Gw rangkum faktanya satu satu supaya lo ngerti seberapa gawat ini sebenernya.
Vietnam udah minta warganya work from home karena kehabisan bahan bakar. Bukan karena pandemi. Bukan karena bencana alam. Tapi karena literally bahan bakarnya habis.
Bangladesh udah mulai rationing ada batasan berapa liter yang bisa lo isi per kendaraan per hari. Negara yang ngantri bensin kayak ngantri sembako.
Ribuan penerbangan dibatalkan di seluruh dunia. Maskapai maskapai terpaksa rerouting semua rute, bawa extra fuel, dan berhenti darurat di bandara bandara yang tidak direncanakan. Biayanya gila gilaan.
British Airways langsung turun 6 persen di bursa. EasyJet turun 4 persen. Dan semua maskapai sekarang lagi review ulang semua rencana ekspansi mereka.
Sementara maskapai Amerika yang udah stop hedging biaya bahan bakar bertahun tahun lalu — sekarang harus bayar 120 dolar per barel langsung tanpa perlindungan apapun.
Dan ini belum yang paling ngeri.
Kilang minyak terbesar UAE di Ruwais offline kena drone strike. Kilang terbesar Arab Saudi offline. Fasilitas LNG terbesar Qatar ditutup.
Tiga sumber energi terbesar di kawasan Teluk kena dalam waktu yang hampir bersamaan.
JPMorgan udah kalkulasi kalau Selat Hormuz beneran ditutup total, dunia kehilangan 4.7 juta barel per hari dalam 18 hari pertama aja.
G7 besok rapat darurat soal pelepasan cadangan minyak strategis. Prancis udah siapkan misi militer khusus buat buka kembali jalur pelayaran.
Dan ini baru hari ke 11.
Sekarang gw mau nanya soal Indonesia.
Kita impor minyak. Kita impor pupuk. Kita impor kedelai. Kita impor gandum.
Semua jalur impornya lewat atau terdampak dari situasi yang lagi gw ceritain ini.
Dan pemerintah kita masih bilang situasi terkendali.
Sementara Vietnam sudah work from home. Bangladesh sudah rationing. Eropa sudah panik.
Kita masih nunggu sampai antriannya nyampe ke depan pintu kita baru gerak.
Dan biasanya di saat itu udah terlambat.
“hentikan mitos perfect victim!”
“kekerasan tidak dapat dibenarkan!”
“perselingkuhan bukan urusan kita, disini fokusnya ke pembacokan”
“orang2 kurang beradab emang”
mari kita baca reaksi society ketika laki-laki yang jadi korban kekerasannya 👇🤫
Work! ada yg kayak gini ga ? Awal smangt, sukses bikin efisiensi. Makin lama job makin aneh, resign tpi ga dibolehin. Ditawari WFA + tugas dari ide gue, tpi blm ad surat tugas. Jdi skrng blm kerja lgi, tetap digaji. Gaji ga kpake krna ada usaha. Rasanya kayak komisaris
To: ██████ █████
From: Jeffrey Epstein <[email protected]>
25. Oct. 2014, 3am
oy anak-anak kapling!! siapa yang nendang tititnya si sarip adeknya alan? Pulang ngaji kesakitan tititnya. kalo gak ada yang mau ngaku, nanti ditendang satu-satu, mau? nangis pulan