Ngomong-ngomong soal pencekalan Imigrasi, dulu setiap dengar ada orang dicekal, dengan polosnya saya selalu mikir, “Mampus, nggak bisa ke mana-mana.”
Sampai akhirnya saya melihat sendiri kenyataan yang jauh lebih absurd.
Beberapa tahun lalu, adik dari teman baik saya menikah dengan salah satu anak oligarki.
Ayah mertuanya saat itu berstatus terpidana korupsi dan masih berada di dalam penjara.
Pernikahannya digelar di Paris.
Saya sempat melihat unggahan acaranya di SG close friend, ayah mempelai yang seharusnya saat itu sedang di penjara ikut hadir dan mendampingi mempelai.
Dia hadir di Paris, ikut acara keluarga, berfoto, lalu beberapa hari kemudian kembali lagi ke penjara seperti tidak pernah terjadi apa-apa.
Kok bisa?
Belakangan saya baru tahu, dia bisa keluar karena dibuat seolah-olah sedang menjalani pemeriksaan medis.
Dari sana, dia dibawa ke terminal privat, terbang dengan jet pribadi, menghadiri pernikahan anaknya, lalu pulang lewat jalur yang sama.
Di atas kertas, dia tidak pernah ke mana-mana.
Sejak saat itu saya paham, pencekalan hanya terasa menakutkan bagi orang yang tidak punya uang, koneksi, dan kuasa untuk membuat seluruh sistem bisa dibeli.
Btw, ini kejadian di Turkmenistan.
MAHFUD MD: SAYA TERKECOH!
BERITA MENGATAKAN PELIMPAHAN PERKARA DARI POLISI KE KEJAKSAAN, P21.
TERNYATA BUKAN!
PELIMPAHAN HANYA BISA APABILA TERSANGKA (FEBRIE) TELAH DIPERIKSA POLISI!
TAPI TERNYATA INI PENGALIHAN PENYIDIKAN DARI POLISI KE KEJAKSAAN!
TERSANGKA (FEBRIE) BELUM PERNAH DIPERIKSA POLISI!
INI MELANGGAR HUKUM ACARA PIDANA!
Masih soal mental rasis-kolonial Barat. 2 tentara Belgia yang bertugas di Somalia sebagai bagian misi PBB terdokumentasikan menyiksa anak kecil warga lokal di atas api.
Hanya karena si anak masuk basis militer minta makanan. Yes, warisan kekejaman Leopold II di DNA mereka.
Prof Bambang Hero ini ahli forensik kebakaran hutan, jangankan di indonesia, di asia aja ngga banyak
Orangnya luar biasa rendah hati dan ngga pelit ilmu
Grace Natalie.
Komisaris MIND ID , holding BUMN tambang terbesar RI: Antam, Bukit Asam, Freeport Indonesia, Inalum, Timah.
Track record profesionalnya sebelum ini:
- news anchor Liputan6 (2004),
- CEO lembaga riset SMRC (2012),
- pendiri & eks Ketum PSI (2014),
- Wakil Ketua Dewan Pembina PSI,
- lalu Mei 2024 jadi Staf Khusus Presiden Jokowi ,
- dan di BULAN YANG SAMA, Juni 2024, langsung disodorin kursi Komisaris di holding tambang negara.
Cari deh di CV-nya, mana yang nyerempet dunia pertambangan.
Gak ada.
Yang menarik: PP Nomor 23 Tahun 2022 Pasal 55 melarang PENGURUS partai politik jadi komisaris BUMN.
Grace lalu keluar dari struktur , melepas posisi Wakil Ketua Dewan Pembina , biar memenuhi syarat.
Secara hukum, ini langkah yang sah. Tapi publik pantas tanya: kenapa pas dibutuhkan buat lolos syarat, statusnya bisa langsung "tidak aktif" secepat itu?
September 2024, waktu Ketum PSI Kaesang Pangarep jadi sorotan publik soal dugaan gratifikasi jet pribadi, Grace kembali pakai alasan yang sama: dia gak mantau karena udah gak di struktur.
Alasan yang sama, dipakai dua kali, di dua momen yang paling menguntungkan buat dia.
Kebetulan atau bukan, itu yang layak dipertanyakan publik.
Ini bukan soal Grace pinter atau nggak , dia jelas kompeten di bidang media dan komunikasi.
Ini soal: kenapa kompetensi di bidang X (media/politik) otomatis diterjemahkan jadi kursi komisaris di bidang Y (tambang) yang sama sekali beda?
Rakyat butuh BUMN dikelola orang yang paham risiko dan tata kelola tambang , bukan sekadar tempat parkir orang dekat kekuasaan sambil nunggu jabatan berikutnya.
Sekali mendayung dua tiga pulau. Pertajam konflik horizontal dengan isu LGBTQ, deligitimasi aksi kamisan dengan memperlihatkan aksi kamisan ditunggangi.
.
Pemenangnya adalah rezim otoritarian yang sedang butuh pengalihan dari aparat penegak hukum yang korupsi.
.
Keren ya
KPK kali ini maju kedepan setelah kejaksaan blunder habis habisan soal ex Jampidsus febrie
Saya akui, kpk lebih pintar memilih lawan, kepda2 yang bikin masalah (pati dengan pbb, sukoharjo yang main resmikan jembatan swadaya)
Susul susulan skor penangkapan, dari siapa yang tertangkap menarik untuk disimak, bidak catur siapa yang disingkirkan atau presepsi publik apa yang sedang dibangun
Disclaimer, saya tidak membela kpk, mereka adalah kekuatan politik juga yang tidak mungkin tanpa kepetingan samasekali
Wah gila sih ini kalau bener.
Mungkin ini pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, Sekjen dimutasi ke Papua, kalau ini beneran kejadian.
