HP lo hilang. Lo buka Find My Device dari laptop.
“Last seen: 4 jam lalu. Lokasi: Stasiun Manggarai.”
Abis itu? Udah. Nggak gerak lagi. Offline.
Yang ngambil langsung matiin internet. Cara lama yang udah biasa.
Dulu sih ceritanya berhenti di situ.
Sekarang? Nggak lagi.
“Suami punya hutang, tinggalin. Kalo istri yang punya hutang, harus ngerti dan bantu”
Mindset ini berakar dari budaya patriarki yang ngelihat cowo sebagai provider, jadi pas dia gagal provide, itu sepenuhnya salah cowonya.
Sedangkan cewe dipandang sebagai pihak yang lemah dan harus dilindungi. Apapun alasan cewenya berhutang, pasti make sense dan bisa dimengerti. Kalo cowonya gamau bantu, egois.
Gitu kan yang ada dipikiran lo?
Kok kesannya cewe gabisa bertanggung jawab atas pilihannya sendiri? Sampe kudu selalu diselametin cowo?
Mindset yang lo anggep belain cewe ini, sebenenya bikin gerakan feminisme mundur 100 tahun.
Bro to bro:
Jangan pernah deketin cewe yg udah dilamar atau yg udah mau nikah, lo ga tau sesakit apa cowo yg dikhianati cewe yg dia perjuangin mati-matian sampe kepelaminan itu.
Semoga kita ga jadi pria brengsek dan menyedihkan itu.
Inilah kenapa kalian harus menghindari wanita skill issue kalau mencari pasangan
Karena tinggal nunggu waktu aja kalian di tinggal saat jatuh, saat proses kalian lama, saat kamu gagal menjadi yang dia mau, dsb
Itu semua hanya akan di anggap realistis oleh wanita dengan dalih mencari kepastian
Wkwkwk fuck it
Kejadian terjadi di sebuah kafe, di mana seorang ABG menemukan pacarnya sedang berselingkuh dengan perempuan lain di tempat yang sama. Kejadian tersebut disaksikan oleh pengunjung kafe dan malah disoraki oleh mereka
Gw tuh baru tau ada "trend" provide pacar 😅.
Gw punya anak perempuan, gw bayarin dari sekolah, life style, branded bags, liburan, fancy restos dll. Insya Allah ga pernah diajarkan minta-minta ke pacar, hanya boleh minta ke ortu.
Kalo amit-amit ga punya duit? ya belajar cukupkan apa yang ada, nabung, kerja, magang. Bukan cari pacar untuk menutup kekurangan finansial.
Ngga minta ke pacar ini bukan gegayaan, ini tentang struktur nilai.
Anak perempuan (dan laki-laki) perlu tumbuh dengan rasa cukup, harga diri, dan kemandirian. Supaya ntar pas milih pasangan, pilihannya datang dari posisi setara, bukan dari kebutuhan, apalagi ketergantungan.
Karena hubungan yang sehat itu dibangun dari dua orang yang berdiri utuh. Bukan dari satu menopang, dan satu bergantung.
Dan menurut gw, ini bekal penting untuk hidup jangka panjang.
"Gimana kalo udah mau nikah?"
Kalo konteksnya mau menikah, ya beda cerita. Yang saya bahas adalah situasi baru pacaran, atau malah sebelum pacaran udah punya ide ntar pacar harus membiayai ini itu.
"Gimana kalo dikasi, si perempuan ga minta?"
Pacar kalo ngasi berlebihan (meski ga diminta) -- saya akan suruh balikin dan akan saya tegur pacarnya. Tidak boleh berlebihan selama pacaran. Ngga boleh ada salah satu pihak yang dibuat merasa "berhutang" "sungkan". Semua harus setara power-nya.
Kalau dari awal sudah terbiasa diberi, nanti akan sulit membedakan mana cinta, mana transaksi.
Yuk pindah haluan dari brand mahal ke brand lokal — kualitasnya tetap bagus banget 👀
Uniqlo → Joybasic
Pull & Bear → Heclo
H&M → Hulm / Posha
ZARA → Shopmarra
Stradivarius → Shopatcloth
Bershka → ByNeeth 1/3
Cotton On → Gonegani