Saran gratis dari psikolog mahal:
Kalau kamu orang yang cemas, lakukan semuanya untuk bersenang-senang.
Melamar kerja? Anggap lagi iseng.
Ngumpulin dokumen? Anggap lagi main puzzle.
Buka blog? Anggap lagi iseng nulis jurnal.
Anxiety itu hidup dari rasa “ini penting banget”. Semakin kamu anggap satu hal sebagai soal hidup-mati, semakin keras dia mencengkeram.
Jadi turunin levelnya.
Jangan kasih dia bahan bakar.
Coba mulai dari hal kecil hari ini:
lakukan satu hal yang biasanya bikin deg-degan…
tapi kali ini dengan niat “cuman buat fun aja”.
Pada akhirnya hidup bukan lagi tentang “if they want to, they would.”
Tapi lebih kepada “if God has written something for you, it will find its way to you.” at the right time, in the right way.
Karena apa yang memang Tuhan takdirkan untukmu tidak akan pernah benar-benar melewatimu. dan yang bukan untukmu, sekuat apa pun kamu mencoba menggenggamnya, it will never truly stay.
Ridha it's a journey.
Dulu gue kira ridha berarti harus langsung oke sama semua hal yang terjadi. Tapi ternyata nggak segampang itu.
Kadang kita masih nangis, masih banyak nanya “kenapa harus begini?”, masih ngerasa kecewa dan sakit. Tapi pelan-pelan, hati mulai belajar nerima apa yang Allah udah tetapkan.
Lewat waktu, doa, rasa kecewa, proses healing, dan banyak hal yang akhirnya dipahami sendiri, lama-lama kita berhenti maksa ngelawan hal yang emang nggak bisa kita kontrol.
Ridha bukan sesuatu yang bisa dicapai dalam semalam. Itu adalah journey hati yang tumbuh pelan-pelan, tenang, dan sering kali tanpa kita sadari.
Kenapa banyak wanita yang akhirnya menyesal setelah menikah?
Dari podcast ini gue belajar
Jangan menikah dengan orang yang tidak bisa bertanggung jawab atas dirinya sendiri.
Apalagi kalau sampai menjadikan pasangan sebagai tempat pelampiasan emosi.
Jangan juga memaksa orang untuk selalu mengerti kamu.
Karena setiap orang punya latar belakang yang berbeda, dengan kapasitas penerimaan yang berbeda juga.
Lebih baik belajar untuk improve diri, memperbaiki ketidakcocokan yang ada.
Menikahlah ketika kamu sudah benar-benar “siap” dari sisi psikologis, spiritual, dan emosional.
kunci hubungan itu adalah saling pengertian, baru kemudian komunikasi.
Respect dan memahami sudut pandang satu sama lain itu penting.
Perempuan juga perlu punya kekuatan untuk berkata “TIDAK”
dan berdaulat atas dirinya sendiri.
Ternyata usia 30++ itu bukan tua.
Justru itu awal dari kehidupan yang sebenarnya dimulai.
Menikah atau tidak menikah bukan jaminan seseorang akan bahagia.
Karena menikah itu adalah pilihan hidup.
Dan pernikahan bukan sesuatu yang cocok untuk semua orang.
Lucu banget emang negara kita. Statusnya doang raja sawit dunia, tapi pas ada ilmuwan jenius asli ITB mau neliti kode genetik sawit malah dicuekin. Ujung-ujungnya riset dia dibayarin Malaysia sama Amerika, dan sekarang hak patennya malah dipegang tetangga sebelah.
Nama ilmuwannya Dr. Muhammad Arief Budiman. Dulu pemerintah kita gak punya visi sama sekali buat ngedanain riset DNA sawit. Karena keahliannya gak difasilitasi di negeri sendiri, si pak dokter akhirnya merantau ke Amerika buat lanjutin riset raksasa ini.
Pas tahun 2013, dia beneran sukses memetakan seluruh kode genetik kelapa sawit yang berharga mahal banget itu. Tapi ya gitu, karena modal risetnya dari kantong pemerintah Malaysia dan perusahaan Amerika, keuntungan mutlak dari penemuan maha karya ini ya gak lari ke Indonesia.
