Ini bener soalnya tiap dia ngomong yang keluar tuh isinya bikin stress. Baru tadi pas di dapur ngobrol sama adekku, dia kelihatan lagi bete mukanya. Lalu adekku bilang “Stress beneran sama negara, jadinya ngaruh banget ke emosi. Tiap ada kebijakan jelek beneran jadi pikiran, ke depannya bakal gimana”
Beneran deh ga kebayang sih menurutku pertanggung jawaban pemimpin di akhirat nanti kaya apa, sampe bikin rakyatnya susah lahir batin.
Tahu kah kamu?
Dengan cukup memangkas MBG Rp36-40 triliun saja, pemerintah sebenarnya tidak perlu menaikkan BBM.
Tapi pemerintah lebih memilih menaikkan Pertamax Rp3.950 dan Pertamax Green Rp4.100 per liter, yang efek dominonya jauh lebih luas ke seluruh masyarakat.
Padahal keduanya sama-sama bisa hemat Rp36,3 triliun di APBN.
Naik BBM = menekan daya beli kelas menengah, memicu kenaikan harga barang, memicu inflasi.
Pangkas MBG = memengaruhi kelompok rente, mengurangi dana bancakan.
Ada cara yang jauh lebih ringan buat hemat, tapi kenapa malah pilih yang membebani rakyat?
Why?
it's not that i hate being indonesian but being indonesian under this regime feels so suffocating and that's what i despise the most. harga barang perlahan naik tapi dibilang baik-baik aja, sipil dibenturin ke segala arah.. UGH.. i dont even know if i'll make it out alive
sekali lg saya akan berteryak PENDIDIKAN ITU HARUSNYA AFFORDABLE, ACCESSIBLE, DAN GAK AGEISTTTT MMMMMHHHHHHHMMMMMMM
PENDIDIKAN TIDAK BOLEH ELITISTT MMMMMMMMMMMM
I read it somewhere "We romanticized the wrong organ the stomach is more emotional than the heart" and it feels so true. We feel butterflies in our stomach and when we're sad we lose our appetite our stomach gets affected by emotions way more than we realize.
Orang yg suka bilang “ekonomi jahat banget” tp pas dikasih tau itu salah pemerintah malah ga terima. Katanya apa2 salah pemerintah. YA EMANG. Dodol bgt dah.
Siapapun yg blg “kritik mulu emg udah kontribusi apa utk negara?” tanpa sadar baru saja mengungkap kebodohannya kepada yg diajak bicara.
Mendasar banget, padahal.
Bisa2nya MBG masuk ke anggaran pendidikan. Dan yang lebjh gila lagi komponen MBG jumlahnya jauh lebih besar dibanding komponen anggaran pendidikan lainnya, bahkan bila dibandingkan dengan Tunjangan Guru/Dosen.
hal sederhana yg bisa kita lakukan utk bencana alam di Sumatra
1. Mendoakan mereka
2. Menyumbang harta, tenaga, pikiran (bagi yg mampu)
3. Terus mengkritik pemerintah di medsos. Agar mereka “terganggu” dan tahu bahwa mereka mendapatkan perlawanan kita