Justru karena aku tau kalau apapun itu bisa pergi kapan aja, berhasil ngebuat aku cukup anxious. Cukup beresiko, karena aku memang bukan siapa-siapa di sini.
Katanya sih, syukuri aja apa yang ada sekarang. Perlakukan dengan baik apapun dan siapapun yang sedang bersama kamu saat ini. Karena kita ngga akan pernah kapan seseorang atau sesuatu itu akan pergi dari hidup kita.
Sebetulnya, yang sering jadi pertanyaan adalah— kalau seandainya sudah habis masanya, aku buat nemenin dia, dan akhirnya aku harus lihat dia menemukan seseorang yang selama ini memang dia harapkan, aku gimana ya dan akan seperti apa rasanya.
Karena baru lulus, gapapa diambil untuk dijadikan pengalaman. Tapi pekerjaan ini jangan dijadikan pekerjaan tetap. Ga perlu down, sender. Setiap orang selalu punya pertimbangannya masing-masing, begitu pun kamu.
🤍 [titipan] emg bnr ya nominal gaji itu jdi pandangan bgt ☹️ pdhl kerjaan yg mau aku ambil lumayan bgt, jualan makanan kerjanya juga cmn 3 jam, ngelayanin, duduk, udh punya tmpt, dan ini kerjaan pertama buat aku, krn aku baru lulus huhuu gatau knp omongan tmn ku (cont..)
this kinda manchild exist too much in Indonesia. they will do everything but taking responsibility and then goes around saying shit like "i'm logical person" when they need to be pampered like a fucking baby 24/7. they are disease for society