Kadang hidup tuh kayak perjalanan yang nggak pernah kasih tahu kita bakal berhenti di mana 🥲
Kita Pergi Hari Ini punya cerita ttg perjalanan dan kehidupan dg cara yang unik. Ada momen hangat, ada kehilangan, dan ada banyak hal yg bikin kita mikir tentang arti pulang dan pergi
Sepertiga malam mengajarkan satu hal:
Tidak semua doa
harus terdengar oleh manusia.
Ada yang cukup
disampaikan dalam sunyi,
dengan mata yang basah,
dan hati yang berkata:
"Ya Allah, hamba sudah berusaha.
Sisanya hamba titipkan kepada-Mu." 🌙
"Jangan batasi doamu dengan lokgikamu,
Mintalah yang terasa mustahil, karna yang kamu ajak ngobrol ini bukan (Manusia)."
Allah so, so, so, so, so, so, so, so, so, so powerfull.
afirmasi malam :
aku melepaskan semua kekhawatiran. pikiranku tenang, hatiku ringan. besok aku bangun lebih kuat, lebih bahagia, lebih ceria, lebih percaya diri. semua yang terbaik sedang menuju ke arahku.
Jangan pernah menyerah ketika doa-doamu belum terjawab karena untuk orang-orang yang bersabar, Allah Subhanahu wa ta'ala bahkan akan memberikan yang lebih.
The real reason I love physical books is that they act as a TIME CAPSULE.
Opening a book you read three years ago brings back the exact room you sat in, the season of your life, and who you were when you turned those pages.
jangan terlalu sibuk membangun "future you" sampai lupa menikmati hidup sebagai current you.
future self butuh uang. current self juga butuh istirahat, teman, hobi, dan pengalaman.
Pernah ketemu orang kayak gini? Minta maaf mulu padahal dia bahkan nggak salah apa-apa.
“Sorry nanya…”
“Sorry ganggu…”
“Sorry kalau merepotkan…”
Mau minta tolong dikit aja udah “Sorry ya…” 😅
Kita mungkin liat dia orangnya sopan banget. Tapi kadang, kebanyakan bilang “maaf” itu bukan cuma soal sopan. Bisa jadi dari kebiasaan ngecilin kebutuhan sendiri biar nggak ngebebanin orang lain.