JADWAL SIDANG TAHANAN POLITIK Senin-Selasa (29-30 Juni 2026)
Puluhan orang kembali ditangkap dalam aksi #IndonesiaSekarat di Surabaya. Salah satu tuntutan aksi tersebut adalah pembebasan seluruh tahanan politik.
Tuntut pembebasan seluruh kawan kita!
🚨🇵🇸 Kuzey Gaza'daki gazeteciler dünyaya doğrudan hitap ediyor: "İsrail'in Palestinlileri ölüme asma yasası Nazilerden daha kötü."
Bu videoyu görürseniz, lütfen farkındalık için yeniden yayınlayın.
Kok bisa ga nyadar kalo mayoritas rakyatnya udah gedheg ?
Kalo emang anda seorang tentara yg lebih dari tentara , seharusnya kan anda sudah malu sudah mengacaukan negara mu?
Kemaren Reuters (portal berita luar negeri) menayangkan secara live aksi demo mahasiswa. Tayangan tsb ditonton lebih dari 100 ribu orang.
Dan kabarnya hari ini ada yang bela-belain kirim surat ke The Economist. Takut terlihat jelek di mata internasional dan biar gak keliatan titik lemah dan bobroknya dia (lagi).
Buat yang gak tau, bulan Mei 2026 kemaren The Economist pernah nulis terang2an kalo wowo dianggap lagi membahayakan ekonomi Indonesia sekaligus pelan2 mengikis demokrasi.
So, aksi kemaren yang katanya gagal, namun tetap ada yang ketar-ketir nih yeee...
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?
Terlepas demo yang belum bisa mencapai titik seharusnya (Bundaran HI) karena sudah diblokade di depan UOB, tapi demo kali ini bisa dibilang cukup berhasil karena menghasilkan eksposure yang cukup gede.
Akses yang terjangkau dan terbuka mengundang banyak mata untuk melihat.
Banyak turis, pekerja kantoran, pekerja informal, pengunjung mal, dan warga sekitar merekam kejadian, bahkan sejenak bergabung untuk membersamai gerakan.
"Kami memaksa masuk karena ini adalah hak kami untuk bersuara, hak kami untuk berpendapat, itu diatur dalam Undang-Undang Dasar," kata Koordinator lapangan aksi demo mahasiswa di Bundaran HI, Albani Ilmi pada Jumat (12/06).