KOMPILASI KEBOHONGAN & GASLIGHTING DPR SELAMA PROSES PENGESAHAN RUU TNI.🚨
Draft RUU TNI sudah dapat diunduh secara resmi di website DPR. Namun itu tidak menghapus dosa dan sifat manipulatif @DPR_RI.
Sebuah Utas🧵
Baru-baru ini, 1.255 perwira polisi dipindahkan ke berbagai kementerian dan lembaga sipil, dari Badan Pangan Nasional sampai Kementerian Ekonomi Kreatif.
Bukankah ada aturan yang melarang polisi aktif menduduki jabatan sipil sebelum pensiun?
#TempoThread
Mimpi Basah Prabowo Subianto
Prabowo Subianto mengatakan keinginannya untuk kembali melakukan retreat pada tahun 2026 mendatang, jika memungkinkan. Pernyataan itu tentu membuat saya gusar, “Apa yang sedang Prabowo cari?”. Jika ia menginginkan satu komando, tegak lurus, atau kesamaan visi misi setelah melakukan retreat, yang jadi pertanyaan: kenapa Bahlil membuat kebijakan tentang peredaran gas LPG 3 Kg yang malah membuat chaos?
Selain itu, tidak cairnya tukin dosen yang memicu aksi protes #IndonesiaGelap juga terjadi setelah adanya retreat, yang menandakan, tidak ada pengaruhnya sama sekali program retreat terhadap kinerja dan kesamaan visi-misi Menteri. Kenapa saya berani bilang demikian? Karena sampai detik ini, saya kesulitan menemukan jurnal ilmiah yang membahas hal serupa. Lantas jika tidak ada rujukan pasti terhadap program retreat terhadap kinerja maupun visi-misi Menteri, untuk apa Prabowo memaksakan program itu? Di sisi lain, program retreat menelan anggaran Rp 13 miliar rupiah di tengah pemangkasan anggaran. Apakah hal tadi masuk akal?
Berawal dari pertanyaan-pertanyaan seperti di atas, membuat saya akhirnya bertanya, “Apakah ada yang salah dengan gaya kepemimpinan Prabowo?”.
Pada esai kali ini, saya akan mencoba untuk mengulas gaya kepemimpinan Prabowo dengan beberapa pendekatan teoritis, sehingga, bisa membuat publik menilai tentang sosok Presiden yang sedang memimpin negara ini hingga 2029 nanti.
-Sebuah Esai-
Seberapa penting pendidikan?
Ga usah teori, sini aku ceritakan kisah nyata.
BANJIR SANGATTA 2022: Bagaimana seorang yang berpendidikan mengubah nasib seluruh kota.
Boikot Deddy! Manipulasi Citra, Legitimasi, dan Kontroversi
Gelar militer Letkol Tituler yang diterima oleh Deddy Corbuzier semakin memperkuat citra otoritasnya, namun, juga menimbulkan kritik dari masyarakat karena dianggap tidak relevan dengan latar belakangnya sebagai seorang pesulap.
Nah, jika dilihat dari perspektif sosiologi ala Max Weber, gelar militer yang didapatkan oleh Deddy dapat dianalisis melalui teori legitimasi yang membagi legitimasi menjadi tiga jenis, yaitu: tradisional, karismatik, dan rasional-legal. Menurut saya, gelar militer yang Deddy dapatkan termasuk ke dalam legitimasi rasional-legal karena diberikan oleh institusi resmi (TNI). Namun, kurangnya latar belakang militer membuatnya sulit mendapatkan legitimasi karismatik di mata publik yang mengkritisinya.
Hal tadi dapat menciptakan ketegangan antara otoritas formal dan persepsi publik, di mana Deddy dianggap "smart" dalam memanfaatkan gelar untuk meningkatkan pengaruhnya, tetapi juga rentan terhadap kritik karena dianggap tidak autentik.
Gelar ini juga mempengaruhi identitas Deddy sebagai figur publik yang jika ditelaah melalui teori identitas sosial, individu cenderung mengidentifikasi diri dengan kelompok yang memberikan status tinggi. Nah dengan gelar militer ini, Deddy berusaha mengasosiasikan dirinya dengan kelompok militer yang dianggap bergengsi, tetapi hal ini justru menciptakan konflik identitas karena ia tetap dikenal sebagai pesulap, bukan militer sejati.
