kadang aku merasa diskusi attachment style di internet bergeser dari self awareness jadi self labeling. orang jadi sibuk menjelaskan kenapa mereka seperti itu, instead of figuring out what to do about it. relationships usually live or die by behavior, not explanations
Tapi kalian sadar gasih avoidant (in term of attachment ya) itu justru baru terasa komunikasinya ngadet pas kita udah mulai deket sama dia. Waktu di awal mah enak banget dia bisa diajak ngobrolin banyak topik tapi ciut kalo udah menyangkut dirinya atau melibatkan feeling
@starfess bukan buat bikin satu member lebih menonjol, but to make the group easier to 'read' visually. kalau semua outfit terlalu mirip, mata bisa nangkep mereka sebagai satu massa aja. jadi stylist sengaja kasih satu orang silhouette, warna, atau detail yang beda buat jadi visual anchor
normalize walking away from people who make you question your worth or feel insecure for being yourself. you do not owe anyone anything. be authentically you
@ohbitterwine sometimes people stay because they still love the person, sometimes because they love the version of the future they imagined with them. either way, my heart hurts for them too ๐ฅฒ
๐ OPEN BOOK DONATION KKN UGM DERU SEMANU
Punya buku yang sudah selesai dibaca tapi masih layak pakai? Yuk, beri kesempatan buku-buku tersebut untuk membuka jendela dunia bagi lebih banyak anak dan masyarakat di Semanu!
Kami menerima:
๐ Buku pelajaran
๐ Novel
๐ Dongeng
con-
@basebuku kataku yang menentukan bukan jumlah bukunya, but the reason why we keep buying them. overconsumption starts when collecting books becomes more exciting than reading them. tapi punya unread books juga gak selalu buruk, sometimes they are just interests we want to explore someday