"ada orang pinter bilang, ada yg lebih genting dari perut lapar" dan tanggapan dia, "saya kira gak ada yg lebih genting dari perut lapar" WALLAHI WE'RE FINISHED, FIX MBG GAK AKAN DI STOP YA GUYSSS 🙂
Siapa sih ini pagi2 di mrt blok m? Ngalangin jalan gua banget. Terus ada fotografer segala. Sumpah muak. Udah ngomong dengan volume lantang “HALAAAAAAAAAHHH BANYAK GIMMICK” masih belum puas tersalurkan emosinya karena gue jadi ketinggalan mrt dan mesti nunggu another 8 min 🥲. Thanks udh bother buat baca
cc:threadhafiyandini
lagian kenapa sih orang2 ini selalu ngurusin hidup orang lain, mau nikah lagi kek, mau gamau nikah lagi, mau punya apa kek, mau begini mau begitu ya terserah mereka gila. kayak lo gapunya hidup yang harus diurus aja.
ini terlepas dari orangnya ya, gue fokus ke pertanyaannya. emang salah kah kalo orang melanjutkan hidup? emang harus ya kita selalu 'stuck' di masa lalu, selalu sedih, selalu kepikiran dan gabisa maju? life goes on. dia punya anak yg butuh figur ayah.
NGAPAIN JUGA ORANG DEMO MALAH DIBUNUHH, orang demo ya wajarnya didenger aspirasinya, ngga dihalang2in, kalo emg sampe diculik dibunuh ya presiden lu gila
@kumparan Kalo elu bisa bandingin tarif ke negara lain, tolong penghasilan atau upah minimum juga dicompare
Kebijakan dicompare, fasilitas dicompare, hukum dicompare.
Jangan setengah2 kalo mau komparasi!!! Gamau?? Standar ganda lo bosss!!
macet tuh harga paling murah yang bisa lu bayar buat manfaat jangka panjang, sehari macet itu coba lu bandingin dengan hampir 2 tahun pemerintah lu mengacak-acak negara ini duhhh
You know how brilliant their idea to choose Bundaran HI sebagai tempat "aksi" mereka adalah? It’s because they know Bundaran HI adalah pusat titik keramaian Jakarta.
Choosing Bundaran HI means maximum exposure. Akses ke semua lapisan masyarakat itu potensial banget buat attract publik. From the corporate slaves stepping out of their Sudirman offices, people commuting, to the general public—everyone is literally there. It is the ultimate hub to get eyes on your movement.
Plus di Bundaran HI, segala jenis transportasi umum ada. It’s the literal heart of Jakarta's transit. So obviously, the traffic will be disrupted. But honestly? In modern activism, that disruption is a feature, not a bug. When the traffic gets a bit chaotic, people are forced to look. It creates that instant "Wait, what’s happening over there?" effect.
As someone who used to organize actions and protests too, let’s be real for a second: pemilihan Bundaran HI ini bukan lagi buat "protes" langsung ke pihak yang diprotes.
Why? Karena ya udah pasti gak bakal didengar. Pointing fingers directly at the institutions just ends up making you tired, drained, and honestly, males banget. It’s a dead end.
Makanya mereka pilih Bundaran HI. It’s no longer about yelling at a brick wall; it’s about controling the narrative and winning the public's attention. If the authorities won't listen, you make the entire city talk about it instead. And there’s no better stage for that than Bundaran HI.
polisi polisi itu sebenarnya tau gak sih tujuan demo itu apa? kenapa setiap demo rasanya mereka mikir para pendemo itu ngajak mereka tawuran, perang, menganggapnya musuh. yang harusnya dilindungi malah dibunuh.