Kalian pada merasa aneh, tidak? Ketika si botak ini memarahi anak kecil karena tidak memakan makanan yang diberikan dalam program MBG, sebenarnya si botak sudah melanggar etika militer karena gelar yang sudah ia peroleh, yang juga menunjukan bahwa ia tidak layak menyandang gelar Letkol Tituler.
Nah masalahnya, si botak ini mengidentifikasikan dirinya sebagai “smart people” serta melakukan branding melalui kanal youtube-nya, hingga pada akhirnya mendapatkan gelar Letkol Tituler. Namun, Deddy lupa, bahwa masyarakat kita saat ini sudah melek politik dan literasi, terutama di platform X. Sehingga, masyarakat modern cenderung skeptis terhadap publik figur yang dianggap memanfaatkan otoritas simbolik untuk kepentingan pribadi.
Nah yang jadi pertanyaan, apakah rezim penguasa saat itu sengaja memilih Deddy dan memberikannya gelar militer untuk memperkuat citra otoritas?
-Sebuah Esai-
#TempoThread
Presiden Prabowo berencana memperluas lahan sawit dan mengorbankan pohon hutan.
Katanya, sawit juga pohon yang dapat menyerap karbondioksida🌳
Tapi, emang pohon sawit dan pohon hutan itu beneran sama, ya?🤷♀️
A Thread
Pameran lukisan tunggal karya Yos Suprapto bertajuk “Kebangkitan: Tanah Untuk Kedaulatan Pangan” di Galeri Nasional, Jakarta (19/12), batal dibuka. Pengunjung yang hadir di pembukaan pada 19 Desember 2024 malam dilarang melihat pameran yang telah dipersiapkan sejak setahun terakhir. Pintu pameran dikunci.
Menurut Yos, kurator yang ditunjuk Galeri Nasional, Suwarno Wisetrotomo, meminta lima, di antara 30 lukisan, diturunkan. Tapi Yos menolak.
Lima lukisan itu berkaitan dengan sosok yang pernah sangat populer di masyarakat Indonesia.
“Saya rasa itu ekspresi kurator yang takut secara berlebihan,” kata Eros Djarot, yang membuka acara.
Para pengunjung yang sudah siap untuk menikmati lukisan karya Yos Suprapto akhirnya kecewa. Pihak Galeri Nasional mengunci ruang paneran. Pintu utama digrendel. Lampu digelapkan.
“Ini adalah pembredelan pameran seni rupa pertama di era Prabowo Subianto,” ujar Oscar Motulloh, fotografer professional yang juga pengamat seni.
Menurut Yos, jika kelima lukisan tersebut diturunkan, maka ia akan membatalkan pameran secara keseluruhan dan membawa pulang seluruh lukisan pulang ke Yogya.
“Saya tidak mau lagi berurusan dengan Galeri Nasional dan Kementerian Kebudayaan,” kata Yos.
Per 5 Januari 2025, pemerintah akan menerapkan skema pajak baru untuk kendaraan bermotor, nih! 🚗 Langsung ada dua tambahan pajak baru yang berlaku untuk kendaraan bermotor. Apa saja pajak tersebut? 🤔
Simak penjelasan selengkapnya di visual yaa!
Credit to @detikoto
Pendukung Jokowi+IKN selalu berdalih bahwa pembangunan IKN sesuai kehendak rakyat, buktinya sudah ada UU IKN. Kata mereka. Plus, UU IKN disahkan oleh DPR yang katanya, mempresentasikan kehendak rakyat.
Jadi gini ya kawan-kawan, logika di atas itu cacat, jangan ditelan dan sebar-luaskan. Kenapa?
Jokowi ngajuin RUU IKN, disetujui oleh DPR lalu jadilah UU IKN. Apakah DPR melibatkan rakyat? Tydack. DPR tidak mendengar suara rakyat, namun suara partai koalisi sehingga terbitlah UU IKN yang mengingkari konstitusi. Lantas, apakah UU IKN pernah digugat? Pernah! Silahka cari beritanya sendiri, hehehe.
-utas-
Saya salute atas keberanian adik ini. Patut di apresiasi dan dijaga semangatnya untuk memyuarakan hal yang dia rasa tidak baik. Calon pemimpin lahir dari jiwa pemberani. Saking beraninya, sampai wa ke Wapres 👍.
jadi keinget juga. di kerjaan lama, aku sempet drop & masuk UGD. krn ga kuat, mamaku yg izin ngetik di WA. bosku langsung nelpon dan blg “kasih hpnya dulu bu ke anaknya” dengan nada ketus. wtf thats my mom ga sopan bgt. lalu dia—