【Official Trailer】
The Apothecary Diaries The Movie
Scheduled for December 11, 2026 in Japan!
An all-new original story by Natsu Hyuuga.
✨More: https://t.co/TPsYmRHoB1
Bersiaplah kawan-kawan
harga komik akan naik
sekali lagi, harga komik akan naik
Badai akan segera datang
Tapi kalau dihitung harga komik sekarang sudah dipertahankan dari 2 tahun lalu
Penyebab macet panjang dari cawang,
Ada bis Mogok depan Halte Pancoran Barat
Pengguna koridor 9 memang sabarnya sabar banget, ada aja gangguannya
📸: puputeri
Bangga, semakin banyak WNI di luar negeri yang sukses berkarir di sektor transportasi.
Tercatat saat ini sudah terdapat beberapa WNI yang telah lolos berkarir menjadi sopir bus di Jepang.
1. Iyus Jimin → Ryobi Group
2. Saruman Purwanto → Tokyu Corporation
3. Mahatmi Rismartanti → Tokyu Corporation
4. Bagus Endra Wardana → Tokyu Corporation
5. Azzam Al Antar → Meitetsu Bus
6. Dwi Harjanto → Meitetsu Bus
7. Seto Ramadhan Siswadi → Meitetsu Bus
Perjalanan mereka untuk menjadi sopir bus di Jepang tidaklah mudah, mereka perlu mengikuti program Tokutei Ginou (特定技能) atau Specified Skilled Worker (SSW).
Keberhasilan rekan² WNI kita juga tidak lepas dari perubahan kebijakan imigrasi yang dilakukan pada tahun lalu.
Pemerintah Jepang merevisi undang² imigrasi untuk memperluas penerimaan pekerja asing, termasuk di sektor transportasi darat yang mencakup taksi & bus.
Dikutip dari Kompas per 2025 penghasilan kotor sopir bus di Jepang dalam setahun dapat mencapai ¥4,5 juta atau setara Rp450 juta. Artinya penghasilan rata² sebulan sekitar Rp37,5 juta, belum termasuk lemburan.
Keuntungan menjadi sopir bus di Jepang tentu bisa lebih nyaman nyetirnya, kondisi lalu lintasnya juga lebih tertib, tidak seperti di Indonesia.
Dapat surat cinta dari Komdigi?
SAFEnet dan REMOTIVI mengajak publik untuk mendokumentasi bersama pelanggaran kebebasan berekspresi yang terjadi di media sosial berupa peringatan dari platform ataupun takedown konten secara langsung.
Yuk, turut lapor dan dokumentasikan notifikasi tersebut melalui https://t.co/75xLJIfv3r.
Once seen as the darling of Southeast Asia, government policies under President Prabowo Subianto appear to be slowing Indonesia’s economic rise https://t.co/QDqdy9ovll