ICW bongkar MBG.
Program Makan Bergizi Gratis yang katanya demi anak-anak, ternyata dapurnya dikelola yayasan-yayasan dengan afiliasi politik, bisnis, birokrasi, militer, sampai relawan kampanye Pilpres 2024.
Angkanya bukan recehan:
• 28 yayasan terafiliasi partai politik
• 18 yayasan terafiliasi pebisnis/swasta
• Sisanya nyambung ke birokrasi, aparat, dan tim sukses
Dan juaranya?
Gerindra paling banyak.
Disusul PKS dan PAN.
Bonus round: ada 4 anggota legislatif aktif ikut nimbrung.
Lebih bonus lagi: ada nama yang pernah tersangkut kasus korupsi.
Jadi pertanyaannya sederhana, tapi bikin panas:
Ini program gizi anak…
atau program bagi-bagi akses APBN dengan baju amal?
Kalau dapur umum diisi kepentingan politik, yang kenyang siapa?
Anaknya, atau jejaring kekuasaannya?
Yang lebih dibutuhkan anak-anak prasejahtera bukan makan siang gratis, melainkan orang tua yang bisa bekerja, membeli bahan pangan, memasak makanan sehat, dan makan bersama di rumah.
Logika 👍👍
Petinggi bank sentral ngga punya background ekonomi, menlu bukan diplomat karir atau setidaknya pernah kuliah jurusan HI. Komisaris, stafsus, dan hakim MK pun sama. Meritocracy is basically nonexistent at this point; thus, fit and proper test was just a lame bullshit.
Gaji ahli Gizi:5jt
Gaji kepala dapur:7jt
Gaji akuntan:5jt
Gaji pengantar Ompreng 3jt
Gaji tukang cuci piring 2,7jt
Gaji guru honorer kerja bertahun
tahun 300rb
malah Bapak dibawah cuma Rp 90k /bulan
Menurut sobat, apakah ini sudah tepat?
"335 TRILIUN buat makan siang itu setara dengan:
🎓 3,3 JUTA anak kuliah GRATIS sampai lulus S1 (kampus terkemuka yaa)
🏥 670 RUMAH SAKIT baru standar internasional (bisa bikin lapangan kerja baru)
🏫 167 RIBU sekolah rusak diperbaiki total.
👩🏫 Gaji 5,5 JUTA guru honorer jadi 5 JUTA/bulan (kesejahteraan guru meningkat).