Semua ASN itu tahulah kalau Sekjen itu birokrat paling power di institusi.
Kadangkala, Sekjen bisa lebih powerful dari menteri, karena dia pegang sistem, tahu celah dan juga paham budaya birokrasinya.
Ingat, menteri hanya 5 tahun sekali. Sekjen sudah bekerja di kementerian puluhan tahunz
Belum lagi Sekjen itu biasanya punya jejaring dan kawannya sendiri yang sudah tertanam lama.
Menghabisi Sekjen berarti harus menghadapi resistensi dari birokrasi itu sendiri.
Harus dikawal terus nih, gaboleh kasih kendor
Kasih nyala terus sampe pegawai kemen PU berani berserikat dan dongkel si mentri ini dari posisinya kaya kemendikti
Sampai dapat keadilan!
Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah ini termasuk mega-korupsi dan cukup seru diikutin karena berhubungan sama antarinstansi (Kejaksaan, Polri, TNI)
Intinya nih insiden udah ada dari Mei 2024 waktu itu Febrie diuntit di Cipete. Singkat cerita, ketauan deh kalo yg nguntit ternyata oknum Densus 88 Antiteror Polri yg coba profiling aktivitas beliau (mungkin ini jg yg bisa nemuin brankas emas & dollar itu di suatu cafe di Cipete, wallahualam)
Sehari setelah penguntitan itu, Kejagung minta pengamanan resmi ke TNI buat jaga kompleks kejagung yg berhubungan sama Jampidsus. Jadi sebenernya, rumah si Febrie dijaga nih udah cukup lama
Alesannya sih, karena Febrie selaku Jampidsus udah nanganin kasus2 korupsi yg familiar di telinga kita kayak Asabri, Jiwasraya, Krakatau Steel, Timah yg Harvey Moeis, sampe kasus yg baru itu dugaan korupsi pasokan batu bara di PLN yg pemadaman listrik bergilir kemaren
Makanya, pihak Kejagung bilang masih wajar dan legal minta penjagaan ke TNI demi memperlancar proses pemeriksaan, biar si Febrie gak kenapa2 karena kasusnya banyak melibatkan orang2 gede apalagi kalo udah berurusan sama ‘pertambangan gelap’
Skrg lagi rame ini kasus disebut ‘sabung politisi’. Seru sih, dari gw masih jadi jurnalis sampai sekarang jadi rakyat biasa, kasus2 kayak gini bikin pengen gw pantau terus sambil nyemilin popcorn 🍿 wkwkwkwk
Dalam situasi ini, bbrp analis politik bilang bisa jadi ada proxy war (perang pengaruh), di mana antar-aparat penegak hukum saling mengintai titik lemah masing2
- ketahuan netijen mau bawa keluarga ke amerika
- akhirnya gak jadi ke amerika
- yang bocorin suratnya dan bikin heboh netizen lagi dicari. Katanya kalau orang dalam mau disanksi.
Ngoehehehe aja
Halo guys. Tahu kah kamu kalo Indonesia negara ke 3 dgn jumlah primata terbanyak di dunia?
Aku bikin daftar semua spesies primata yg ada di Indonesia beserta status konservasinya.
Datanya bisa diunduh gratis di sini ya:
https://t.co/9LIXLMpyCj
Miris banget liat foto ini…
Foto yang seharusnya jadi kebanggaan, malah jadi bahan tertawaan sekaligus sedih mendalam.
Seorang pria asing, Gaurav Srivastava, berpakaian biasa, tersenyum lebar sambil “memberi penghargaan” ke Presiden Prabowo Subianto. Senyumnya lebar, tangannya mantap. Sementara Prabowo terima dengan serius.
Tapi kenyataannya?
Pria itu penipu kelas internasional yang pura-pura jadi agen CIA.
Dia sukses menyusup ke lingkaran elite pertahanan Indonesia, mendekati Presiden dan adiknya Hashim, lalu mengalirkan puluhan juta dollar ke perusahaannya.
Investigasi Tempo + jurnalis India ungkap semuanya.
Dari segi diplomatik ya..
Agaknya kurang pas kalau kematian kepala negara lain
Hanya dihadiri oleh Duta Besar.
Ya boleh-boleh aja sih, cuman pada akhirnya itu memperlihatkan selevel apa hubungan kita dengan Iran.
Kalau kalian lihat negara lain, delegasi yang dikirim selevel menteri..
Turki misalnya, mengirim Wakil Presiden. Pakistan sendiri yang datang Perdana Menterinya. Malaysia yang datang Menteri Pertanian.
Bahkan Saudi sendiri (yg merupakan musuh bebuyutan Iran) mengirim Wakil Menteri Luar Negeri..
Lagu lama sebenernya, dari jaman mulyono tuh udah dipake terus dan intens:
1. Massa bayaran
2. Buzzer
3. Influencer
Satu brief, satu narasi, saling sinergi buat nutupin kebobrokan pemerintah
DOSEN UNIVERSITAS DIPA MAKASSAR, HERENAL DAENG TOTO:
DARI 312 DOSEN ANGGOTA FORUM KOMUNIKASI DOSEN SELURUH INDONESIA
YANG SEDANG MENEMPUH STUDI S3.
76,7% DAPAT PENGHASILAN DI BAWAH UMR, KISARAN 450 RIBU SAMPAI 1,5 JUTA PER BULAN.
SEMENTARA HARUS MEMBAYAR UKT S3, 18 SAMPAI 29 JUTA PER SEMESTER.
***
Konteks: dosen kalau gak punya S3, karirnya stuck di Lektor.
Harus kuliah S3. Tugas Belajar.
Sementara pas kuliah tugas belajar S3, cuma dapet gaji pokok doang. Tunjangan distop.
Tapi gapok di bawah UMR.