih siapa orang tua, sodara, atau anak kita. Tapi kita milih pasangan karena percaya ia lah yg akan menjadi temen hidup.
Kalo di agama sendiri, salah satu cara untuk mendapatkan 'ketenangan' lewat pernikahan. Dgn punya pasangan jadi punya ruang aman utk bercerita, istirahat, dan membangun mimpi bersama.
nikah tuh udah berat. jgn nyari penyakit dgn nikah sama yg gapaham agama atau malah ga percaya agama. asli, apalagi klo kamu cewe.
jadi makmum org yg ga percaya agama bakal jd pr banget. terlebih klo tujuan kita nikah biar bisa samawa sampe surga🥲☝️
Honestly as a Muslim, alasan utama pengen punya anak (bahkan banyak kalau mampu) bukan karena berharap amal jariyah, tapi untuk kebaikan peradaban.
Bayangin kalau 1 orang berhasil didik 2 anak jadi orang baik yg memberikan kebaikan bagi masyarakat, atau bahkan mampu menjadi pemimpin yang adil, bagaimana jika itu dilakukan jutaan orang? Lalu apa yg akan terjadi 10-20 tahun kedepan?
Maka orang2 baik dan berintegritas akan mendominasi.
Hal yg harus dilakukan orang tua sekarang adalah:
1. Terus belajar utk menjadi contoh yg baik utk anaknya
2. Mendidik anak agar menjadi orang yg berintegritas
3. Berjuang keras agar dapat memberikan fasilitas lingkungan dan pendidikan terbaik
Wdyt?
karena pasangan hidup akan menentukan:
- cara pandang, tujuan hidup dan visi misi kedepan
- target kita kedepan apa aja, bagaimana ngejarnya dan apa yg mau dikorbankan
- apa yg penting dalam hidup dan apa yg tidak penting
- cara spending uang
- level gengsi
- life style/gaya hidup sehari2
- cara nabung dan investasi
- preferensi pendidikan anak
- cara pengasuhan anak/parenting
- preferensi liburan
termasuk dalam ibadah dan menjalankan agama.
kalau saya dulu cari pasangan yg sefrekuensi, pinter dan jaga sholat, kalau cantik ya Alhamdulillah, dan beruntungnya dapet 😆
@yearendsale_ Yang mau beli udang murah sekitar jakarta, depok dan tangerang boleh di aku yaa🥰
Udang vaname 1kg 88rb ajaa
Ongkir jakarta, depok dan tangerang 5rb🤗
Berikut video analisa Dr. Dino Patti Djalal mengenai "9 Pelajaran Penting dari Tsunami 2004 utk Penanganan Banjir Sumatra". Silahkan disimak & bantu sebarkan kpd Pemerintah, aparat, publik, korban & keluarganya. Media boleh kutip freely. @prabowo@SBYudhoyono@fpcindo@BNPB_Indonesia #banjirsumatra