Saya sudah katakan bahwa Jokowi tidak peduli, meskipun dia tau dia akan MENCEDERAI integritas dan kredibilitas Presiden Prabowo dengan menemuinya sebelum Putusan MK.
Dan sebenarnya Presiden Prabowo pun tidak diam menyikapi keputusan MK. Ia hanya terlalu takut saja untuk melakukannya sendiri. Karena itu ia mengangkat Rocky Gerung sesaat sebelum Persidangan MK, dan menjadikan Rocky sebagai microphone sekaligus speaker dirinya.
Apa kata Rocky…?
“Kepung DPR..!!”
“Gibran sebaiknya mengundurkan diri untuk menghindari amuk massa..!!”
Itulah bunyi statementnya.
Publik pun kini mulai bergeser posisi, dari aksi perdebatan dunia maya tentang ijazah Gibran yg dianggapnya telah final selesai diputuskan MK tidak memenuhi syarat sebagai Wakil Presiden, kepada aksi konkret di dunia nyata yg mengarah kepada DPR.
Kali ini tingkat konsentrasi ledakan protes publik tidak bisa dianggap enteng. Data dan informasi intelejen pasti sudah melaporkan tingkat eskalasi yg sangat kuat dan signifikan meningkatkan pada level Merah. Para pimpinan keamanan wilayah menyadari beragam potensi yg bisa terjadi sewaktu-waktu, dan itu mencekam, mengerikan..!!.
Itu sebabnya Prof.@dennyindrayana meminta Presiden speak up, berbicara akan posisinya. Karena menggunakan Corong Rocky dapat menimbulkan multi interpretasi yg rawan diterjemahkan oleh publik dengan beragam aksi dan tindakan!.
Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, mendesak Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni untuk mundur dari jabatannya jika tidak mampu menangani persoalan kehutanan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius, termasuk kerusakan hutan yang dikaitkan dengan bencana banjir dan longsor di Sumatera. Desakan tersebut disampaikan dalam rapat kerja di DPR RI.
"Ternyata semua data Gibran di KPU mulai SD, SMP, SMA, S1, yang di Singapura itu kosong.
Yang pertama kali harus dipersoalkan adalah KPU"
Pecat semua komisioner @KPU_ID dan KPUD Surakarta
#GibranCumaLulusanSD#GibranCumaLulusanSD
...BUSYET...Terbongkar lagi.
Ini dah gak bisa dicebokin pake apapun.
1-1²nya jalan keluar yah harus pidanain narsum di video pake pasal fitnah.
Narsum bilang jelas:
"Gibran bukan 3 tahun di Sydney, cuma 6 bulan"
Padahal Gibran nulis 3 tahun di UTS pada website KPU... (``,)
Fakta mengejutkan terungkap dalam audiensi terbuka digelar di SD Negeri 1 Kebondalem, Pemalang pada Senin, 5 Oktober 2026. Terjadi bullying Terstruktur & Berulang: Sejumlah orang tua & mantan wali murid angkat bicara bahwa kasus ini bukanlah kejadian pertama. Lanjut di komentar..
Jujur janggal
JANGAN LENGAH DAN TETAP KAWAL BERSAMA
1. Korban alm. adalah anak yang baik tidak pernah bicara kasar
2. Disaat kritis sebelum meninggal korban mengatakan dipalak dan dianiaya (3 orang dua siswa kelas 5 dan satu siswa kelas 6.) banyak saksi dan banyak korban lain
Jika putusan MK yg menyatakan ijazah SMA Gibran tidak ada, tak segera ditindaklanjuti oleh @DPR_RI ,saya meyakini apa yg dikatakan oleh Rocky Gerung "akan terjadi amuk massa" benar-benar akan terjadi.
Ini contoh permulaan:
Mak mak men swiping ijazah polisi.
Kau tamat apa masuk polisi?
SMA
Bukan surat yg disetarakan kan?
Bukan
🤣🤣🤣
Cermati dan Waspadai @Gerindra@Fraksi_Gerindra@prabowo@rockygerung@msaid_didu.
Semakin tegas kubu mereka menyerang Prabowo dengan mengecam keras program flagship Presiden, MBG & Koperasi MP.
Ini bukan lagi soal koreksi, ini bertujuan utk men-downgrade popularitas Presiden!.
Wajar kebakaran hutan berlarut-larut, berbulan-bulan ga padam.
Menteri Kehutanannya yang tidak paham hutan, lambat tanggap saat kebakaran terjadi, dan masih bertahan di posisi.
Kalau tidak mampu mencegah dan mengendalikan karhutla dengan baik, lebih baik mundur.
Kalau tidak, Prabowo sebaiknya memecatnya. Hutan Indonesia tidak butuh pejabat yang baru sibuk setelah api besar.
Pihak Travel Memang Mengaku: Di dalam persidangan, saksi Kurniawan Chandra Permata (Manajer Divisi Haji dan Umrah PT Abdi Ummat Wisata International) dan saksi Fajar Astuti (PT Buana Sentosa Utama) memang terbukti mengakui menyamarkan jemaah biasa ke dalam kuota petugas haji khusus dengan mematok tarif komersial (sebesar USD 14.000 atau sekitar Rp250 juta).
Sekitar 20 tokoh dari berbagai negara berkumpul dalam satu ruangan di Singapura selama dua hari. Jumlahnya kecil agar percakapan bisa berjalan akrab dan mendalam.
Begitulah suasana Asia Leaders Connect, forum tahunan Temasek Foundation kali ini dengan tema "Scaling Impact Together". Kami duduk bersama para pemimpin dari pemerintahan, dunia usaha, filantropi, dan lembaga internasional dari berbagai negara.
Seharian penuh kami berbincang tentang hal-hal yang dampaknya terasa sampai ke rumah-rumah warga, mulai soal dana untuk pembangunan yang ramah lingkungan, bagaimana sebuah bangsa tetap tangguh saat dunia makin terpecah, sampai bagaimana beralih ke energi yang lebih bersih.
Kebetulan, pekan ini Singapura sedang ramai dengan F1 Week. Di sela agenda, kami melihat bagaimana kota ini menjadikan satu ajang balap sebagai ruang bertemu. Para pemimpin saling terhubung, ekonomi bergerak, dan kolaborasi tumbuh. Banyak pelajaran berharga yang layak dibawa pulang.
Makanya, kalau mau nagih dividen ke Danantara itu dipikir-pikir dulu, jangan asal semangat minta setor triliunan rupiah. Salah-salah, bukan dividen yang masuk kas negara, malah nama Anda yang masuk daftar 'pensiun dini' alias dipecat dari kursi Menkeu.
Tenang saja, sekarang Menkeu penggantinya sudah memastikan APBN ikhlas nggak mungut dividen kok, biar Danantara tenang berinvestasi dan ciptakan lapangan kerja... dan yang nagih kemarin bisa tenang merenung di rumah sambil mancing ikan😊