Setahun kemudian baru mulai lagi 😌😌
(Bytheway lupa rekap 1/30 pas 4 hari lalu)
Kasih sayang bagi semesta alam tuh lagi challenging bangeeeet
Trus 2:233 manis bangeeeet.
Buat yg suka julid. Lu sapaa ngatur ngatur hah 🫵🏼
@JimlyAs kalau presiden, mentri, wamen, atau perangkat negara lainnya dari awal mau dengerin akademisi. ga angkuh bilang "akademisi menyerang negara", yaterus gausah demo..... dari awal yg buat susah siapa? sekarang bilang yg demo mempersulit warga lainnya. no, warga jaga warga
1. Woke up without headahe like last week after social and sleep at 4 am lol
2. DM with my westie bestie about lion gate, good day, triggers, and ‘Standar of Performance’
3. Several hours revisit deck for brown bag
4. Netflix
“This is one of the largest funerals in the history of the Palestinian cause. Today, 112 martyrs will be be buried in the soil of Gaza. Talk about us. Raise your voices. Don’t let these scenes pass unnoticed on your phones.”
- A Palestinian at the funeral
Sakit hati banget pas dengar pemaparan Ketua Perpusnas di RDP DPR. Dia cerita kalau karena efisiensi, Perpusnas bahkan nggak punya anggaran untuk mengirim buku ke daerah. Mau daerah perlu dan minta kayak gimana pun ya nggak akan bisa dikasih, lha wong duitnya nggak ada. Kacau.
Tadi siang habis dapat ancaman untuk menghapus postingan twit tentang Menteri PU (terlampir), dengan membuka data pribadi yang berisi alamat, NIK, TTL, data keluarga, dan lokasi terakhir gawai saya.
Saya sedang draft somasi dan akan kirim balik sebagai jawaban 🙏
Pas lagi jalan santai sore tadi.
"Pak, mau nasi goreng nggak?" tanyaku ke bapak pemulung yang lagi duduk di pinggir jalan sambil ngeliatin penjual makanan.
"Mau, Bu," jawabnya malu-malu.
"Oke, bentar ya Bu pesenin."
Pas mau nyebrang ke tukang nasi goreng, tiba-tiba bapak pemulungnya lari nyamperin aku.
"Bu, boleh beli kue putu aja?" tanyanya pelan sambil nunjuk tukang putu yang dari tadi cuma bengong nunggu pembeli.
"Oh boleh. Bapak lagi pengen kue putu ya?" candaku.
"Nggak, kasihan yang jual dari tadi belum ada yang beli, Bu."
Aku langsung diem... 🥺
Akhirnya tetap beli nasi goreng, sekalian beli beberapa bungkus kue putu buat bapaknya.
"Bu, ini kebanyakan. Boleh nggak dua bungkus buat temen saya yang di bawah terowongan jembatan tol sana?" katanya sambil nunjuk ke arah sana.
Aku iyain.
Dan bener aja, di terowongan itu ada pemulung lain yang badannya kurus banget, lagi tidur meringkuk di atas kardus. 🥺
Ironis ya, di negeri ini masih banyak pejabat yang tanpa malu nguras uang negara buat kepentingan pribadi. Sementara di sisi lain, ada orang yang hidup serba kekurangan tapi masih mikirin orang lain sebelum dirinya sendiri. 🥺
Malam ini aku ngelihat rasa peduli yang bener-bener tulus.
Seorang bapak pemulung yang peduli sama tukang putu karena dagangannya sepi. Tukang putu yang ngasih bonus beberapa potong kue sebagai ucapan terima kasih. Dan pemulung di terowongan yang meluk kue putu itu penuh rasa syukur karena masih ada temannya yang peduli sama dia. 🥺❤️
Yuk, saling baik sama sesama.
"No act of kindness, no matter how small, is ever wasted." — Aesop.
Her name is Gina Martin. She was at a music festival in London when a man pushed his phone between her legs and took a photo under her skirt. She reported it to the police immediately. They told her it wasn't a criminal offence. There was nothing they could do.
She went home and decided that was unacceptable. With no legal background, no political connections and no funding she launched a campaign to make upskirting a criminal offence in England and Wales. She petitioned. She lobbied MPs. She spoke publicly about what had happened to her. The government initially blocked the bill.
She kept going. The Voyeurism Act passed in January 2019. Upskirting now carries up to two years in prison. Scotland followed. Other countries are following. A woman at a festival with no lawyer, no funding and no political connections rewrote the law for an entire nation in eighteen months.
Maybe 10 years ago i will drop the book with lot of descriptive sentences.
But (maybe after learn how to noticing) the description in this book bring smiles to my face
"Every one of us is a lit candle, returning the light to the world 💔 --- I dont know the life will bring & dont have the grace to conceal it.
But to listen, feel & contemplate is liberation. A gentle truce with myself."
Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal.
He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food.
Poverty as an evening's entertainment.