Pantesan banyak hubungan yg kandas tuh sbnrnya bukan karena udah ga sayang, tapi murni karena mereka clueless dan gatau gimana cara nge-maintain perasaan itu pas hubungannya udah mulai serius.
Ternyata skill mencintai tuh seluas itu, ga sebatas butterflies in stomach.
Sisi real dari cinta tuh emang ga seromantis itu woy. Lo dituntut buat bisa nurunin ego, ngebangun trust, dan tetep present walau honeymoon phase-nya udah lewat.
Intinya lo harus berani vulnerable buat masuk ke dunia pasangan lo dan siap mental buat segala worst case-nya.
Makanya sekarang ngerasa nanya "kamu sayang aku ga?" tuh udah too basic.
Pertanyaan yg lebih make sense tuh harusnya: "lo mampu ga usahain hubungan ini pas lagi diuji habis-habisan?"
Karena literally jatuh cinta tuh effortless, tapi ngejaga komitmen itu skill yg harus dibentuk. mungkin selama ini kita gagal bukan karena kurang cinta, tapi emang kitanya aja yg belum belajar gimana cara mencintai yg bener.
I always like the idea of โfalling in love with a man who can raise your feminine sideโ. For me, itโs not just a symbol. Itโs an energy.
And itโs a must.
Kita nggak lahir dengan semua ketakutan, kita diajarin :
- Kamu nggak lahir takut ular. Kamu belajar bahwa ular itu berbahaya.
- Kamu nggak lahir takut gelap. Kamu belajar mengasosiasikan gelap dengan sesuatu yang menakutkan.
- Kamu nggak lahir takut gagal. Kamu belajar bahwa gagal berarti tidak cukup baik.
- Kamu nggak lahir takut dimarahi. Kamu belajar bahwa kesalahan bisa membuat orang lain kecewa.
- Kamu nggak lahir takut bicara di depan banyak orang. Kamu belajar takut dinilai dan ditertawakan.
- Kamu nggak lahir malu dengan tubuhmu. Kamu belajar membandingkan dirimu dengan standar orang lain.
- Kamu nggak lahir takut pada orang asing. Kamu belajar bahwa orang yang tidak dikenal harus diwaspadai.
- Kamu nggak lahir takut miskin. Kamu belajar bahwa kekurangan bisa membuat hidup terasa tidak aman.
- Kamu nggak lahir takut ditolak. Kamu belajar bahwa penerimaan orang lain terasa penting.
- Kamu nggak lahir takut sendirian. Kamu belajar bahwa sendirian berarti kesepian.
- Kamu nggak lahir takut menjadi berbeda. Kamu belajar bahwa berbeda kadang membuatmu dikucilkan.
- Kamu nggak lahir takut mengatakan โtidakโ. Kamu belajar bahwa menolak orang lain bisa membuatmu dianggap jahat.
- Kamu nggak lahir takut meminta bantuan. Kamu belajar bahwa harus kuat dan mandiri setiap saat.
- Kamu nggak lahir takut menjadi diri sendiri. Kamu belajar menyesuaikan diri agar diterima.
Dan mungkin yang menarik:
Kalau ketakutan bisa dipelajari,
Brarti bisa dipelajari ulang.
Tidak semua hal yang terasa menakutkan hari ini benar-benar berbahaya.
Kadang kita hanya sedang bereaksi terhadap sesuatu yang dulu pernah diajarkan kepada kita.