Gerakan pada video ini melatih berbagai otot perut sekaligus stabilitas panggul dan tulang belakang.
Gerakan bicycle crunch dapat melatih otot perut.
Gerakan plank dan mountain climber dapat meningkatkan stamina, sekaligus melatih otot perut.
Nah tapi klaim 14 hari ini kesannya berlebihan. Penelitian menunjukkan bahwa durasi latihan pembentukan otot selama 1-2 minggu pertama lebih banyak bersifat "pembelajaran" pada saraf yang mengatur pergerakan otot, butuh waktu lebih panjang untuk membentuk otot.
Semoga bermanfaat!
Sumber Ilmiah:
A dose response analysis of exercise prescription variables for lateral abdominal muscle thickness and activation: A systematic review
- Swiss dan Belgia gak punya pohon kakao, tapi jadi raja cokelat dunia
- Italia gak punya kebun kopi, tapi kiblat espresso dunia
- Jepang bukan penghasil karet, tapi jadi pembuat ban dan komponen otomotif terbaik di dunia. Dll
Sementara Indonesia? Kita punya segalanya: kakao, kopi, karet, dan banyak bahan mentah lainnya. Tapi kenapa kita susah bikin produk olahan yg mendunia?
Panduan Singkat Penyampaian Kritik di Ruang Digital
1. Hindari menyerang individu, fokus pada kebijakan.
❌ “Pejabat ini tidak kompeten.”
✅ “Kebijakan ini menunjukkan kelemahan dalam perencanaan dan eksekusi"
2. Hindari tuduhan langsung.
❌ “Mereka sengaja merugikan rakyat.”
✅ “Menurut penilaian saya, kebijakan ini berpotensi berdampak merugikan.”
3. Hindari bahasa merendahkan.
❌ “Keputusan tolol.”
✅ “Keputusan ini kurang berbasis kajian yang memadai.”
4. Hindari ajakan provokatif atau mobilisasi emosional.
❌ “Lawan sekarang.”
✅ “Perlu pengawasan publik dan diskusi yang lebih serius.”
5. Hindari klaim faktual dan penyebutan nama tanpa rujukan.
❌ “Institusi A selalu gagal mengelola kebijakan ini.”
✅ “Menurut laporan media Tempo, implementasi kebijakan ini.. "
6. Hindari kritik yang mengarah ke SARA.
❌ “Golongan X memang selalu jadi sumber masalah.”
✅ “Praktik tertentu dalam kasus ini menimbulkan persoalan serius.”
Tetaplah bersuara, meski tak senyaman sebelumnya.
Pernyataan Sikap FH UGM terhadap tindakan kepada Mbak @nabiylarisfa .
Siap membantu mengawal dan melaporkan tindakan tersebut, biar ditelusuri ke akar akarnya siapa yg memerintahkan ancaman tersebut..
Harus dilawan!
Kalau perlu wajib PTUN sesuai dgn postingan awal mbak Nabiyla!
Dulu aku punya matkul namanya DAS, dosennya cuman 2x masuk. Saat perkenalan, dan ngasih ujian. Di pertemuan pertama itu mmg dia (bapak dosen) selalu blg kalian jgn hanya mnghrapkan ilmu dari dosen, belajar cari tau sendiri, kalian hanya akan dpt krg dari 10% ilmu dr saya.
Tau gak kenapa dia cuma 2x masuk? Ternyata lebih mentingin ngurusin proyek2nya sbg konsultan DAS drpd masuk ngajar😂
Jadi ya memang dosen harus sejahtera dan digaji layak agar supaya fokus ngajar, gak mikirin gimana dpt pemasukan di luar yg mengorbankan mahasiswa
Series Hukum Thailand yg keren banget ini.
Premis utamanya..
Lawyer bersih dan Lawyer "nakal" bekerjasama mengalahkan sistem yg sdh rusak..
Ketika sistemnya rusak, mengakali sistem menjadi hal yg wajar?
