Warga Kabupaten Rembang dihebohkan dengan temuan sebuah grup Facebook komunitas laki-laki gay dengan anggota lebih dari 1.200 akun.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, grup Facebook itu bernama "Info Laki Gay Sedan Rembang Lasem Pamotan Kragan Sarang DLL". Keberadaan grup tersebut pertama kali terungkap dari hasil patroli siber yang dilakukan sejumlah warga.
Dalam beranda grup tersebut, aktivitas obrolan tercatat sudah berlangsung sejak 2025 dan terpantau cukup aktif dalam beberapa bulan terakhir. Jumlah anggota grup tersebut tercatat mencapai 1.200 akun.
Salah satu dugaan yang berkembang adalah aktivitas di grup tersebut tidak hanya terbatas di dunia maya, tetapi juga terdapat indikasi pertemuan secara langsung antaranggota.
Merespons hal tersebut, Kasatreskrim Polres Rembang AKP Alva Zakiya Akbar membenarkan bahwa pihaknya telah memantau aktivitas digital tersebut. Langkah awal yang diambil adalah menelusuri identitas para anggota sekaligus admin grup.
📸: Dok. Istimewa, Shutterstock/Ilustrasi, Polres Rembang.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | videonews | R169 | E164 | E103 | V368
#bicarafaktalewatberita #kumparan
POLRI BILANG GA TERIMA SURAT KABAR DEMO TAPI BISA SIAPIN 4500 LEBIH PERSONEL ADA YANG NGEKER DARI ATAS PULA KEK stop bodoh-bodohin rakyat ga semuanya tumbuh kurang gizi dan kasih sayang kek kalian
wkwk disuru sabar lagi karena ada koruptor lainnya yang ditangkap kasus korupsi MBG. kemana aja woy selama ini kok pelaku baru ditangkap pas warga mulai demo? dan terakhir kali kita disuruh sabar tiba-tiba ada alat berat nyampe di papua ya anjeng
cc:threadceliapi
Kalian kalo selalu bilang demo bikin macet, nih liat yg bikn macet tu justru silop dan ijo.
Mahasiswa aja lewat jalur busway.
Pas ditanya alesannya masuk ke jalan:
1. "Mau nyeberang" (tapi kok ga jalan)
2. "Gatau, ikut perintah komandan"
You know how brilliant their idea to choose Bundaran HI sebagai tempat "aksi" mereka adalah? It’s because they know Bundaran HI adalah pusat titik keramaian Jakarta.
Choosing Bundaran HI means maximum exposure. Akses ke semua lapisan masyarakat itu potensial banget buat attract publik. From the corporate slaves stepping out of their Sudirman offices, people commuting, to the general public—everyone is literally there. It is the ultimate hub to get eyes on your movement.
Plus di Bundaran HI, segala jenis transportasi umum ada. It’s the literal heart of Jakarta's transit. So obviously, the traffic will be disrupted. But honestly? In modern activism, that disruption is a feature, not a bug. When the traffic gets a bit chaotic, people are forced to look. It creates that instant "Wait, what’s happening over there?" effect.
As someone who used to organize actions and protests too, let’s be real for a second: pemilihan Bundaran HI ini bukan lagi buat "protes" langsung ke pihak yang diprotes.
Why? Karena ya udah pasti gak bakal didengar. Pointing fingers directly at the institutions just ends up making you tired, drained, and honestly, males banget. It’s a dead end.
Makanya mereka pilih Bundaran HI. It’s no longer about yelling at a brick wall; it’s about controling the narrative and winning the public's attention. If the authorities won't listen, you make the entire city talk about it instead. And there’s no better stage for that than Bundaran HI.
[FOR INTERNATIONAL MOOTS]
Currently there is a demonstration by students and people in Indonesia, condemning our gov and the chaos that is currently happening in our country. If you see one news about it, PLEASE help retweeting it -
@jametkabupatenn@KampusUpdate exactly… siapa yang memupuk kebencian disini? why are people acting like that post is somehow gak pantes pdhl nobody forcing anyone to be gay. bahkan academically thays isnt even a sensitive issue. we research, learn, and respect queer community