Many Malaysians come to work in Singapore, initially so excited they've got a higher pay.
Then a few months later, they realise Singapore is just sad and depressing. Has depressing people, depressing buildings. Their job has a higher pay but it's 10 to 14 hours a day and it's fucking miserable. And they consider returning back to Malaysia, with a pitiful pay but friendlier people.
There's more to life than money
Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐️
POV: Lu & Sirkel lu terlalu "Elitis" untuk komunikasi dengan Konglomerat asal negara Asia Tenggara Lainya membahas mengenai bagaimana kontribusi ke Sepakbola Negara lewat kepemilikan klub sepakbola di Eropa.
Mereka kalau mau komunikasi dengan keluarga Srivaddhanaprabha (Leicester City FC) atau Peter Lim (Valencia), mereka bisa bertanya mengenai bagaimana Kingpower Group membentuk Tim Leicester City "Fox Hunt Project" dimana sejumlah pemain muda Thailand potensial berlatih di Fasilitas Sepakbola milik Leicester City FC & menjalani pendidikan formal di kota Leicester selama 30 bulan serta mendatangkan pesepakbola berpaspor eropa yang "bisa" perkuat Timnas Thailand seperti Thanawat Suengchitthawon & duo James.
Atau mereka bisa nanya trend Youth Development sepakbola Spanyol ke Peter Lim dimana beberapa klub La Liga membentuk "International Youth Team" seperti Program Garuda Select atau Bayern World Squad sebagai wadah pemain non paspor UE untuk merasakan ekosistem sepakbola usia muda Spanyol.
Bahkan di Spanyol mereka sampai membentuk Tim C atau D untuk mengakomodir lulusan dari "International Youth Team". Praktik ini pun lumrah di Sepakbola Usia Muda Jerman.
Namun, karena tidak adanya komunikasi makanya keluar statement seperti ini.........
Ga bakal bisa dijawab, wong tidak punya kemampuan & pengaruh. Setali tiga uang dengan pemerintah sekarang sebenarnya, ya cuma ga punya jabatan aja.
@jilulisme Maaf bg cuma penasaran.
Berhubung karena warga sini nganggep si FI gagal gerakannya (atp it is), jadi yg bener menurut warga sini kita gimana mestinya yg bener? Mungkin bisa dijawab, cuma buat tanya-tanya aja
Chelsea Football Club is delighted to announce the appointment of Xabi Alonso as Manager of the Men’s Team.
The Spaniard will begin his role on July 1, 2026, having agreed a four-year contract at Stamford Bridge.
Welcome to Chelsea, Xabi!
Iku lo onok fotone sego goreng, tuku sego goreng ga atek ngedol omah cak. Ga usah dolan kere2an, uripmu akeh duite mangane enak2 kok yo sumbut macak peduli wong kere. Nyocot ndakik2 ben ketok pinter ae raimu iku.
@gastronusa Argumen anda tidak memadai, tidak memancing diskusi yg mencari sintesa, tidak mencerahkan, tidak memantik pembicaraan yg bermanfaat, cenderung, tipikal protagonis bodoh yg selalu harus benar, need I send you a list?
@kompascom Kebiasaan memanggil "yang mulia" kepada hakim ini terdengar sangat feodal, nggak banget. Sebaiknya diubah. Cukup dgn panggilan sopan "pak atau bu" aja lah.
Hey Elon, Gita Wirjawan here.
Your work at the frontier of energy, AI, and civilization has shifted the arc of what humanity believes is possible. I host Endgame podcast, a platform where Nobel laureates, regional leaders, and global thinkers help shape Southeast Asia’s long-term rise.
I’d be honored to have you in the conversation. Your perspective would inform and challenge millions across our region.
If you’re open, let’s set a date.
https://t.co/Sb1odXSOvt
@O5Bravo masih dibawa aje tuh kasus-kasus ekstrim yang jadi standard yang lo bikin sendiri, lagian ngapa jadi gua yang dimintain solusi gua kaga makan uang pajak
Work your fucking ass then. Drop to grassroot beneran bukan grassroot edgy macam lot of people here. Kuli harian yg isinya keringet, slot, alkohol, kentu. Talk is cheap, ga ada bedanya dengan presiden yg cuma lu kritik omon-omon. Gathering people yg sevisi dulu aja sana, bisa ga.
@Afutami Itu makanya gue sempet bilang tuntutaan 17+8 lebih cocok jadi platform partai politik, bukan tuntutan. What we need right now, itu cuman SATU tuntutan yang setidaknya bisa balance the playing field. SATU aja.
Majority of them are grassroot. Mereka butuh kerja & makan kan? Apakah negara akan memelihara mereka? Yg bekerja asal2an, malas, dll. Mereka punya hak suara yg sama dengan kalian. Satu suara.
Betul, tapi di grassroot lebih banyak lagi yg bajingan. Orang kaya tidak berarti bajingan & orang miskin tidak otomatis Santo. Kompas moral setiap orang beda-beda. That make us human.
let me clarify my point a bit
1. di jajaran pemerintahan yg sekarang, banyak tuh orang2 yg gelar akademik nya banyak. banyak tuh yg udh punya s1 bahkan sampe doktor. adakah dari mereka yg membela rakyat? tetep aja korupsi, tetep aja licik, tetep aja cuman peduli sm untung pribadi
Talk is cheap. Human need common enemy to stay united. The government is your common enemy now. Let say, setelah Prabowo lengser apa tahapan selanjutnya? Status quo. Let say you are the next leader, apa kebijakanmu ke mereka yg judol tiap hari, narkoba, dll?