Bagus banget melihat hukum dalam realita.
Recommended series!
Bokap pernah ngajarin gue cara menghadapi orang yang nggak suka sama kita. Caranya agak unik: jangan selalu lawan dengan cara yang mereka harapkan.
Dulu Bokap pernah dijelek-jelekin dan disikut-sikut sama temen kantornya. Sampai suatu hari orang itu ulang tahun. Yang dilakukan bokap justru beli kue & hadiah dan memberikan langsung ke orang tersebut.
Gue tanya, "Kok Papa malah baik sama dia? gapantes dia dikasih hadiah sama kue gitu"
Bokap jawab, "Papa bukan lagi baik. Papa lagi pakai reverse psychology."
Terus beliau bilang, "Kalau orang yang baik sama kamu ngasih kue, itu biasa. Tapi kalau kamu dapet kebaikan dari orang yang kamu jahatin, kamu jadi bingung sendiri. Mau benci juga nggak enak, mau nyerang lagi juga jadi malu."
Beberapa hari kemudian, orang itu nggak pernah nyenggol bokap lagi.
Dari situ gue belajar, nggak semua konflik harus dibalas dengan konflik. Kadang respons terbaik adalah melakukan sesuatu yang tidak mereka duga.
Karena saat seseorang siap menghadapi amarah kita, mereka tahu cara melawannya. Tapi saat yang datang justru kebaikan, sering kali yang muncul adalah sesuatu yang lebih sulit dilawan: rasa bersalah.
cc:threadrioaldyy
@chaoho554 Panduan training IBM tahun 1979 pernah memuat: "komputer tidak bisa dimintai pertanggungjawaban, maka komputer tidak boleh digunakan untuk mengambil keputusan manajerial"
Quotes yg harusnya ditato ke jidat setiap org yg make AI buat decision making krusial macam kasus ini
Jadi inget waktu itu ada dosen kehutanan IPB, beliau profesor di bidang ilmu ekologi dan konservasi herpetofauna (amfibi dan reptil)
Beliau nulis di FB terkait larangan dan bahaya nya menyusun batu disungai karena merusak habitat dan ekologi untuk makhluk hidup di sungai tersebut
Postingan itu langsung rame dan profesor ini dihujat habis habisan sama orang orang yang menyebut itu "seni" bahkan ada komunitas nya
Cukup miris sama manusia manusia yang ga paham konservasi, sampe ahli nya ngomong tuh ga didengerin
Keren ini, tradisi intelektual yg perlu didorong utk dilakukan di dunia pendidikan tinggi Indonesia. Sayang sekali, hal ini msh terganjal dgn isu kesejahteraan dosen yg rendah.. 😢
berbalas opini di X ⛔️
berbalas opini di media massa ✅
tiba-tiba keinget, ada tradisi akademik yang menarik diulik, yaitu saling berbalas opini di media massa.
kali ini, pak dosen mencoba menyuguhkan beberapa perdebatan hukum dari guru-guru dan kolega.
{sebuah utas}
Mungkin ada yang belum tahu kalau kita bisa membaca artikel-artikel dari majalah The Economist secara GRATIS dengan cara mendaftar sebagai anggota perpustakaan digitalnya British Council. Setelah mendaftar keanggotaan, kita tinggal mendownload app pressreader dan sign in menggunakan kartu kita.
Bukan hanya The Economist, tapi kita bisa mengakses dan membaca gratis banyak majalah dan koran-koran dari berbagai negara. Tidak hanya topik politik atau bisnis, bahkan sampai ke topik tentang hewan, gardening, architecture, travelling, entertainment, cooking, dst.
Contohnya ini yang aku pinjam (lihat gambar 3 & 4)
Beda pendapat itu biasa. Setuju atau enggak itu ga penting. Yang lebih penting itu apa argumen dan landasan berpikir sehingga kesimpulan demikian.
