Tahun 1957, Soemitro Djojohadikoesoemo bukan hanya bergabung atau ikut‐ikutan PRRI.
Soemitro juga:
• Menjadi juru bicara PRRI kepada media internasional
• Menghubungkan pemberontak PRRI dan menjadi point of contact PRRI dengan CIA di Singapura
• Merancang strategi melego hasil bumi Sumatra lewat London untuk membiayai pemberontakan
Jadi, siapa yang sebenarnya "antek asing"?
Prof Jiang Xueqin memprediksi AS akan kalah dalam perangnya melawan Iran karena beberapa faktor:
Kesiapan Jangka Panjang Iran
Iran telah mempersiapkan diri untuk konflik ini selama 20 tahun secara ideologis. Mereka menerapkan strategi perang atrisi atau pelemahan bertahap dan menggunakan jaringan proksi seperti Houthi, Hizbullah, Hamas, serta milisi Syiah untuk menjalankan strategi penghancuran terhadap AS.
Ketimpangan Biaya Militer
Sistem pertahanan AS dirancang menggunakan teknologi mahal peninggalan era Perang Dingin. Dalam konflik ini, AS harus menggunakan rudal dan pencegat senilai jutaan hingga puluhan juta dolar hanya untuk menjatuhkan drone Iran yang seharga USD 50 ribu. Ketimpangan ini membuat persediaan amunisi AS cepat menipis dan tidak berkelanjutan untuk perang jangka panjang.
Serangan ke Infrastruktur Negara2 Teluk
Alih2 hanya menyerang pangkalan militer, Iran menargetkan infrastruktur energi dan pabrik desalinasi air di negara2 Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Qatar. Kehancuran pabrik air dapat melumpuhkan negara-negara tersebut dalam hitungan minggu.
Ancaman Runtuhnya Petrodolar dan Ekonomi AS Kelangsungan hidup negara-negara Teluk sangat krusial bagi AS karena mereka mendaur ulang petrodolar ke dalam pasar saham AS, termasuk mendanai investasi AI. Jika negara-negara Teluk lumpuh dan tidak bisa menjual minyak, aliran dana ini akan terhenti dan memicu keruntuhan ekonomi AS.
Keterbatasan Taktik dan Dukungan Publik
AS memiliki tujuan untuk mengganti rezim di Iran, namun hal tersebut tidak dapat dicapai hanya melalui serangan udara. Tapi, secara bersamaan, pemerintah AS tidak memiliki dukungan politik dari mayoritas rakyatnya untuk mengirimkan pasukannya berperang di darat.
Life Cycle of a Corruptor (Indonesia Edition)
• 5 Jan 2022
KPK melakukan OTT dan menangkap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi terkait suap pengadaan barang/jasa dan lelang jabatan.
• Okt 2022
PN Bandung menjatuhkan vonis 10 tahun penjara atas kasus korupsi tersebut.
Jaksa menuntut uang pengganti Rp 17 miliar, tetapi tidak dikabulkan pengadilan.
• 24 Mei 2023
Mahkamah Agung menolak kasasi. Vonis menjadi 12 tahun penjara, tanpa kewajiban membayar uang pengganti Rp 17 miliar.
Today:
🥀 Data Korban Bencana di Aceh, Sumbar, Sumut, hingga 8 Desember 2025 pukul 20.00 WIB 🥀
Total Korban
- 961 orang meninggal dunia
- 293 orang hilang
- 5.000 orang luka-luka
- 1.057.482 pengungsi
Detail Korban per Wilayah Sebagai Berikut
📍 Aceh
- 389 orang meninggal dunia
- 62 orang hilang
- 4.300 orang luka-luka
📍 Sumatera Barat
- 234 orang meninggal dunia
- 95 orang hilang
- 113 orang luka-luka
📍 Sumatera Utara
- 338 orang meninggal dunia
- 136 orang hilang
- 650 orang luka-luka
Data mengutip BNPB pada 8 Desember 2025 pukul 20.00 WIB
Deretan angka ini bukan sekadar statistik. Di balik tiap angkanya ada sosok manusia. Sosok yang dicinta keluarganya sepenuh hati. Sosok yang tak akan pernah terganti. Lukanya abadi 🥀
Memang buas mereka ini
PH udah diputus kontrak, pihak tv-nya udah "sowan" langsung sesuai diminta, corporate udh minta maaf terbuka
masih minta mempermalukan wong cilik yg cuma kerja cari duit ga seberapa
negeri ini memang negeri para centéng adinda. centéng-centéng besar pesta dansa di istana. centéng-centéng kecil gebuk-gebuk. begitu seterusnya. https://t.co/ssxRaiDeAW
bagaimana dg kita yang bukan centéng ini? hus, ada makan siang gratis sudah, cukup itu.
Perpustakaan pribadi Pramoedya Ananta Toer pernah dibakar habis oleh tentara. Hal itu membuat kita semua kehilangan hak membaca delapan naskah yang belum Pram terbitkan.
Hingga akhir hayatnya, pembakaran tersebut masih menjadi hal yang membuat Pram geram.