Foto yg diambil saat 'operasi flamboyan' di timor timur tahun 1975, tampak beberapa jenderal beken saat masi perwira pertama antara lain; wismoyo aris munandar, sutiyoso, yunus yosfiah, Tarub.
Saat itu mereka menyamar sebagai pelancong, operasi ini dipimpin oleh dading kalbuadi.
FOTO PALSU DIPONEGORO
Kiriman dari Romo RM. Suryo Putro, sesepuh PATRAPADI (Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro), pernyataan resmi Patrapadi tentang beredar dan viralnya suatu gambar yang diklaim sebagai foto penangkapan Sang Pangeran.
Sumangga.🙏
İngilterenin sömürgesi altındayken Britanyalı yetkilileri ve ailelerini serinletmek için Pankha denilen dev kumaş yelpazeleri gece gündüz çalıştırmakla görevli Hintli hizmetkârlar
‘Pankawallahlar’ 👇
JERSEY DENGAN 1000 SPONSOR
Dijatuhi sanksi degradasi ke Liga Amatir karena masalah finansial, klub asal Peru, Deportivo Municipal kesulitan dapat sponsor besar.
Alhasil space sponsor dijual murah meriah.
Dengan harga 200 Sol Peru / sponsor. Kurs sekarang sekitar 1 juta / sponsor
Dalam 3 bulan dapat 1000 sponsor. Pendapatan sekitar 1 Milyar utk membiayai klub.
Kreatif cara penempatan sponsornya.
Cc @Jerseyforum
Foto apapun asalkan di museum.
Museum Zoologi Bogor. Juni 2025. Lihat awetan asli badak jawa jantan (tewas diburu 1934 di Tasikmalaya), rangka paus, dan awetan-awetan (?) hewan lain.
CANDI YANG DI TEMUKAN DI "BANDUNG" TERNYATA ADA DI BUKIT CICALENGKA
INILAH PENAMPAKAN BUKIT CICALENGKA SELUAS INI.
🔸GAK KEBAYANG GEDENYA CANDI ITU KLU DI RESTORASI😲
👇Penemuan candi ada di KUTIPAN ini ya...
Setelah Perang Jawa yang menguras tenaga dan biaya, Belanda mulai merekrut tentara dari Afrika Barat pada 1830-an.
Selain kebutuhan pasukan dalam jumlah besar, tingginya angka kematian tentara Eropa di iklim tropis mendorong Belanda mencari alternatif.
Para prajurit ini kemudian dikenal sebagai Belanda Hitam (Zwarte Hollanders), yang oleh masyarakat disebut Londo Ireng.
Seiring waktu, istilah Londo Ireng mengalami pergeseran makna menjadi label bagi pribumi yang dianggap berpihak pada kekuasaan kolonial Belanda atau antek asing.
Pada tahun 1989, Sega merilis The Revenge of Shinobi untuk konsol Sega Mega Drive.
Uniknya, mereka nekat memasukkan deretan musuh yang diadaptasi langsung dari ikon pop culture tanpa izin resmi.
Berikut adalah deretan bos dan musuh berunsur pop culture di The Revenge of Shinobi serta bagaimana Sega mengubah mereka agar lolos dari masalah hukum.
Namanya Manus Ulzen. Lahir di Ghana, mati sebagai bagian dari sejarah Indonesia yang nyaris terlupakan. Ini bukan cerita museumnya, tapi cerita orangnya.
Keluarga Ulzen sudah terikat dengan Belanda sejak lama. Ayah dari buyutnya, Jan Ulsen, tiba di Pantai Emas Belanda (sekarang Ghana) tahun 1732 sebagai pegawai kongsi dagang Belanda WIC, membawa serta putranya, Roelof. Setahun kemudian Jan meninggal, meninggalkan Roelof sebagai yatim piatu di tanah asing itu.
Roelof besar di Elmina, berkarier di pemerintahan lokal, bahkan sempat menjabat gubernur sementara Elmina tahun 1755-1758. Tahun 1765 dia berlayar ke Belanda membawa putranya, Hermanus. Tapi Roelof meninggal di kapal, membuat Hermanus jadi yatim piatu juga, pola yang berulang persis seperti nasib ayahnya sendiri. Hermanus lanjut sekolah di Belanda, lalu kembali ke Pantai Emas tahun 1779. Manus Ulzen, yang direkrut jadi tentara KNIL, adalah buyut Roelof, cucu dari Hermanus.
Manus lahir 1812 di Elmina. Tahun 1832, di usia 20 tahun, dia mendaftar jadi tentara Hindia Belanda. Dia dikirim ke Sumatera, ikut dalam sejumlah kampanye militer di sana.