Di kolom opini kompas lagi seru adu pendapat tentang Wealth Tax
Tim Kontra: Tim Pro:
Tadi sore saya ngobrol dg Richardo Hausmann Guru besar ekonomi di Harvard Kennedy School. Hausmann dikenal dg complexity index nya.
Kami mendiskusikan growth strategy di emerging economies. Hausmann selalu mencerahkan. Alih alih berdebat soal sektor mana yg memberikan value added tinggi vs rendah, manufaktur vs services, Hausmann menyampaikan yg penting bukan debate memilih sektor yg memberikan value added tinggi (downstreaming vs commodities) tapi bagaimana membangun capabilities. Dia cerita bagaimana Jepang mulai dg textile, yg akhirnya mesin utk membuat textile menghasilkan toyota. Kisah negara-negara Nordik menunjukkan bahwa teknologi tinggi sering lahir dari proses yang panjang dan tampak sederhana. Finland dan Sweden mula-mula bertumpu pada hutan, kayu, pulp, dan kertas. Tetapi dari industri itulah tumbuh kemampuan engineering, manufaktur, kimia, dan riset. Perusahaan seperti Nokia bahkan berawal dari industri pulp sebelum akhirnya menjadi raksasa telekomunikasi dunia. Intinya apakah mampu meningkatkan capabilities. Kapabilitas utk mampu mengubah industri berbasis sumber daya alam menjadi pijakan untuk membangun kemampuan teknologi yang lebih kompleks. Saya setuju dichotomy antara manufacturing dg services tidak sepenuhnya akurat, krn sektor manufaktur yg produktifitasnya tinggi justru yg service intensive, istilahnya servicification. Belajar banyak dari Hausmann.
Ada 2 tulisan saling terkait hari ini di @jakpost dan @hariankompas.
Jadi aku mau tanya, apa yang membuatmu masih percaya ahli, berita, atau institusi (ini govt dan non-govt ya)?
Atau faktor apa yang membuatmu mempercayai sebuah sumber (apapun itu)?
Lewat artikel kompas ini, kita bisa melihat adanya pergeseran besar dalam cara anak muda mengonsumsi informasi.
🌱 Berdasarkan laporan Reuters Institute 2026, generasi muda usia 18-24 tahun kini lebih memercayai kreator konten dibandingkan media arus utama.
🌱 Rupanya, Sosmed sosial telah menjadi pintu utama mereka untuk mengakses berita, dengan persentase mencapai 39%, naik drastis dari satu dekade lalu. ya mirip berita bola, skrg mudah sekali dapat info dan PoV dr twitter.
🌱 Dominasi Facebook telah berakhir di kalangan anak muda. Mereka sekarang lebih memilih Instagram, YouTube, dan TikTok. Platform berbasis audiovisual jauh lebih diminati daripada format teks tradisional.
🌱 Sebanyak 51% responden lebih memperhatikan kreator konten karena dianggap lebih relevan, autentik, dan memiliki kedekatan emosional. Media konvensional hanya dipilih oleh 39 persen responden.
🌱 Anak muda lebih tertarik pada konten yang bersifat opini, partisan, dan menghibur. Sebaliknya, berita analisis yang formal dan seimbang justru mulai ditinggalkan. Mereka juga cenderung menghindari berita yang dianggap terlalu depresif atau tidak relevan dengan keseharian mereka.
🌱Ketua @dewanpers, Prof. Komaruddin Hidayat, menilai kondisi ini membuat arus informasi di media sosial terasa seperti kerumunan besar tanpa aturan yang ideal.
🌱 Media arus utama kini menghadapi tantangan berat untuk tetap relevan tanpa kehilangan prinsip dasar jurnalisme di tengah gempuran konten yang emosional dan sensasional.
saya pribadi melihat bahwa tantangan media saat ini bukan sekadar soal distribusi berita, melainkan bagaimana cara mengemas informasi agar tetap berkualitas namun tetap dekat dengan realitas hidup generasi muda.
cc:
@dosenhukumnotes@dospeng@dosenkesmas@FandomID_