Bener-bener definisi punya aset emas tapi yang pinter malah numpang digaji di rumah tetangga karena di rumah sendiri cuma disuruh sabar dan ikhlas. Giliran udah sukses di luar negeri, baru deh nanti akun jurnalis pada sibuk bikin judul "Bangga! Anak Bangsa Mengharumkan Nama Dunia". Pret lah wkwk.
btw tau ga, adek yang satu ini, walau ukurannya kecil, dia termasuk apex predator.
jadi kalo apex predator itu adalah sebuah grup kelas di satu sekolah, nah capung satu grup sama Orca, Harimau, Singa, Hiu, hingga Beruang.
capung sendiri udah ada sejak 325 juta tahun.
mereka pernah terbang di langit yang sama dengan dinosaurus, selamat dari kepunahan massal yang menghapus 75% kehidupan di bumi.
tapi, gimana ya kalo ternyata mereka punahnya sekarang? inget ya, mereka apex predator, predator puncak.
mereka ini menempati fase tiga sampai fase empat di rantai makanan, tergantung ekosistemnya.
fase satu itu produsen, tanaman dan alga.
fase dua itu herbivora dan serangga kicik.
fase tiga itu predator serangga (capung di sini).
fase empat adalah predator yang memakan capung.
loh? katanya dia apex, kok dimakan burung? berarti burung dong apexnya? wkwkwkw
engga, dia apex tapi di dunia serangga. ga ada serangga lain yang secara khusus makan si capung tiap hari. gitu.
capung bahkan sudah menjadi predator sejak fase larva di dalam air. mereka memangsa jentik nyamuk. larva serangga lain, bahkan ikan kecil dan berudu.
setelah dewasa, mereka terbang di udara dan memburu nyamuk, lalat, dan serangga terbang lainnya.
jarang banget ada hewan yang berperan sebagai pengendali populasi di dua ekosistem berbeda sekaligus, dalam satu siklus hidupnya.
satu ekor capung tuh bisa makan 600 nyamuk loh ya dalam sehari. mereka pemburu nyamuk paling efisien dengan tingkat keberhasilan 95%, tertinggi di antara semua predator. winrate 95% coyy~
kalo gada capung, populasi nyamuk bakal meledak dalam hitungan minggu. dan ini masih satu efek, mau tau efek lainnya? balas twit ini dengan angka 1 wkwkwkw
Intinya gaes, kita akan attract orang2 yang sekufu sama kita.
Orang yang demen sama orang pinter, ya akan nyari yang pinter.
Orang yang insecure sama orang pinter, ya akan nyari yang kurang pinter.
Dsb.
Profesor Herawati Sudoyo, Pahlawan Bom Bali yang "dikalahkan" oleh tembok birokrasi negara sendiri. Lo bayangin, kepolisian dunia aja hormat sama beliau karena sukses bongkar identitas pelaku Bom Bali cuma dari serpihan DNA. Tapi pas di negaranya sendiri, nasib beliau dan timnya malah berakhir ngenes gara-gara urusan administratif.
Namanya Prof. Herawati Sudoyo, salah satu otak paling cerdas di Lembaga Eijkman. Pas kejadian Bom Bali 2002, beliau dan timnya kerja gila-gilaan buat identifikasi pelaku lewat sisa-sisa DNA di lokasi ledakan. Berkat beliau, kasus-kasus terorisme besar bisa terungkap secara ilmiah.
Di tangan beliau, Lembaga Eijkman jadi markas riset genetika paling bergengsi di dunia. Bukan kaleng-kaleng, ilmuwan luar negeri aja segan sama riset mereka. Tapi ya gitu, musuh terberat orang pinter di sini bukan virus, tapi birokrasi.
Plot twist paling pahitnya terjadi awal 2022. Lembaga bersejarah ini dibubarin dan dilebur secara paksa ke instansi riset baru. Alhasil? Ratusan ilmuwan dan peneliti elit dipecat massal dalam semalam cuma karena mereka bukan PNS.
Bayangin, orang-orang yang udah ngabdi puluhan tahun demi kemajuan sains Indonesia, disuruh angkat kaki cuma karena masalah dokumen status pegawai. Dr. Herawati dan timnya harus ninggalin laboratorium tempat mereka nyetak sejarah internasional.
Ini jadi bukti nyata kalau di sini, "surat sakti" birokrasi kadang lebih berkuasa daripada otak jenius yang diakuin dunia. Padahal kita butuh lebih banyak orang kayak mereka, bukan malah bikin mereka "patah hati" sama negaranya sendiri.
Respek buat Prof. Herawati dan para ilmuwan Eijkman. Mereka udah kasih yang terbaik buat Indonesia, meskipun akhirnya harus "menelan luka" gara-gara sistem yang kaku. Pahlawan sains yang sebenernya.🫡✨
ayo usahakan jadi manusia yang ngga pernah takut ditinggalin orang, karena “u know u worth” kamu pantes dapet orang yang memang pantes sama kamu. “never beg someone to stay” sekarang semuanya untuk diri sendiri aja.
Pernah ada di satu waktu, lagi ngobrolin anak saya, pak anies bilang “kalau bisa anak itu jangan ditanya mau jadi apa, tapi diarahkan mau berbuat apa. Karena dia bisa jadi apapun, tapi karyanya yang akan mendefinisikan dia jadi orang yang seperti apa” ini mengubah cara padang saya sebagai orang tua dan jadi manusia sih. Hehe