Aturan di kantorku:
- cuti melahirkan 6 bulan
- cuti ayah 1 bulan
- adopsi anak (di bawah 2 tahun) cuti sama (6 bulan utk karyawati, 1 bulan utk karyawan)
- keluarga dekat meninggal cuti 7 hari
- cuti haid wajib
- cuti keguguran saat melahirkan 3-6 bulan (menyesuaikan)
- mudah izin utk jaga anak-ortu sakit
Seolah 'memanjakan' karyawan, tapi kantorku bisa jalan seperti ini 13 tahun. Saya tanpa pekerja yg andal, perusahaan akan tamat dalam sekejap. Karyawan tanpa fasilitas ramah keluarga akan lenyap dibajak kompetitor. Saling membutuhkan.
Saya juga tidak tahu masa depan perusahaan spt apa. Tapi saya tidak ingin mengubah kebijakan2 di atas. Bahkan ketika era covid ada yg dapat cuti melahirkan dan cuti ayah, kebijakan tetap diterapkan di masa sulit.
Kondisi dan karakter leader di tiap perusahaan tentu berbeda. Pasti banyak yg bingung dgn kebijakan kantor saya (dibilang moralis, disumpahin bangkrut, dll. Yeah, I got it a lot). Demikian juga saya bingung kalau perusahaan dgn margin/volume bagus tapi tdk punya kebijakan ramah keluarga. Beda prioritas sepertinya 😀🙏
Guys lu pada tahu gak.....
ini lagi rame dibahas dan jujur bikin banyak orang geleng-geleng kepala.
Orang cuma nanya rekomendasi hewan peliharaan, tapi malah dijawab dengan nyamain manusia seolah peliharaan buat bahan jokes.
Dan yang bikin publik makin kaget… yang bikin candaan itu justru Hilda Banch.
Seorang dokter loh.
Profesi yang identik dengan empati, etika, dan menjaga martabat manusia… tapi di media sosial malah bikin humor yang menurut banyak orang terasa merendahkan orang lain.
emang serendah itu yak uni bakwan
dimata seorang dokter?
jargonha sih perjuangkan kesejahteraan nakes tapi perilaku gk mencerminkan
suka banget tidur... soalnya kalo tidur gw ga overthink, kepala gw ngga berisik, gw ngga melihat/membaca hal2 yg triggering, gw menghilang aja gitu i'm not existing for a while