Dia terluka dalam tugas. Tahun 1835 dipulangkan, tiba di Belanda pertengahan musim dingin, jalan pakai dua tongkat kruk. Komandannya melaporkan Manus sama sekali tidak bisa bahasa Belanda dan tidak tahu harus ke mana, akhirnya dia dikirim balik ke Pantai Guinea.
Dia berhak pensiun tahunan 142 gulden, dibayarkan di Elmina. Dia juga dijanjikan medali perunggu, tapi baru benar-benar diterima setelah raja Belanda mengubah aturan soal tanda jasa militer.
Manus bukan kasus tunggal. Antara 1831 dan 1872, lebih dari tiga ribu pria Afrika Barat direkrut jadi tentara KNIL. Salah satu catatan pengiriman menyebut satu rombongan 44 orang menghabiskan biaya rata-rata 1.232 gulden per kepala, angka yang tergolong sangat mahal untuk masa itu.
Perekrutan ini bahkan berakar dari kesepakatan politik dengan Kerajaan Ashanti. Dua pangeran Ashanti, Kwasi Boakye dan Kwame Poku, dikirim ke Belanda untuk dididik ala Eropa sebagai bagian kesepakatan itu. Kisah dua pangeran ini kelak diangkat jadi novel sejarah karya Arthur Japin.
Sebagian tentara Afrika ini menetap di Jawa setelah kontrak selesai, menikah dengan perempuan lokal. Keturunannya membentuk komunitas Indo-Afrikaan. Orang Indonesia menyebut mereka Londo Ireng, jejaknya masih ada di Kampung Afrikan, Purworejo.
Keturunan mereka yang pindah ke Belanda pasca kemerdekaan Indonesia punya tradisi sendiri, reuni dua tahunan di kota Schiedam sejak era 1980-an. Isinya campuran budaya tiga benua dalam satu acara, masakan Indonesia, musik Afrika, dibungkus suasana khas Belanda.
Ineke van Kessel, sejarawan yang meneliti kisah ini, sempat berkenalan dengan ayah Thad, Edward Ulzen, semasa risetnya. Dari situ dia kenal Thad. September 2000, di reuni ke-10 keturunan Belanda Hitam di Schiedam, Thad datang dan mengumumkan keputusan keluarganya, menyediakan lahan permanen di Elmina untuk membangun museum yang mengenang sejarah ini.
Reaksi keluarganya di Ghana konon kaget sendiri mendengar cerita itu. Sejarah yang hampir dua abad terkubur, akhirnya jadi alasan mereka menjaga tanah keluarga di Elmina tetap berarti. Bukan cuma warisan properti, tapi warisan ingatan tentang seorang pemuda 20 tahun yang dulu dikirim berperang ke tanah yang bahkan namanya mungkin belum pernah dia dengar sebelumnya.
Sumber:
•Ineke van Kessel, Zwarte Hollanders: Afrikaanse soldaten in Nederlands-Indië (KIT Publishers, 2005)
•Ineke van Kessel, "The tricontinental voyage of Negro Corporal Manus Ulzen (1812-1887) from Elmina", Afrique & Histoire, vol. 4, 2005
•Wikipedia, "Elmina Java Museum"
•Arsip Nationaal Archief Den Haag, kode 2.10.50.01 (stamboek KNIL 1832-1899)
•Genicom, proyek genealogi "Afrikaanse soldaten in Nederlands-Indië"
•Edward A. Ulzen Memorial Foundation
•detikNews, liputan Kampung Afrikan, Purworejo
Foto:
1. Lukisan tentara berkulit hitam
2. Tentara KNIL dari Elmina
(Wikipedia)
Era Kuota Hangus Berakhir
Respect untuk Didi Supandi (Ojol), Wahyu Triana Sari (pedagang online), dan Rega Felix (dosen/advokat) dengan kuasa hukum Viktor Santoso Tandiasa, dalam perkara Nomor 273/PUU-XXIII/2025.
Yang harus terjadi setelah ini:
1. Operator wajib menyediakan pilihan layanan yang menjamin sisa kuota tetap aktif dan bisa digunakan.
2. Operator tidak wajib menyeragamkan satu model layanan,
3. Operator harus meningkatkan keterbukaan informasi kepada konsumen soal harga, volume kuota, masa berlaku, kebijakan pemakaian wajar, dan perlakuan terhadap sisa kuota.
4. Pemerintah pusat diminta menyusun formula tarif telekomunikasi yang lebih adaptif, dengan melibatkan pemangku kepentingan termasuk lembaga perlindungan konsumen saat menyusun/menyesuaikan kebijakan tarif.
