Tried a sunrise hot air balloon ride over Cappadocia today—quiet skies, golden rock landscapes, and a view that makes all the early wake-up worth it. A new kind of magic I’ll never forget!
Grab your mic, turn up the vibe, and sing your heart out at our KTV tonight! No stage fright, just pure fun and non-stop tracks waiting for you. See you at 8 PM!
Ini salah dua pelaku penyiraman air keras kepada Andrie Yunus. Namaya, Edi Sudarko, anggota BAIS dan BUDHI HARIYANTO WIDHI CAHYO Perwira Badan Intelijen Strategis TNI..
Yuk kawal terus kasus ini..
Katanya iblis dan syetan dibelenggu saat ramadhan, ternyata peran setan dan iblis malah diganti oleh manusia biadab yg tega bunuh siswa usia 14 tahun. Kawal kasus ini. Sudah terlalu banyak nyawa yang hilang ditangan oknum aparat biadab! Nanti kalau rakyat marah dituduh provokasi dll. Emang SETAN kalian semua. DAJJAL!
no justice jika tidak viral. adik ini salah satu siswi SMA NEGERI 4 KENDARI mengalami perundungan sampai tergeletak di lantai, bantu up yuk guys:( bhkn blm ada titik terang krn pelakunya anak orkay smua :(( yap!
🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘🆘
🚨POLISI OGAH TANGKAP PEMERKOSAAN GADIS DISABILITAS
Bantu up🆙🆙🆙🔝 🙏🙏🙏🙏🙏
No viral no justice
Kronologi ‼️‼️‼️
Di negara ini harus harus viral dulu ini baru polisinya source: berita_kriminal_sumut Peristiwa memilukan menimpa seorang gadis penyandang disabilitas asal Riau. Korban menjadi sasaran bujuk rayu seorang pria bernama Pujinaro Tampubolon, yang dikenalnya melalui media sosial Facebook, hingga akhirnya mengalami kekerasan se...ks. Kejadian bermula pada Selasa, 26 November 2024, sekitar pukul 10.00 WIB, ketika pelaku bertemu korban di daerah Bagan Batu, Riau.
Dengan dalih ingin memperkenalkan korban kepada orang tuanya untuk menikah, pelaku berhasil meyakinkan korban untuk ikut ke Tebingtinggi, Sumatera Utara (Sumut). Korban yang percaya pada janji tersebut akhirnya berangkat bersama pelaku menggunakan sepedamotor.
Setibanya di Tebing Tinggi, korban dibawa ke rumah orang yang disebut pelaku Wawak Angkat di Dusun Kerompol, Desa Paya Bagas, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Sergai. Di sana ia mengalami nasib nahas itu Jumat, 29 November 2024 sekitar pukul 23.00 WIB. Pelaku membawa korban ke samping kamar mandi sekolah madrasah di Dusun V Emplasemen Rambutan, Desa Paya Bagas. Usai melampiaskan nafsunya, pelaku meninggalkan korban begitu saja.Kondisi korban yang merupakan penyandang disabilitas membuat warga sekitar terkejut saat menemukannya sendirian.
Melalui informasi di Facebook, keluarga korban akhirnya dihubungi dan segera menjemput korban. Keluarga korban kemudian melaporkan perbuatan pelaku ke Polres Tebing Tinggi pada 1 Desember 2024. Namun hingga berita ini diterbitkan, proses hukum masih terhambat, karena pihak penyidik mengaku sedang melengkapi berkas perkara sesuai petunjuk jaksa (P19). Padahal kasus sudah berjalan 9 bulan.
Setuju banget sama neneknya, jangan sampai damai secara kekeluargaan, karena bukan keluarga nenek!!👊
korban ga kenal sama pelaku, bahkan pelaku ada yang bawa sajam🤬