Putusan MK bersifat final dan mengikat, jadi langkah selanjutnya ada di pemerintah (revisi/penyesuaian aturan turunan) dan operator seluler.
BEDA MASA BEDA ISTILAH
(untuk para boomer agar nyambung ke Gen Z)
Dulu termos sekarang tumbler.
Dulu parsel sekarang hampers.
Dulu loakan sekarang preloved.
Dulu ngamuk sekarang tantrum.
Dulu pagar-ayu sekarang bridesmaid.
Dulu bercerita sekarang spill.
Dulu ingin tahu sekarang kepo.
Dulu galau sekarang overthinking.
Dulu makanan dibungkus sekarang take away.
Dulu caper, sekarang pick-me.
Dulu piknik sekarang healing.
Dulu ngeluyur sekarang travelling.
Dulu muhibah sekarang studi banding.
Dulu prihatin sekarang low budget lifestyle.
Dulu sensitif sekarang baperan.
Dulu her sekarang remedial.
Dulu ngirit sekarang frugal living.
Dulu banci, homo, lesbian sekarang LGBTQ.
Dulu warkop (warung kopi) sekarang cafe.
Dulu cukong sekarang sugar daddy.
Dulu testing sekarang UAS.
Dulu NEM sekarang TKA.
Dulu buruan sekarang gercep.
Dulu tustel sekarang kamera.
Dulu blitz sekarang flash.
Dulu es teh sekarang ice tea.
Dulu pecel sekarang salad.
Dulu sepiring 2 ribu sekarang 20 ribu.
Dulu gemuk tembem sekarang gemoy.
Dulu tanggal tua sekarang intermittent fasting.
Dulu programming sekarang coding.
Dulu sahabat sekarang bestie.
Dulu karyawisata sekarang class outing.
Dulu camping sekarang glamping.
Dulu bantingan sekarang split bill cc.
Dulu siomay sekarang dimsum.
Dulu oblong sekarang t-shirt.
Dulu mencongak sekarang imla.
Dulu pelonco sekarang bully.
Dulu mas, kang, uda sekarang bro.
Dulu mbak, teteh, uni sekarang sis.
Dulu numpang tenar sekarang clout chasing.
Dulu pamer sekarang flexing.
Dulu beli loakan sekarang thrifting.
Dulu ikut-ikutan sekarang FOMO.
Dulu diam-diam menghilang sekarang ghosting.
Dulu pacaran sekarang dating.
Dulu kenalan sekarang networking.
Dulu jualan sekarang live shopping.
Dulu kelontong sekarang minimarket.
Dulu telepon rumah sekarang video call.
Dulu surat sekarang DM.
Dulu pos kilat sekarang gmail.
Dulu wesel sekarang transfer atau qris.
Dulu suasana sekarang vibe.
Dulu kesebelasan sekarang squad.
Dulu tanya ke "orang pintar" sekarang tanya ke AI.
Dan jangan lupa ...
Dulu 7 ribu sekarang 18 ribu.
23 Juli 2001, pada dini hari juru bicara presiden Yahya C. Staquf membacakan maklumat presiden yang memerintahkan pembekuan DPR dan MPR, persiapan pemilu yang dipercepat, dan pembekuan Partai Golkar.
Maklumat ini diumumkan dini hari menjelang pelaksanaan Sidang Istimewa MPR pada hari yang sama. Presiden berusaha memblokade sidang tersebut dengan membekukan DPR dan MPR.
Menanggapi maklumat presiden, Panglima TNI Laksamana Widodo A.S. menggelar jumpa pers mengumumkan bahwa TNI menolak perintah tersebut karena dinilai inkonstitusional.
Alih-alih memblokade sidang, TNI dan Polri justru mengamankan jalannya Sidang Istimewa MPR yang memakzulkan Presiden Abdurrahman Wahid dan mengangkat Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri sebagai presiden yang baru.
📷 Rakyat Merdeka, AFP, Getty Images
Kronologi kejadian : di perlintasan kereta api Braan Kertosono, seorang penjaga palang pintu kereta api ketiduran sehingga tidak menutup palang perlintasan rel, alhasil hampir aja kecelakaan terjadi antara truk dengan kereta,Beruntungnya ada pedagang asongan yang teriak teriak mengingatkan dan gak lama berselang si penjaga rel dibangunkan oleh warga sekitar
njirrr ini ngeri banget, telat sedikit si ini mah badan truk bakal ketabrak abis abisan walau kereta sudah mengurangi kecepatan nya😭😭😭
@prophetofzorck Mungkin ust Maulana berpuasa untuk menjaga syahwat nya, kalo gak salah kan istrinya sudah meninggal, saya juga pernah dengar di salah satu podcast kalo gak salah ingat, koreksi jika salah